
"Tidak bisa, kau tau seorang Bryan Cristian Rahardian tidak bisa di bantah...?" Vely mengeleng kepala
"Tidak, aku tidak tau" ucap Vely
"Cletak..' Bryan menyentil kening Vely dan tersenyum licik
"Bisakah kau tidak menyentil kening ku..." Vely mengerucutkan bibirnya lucu,
Bryan mendekat dan mendekat, Vely memundurkan diri dan terpentok di pinggiran ranjang,
"tuan, saya ingin mandi...." ucap Vely asal, Bodoh bukankah dia sudah mandi, dan jam sudah pukul sepuluh malam....
"Ck ck kau ini baru saja mandi bukan" Vely tergelak
"Tuan, tidak baik jika kau ada di kamar wanita" ucap Vely saat Bryan tak kunjung pergi dari kamar tamu tempat Vely menginap
'Brukkkkk' tubuh Vely tengelam di dalam kasur, Bryan menatap wajah cantik Vely yang imut saat ketakutan,
Bryan yang ada di atas tubuh Vely itu pun bisa merasakan nafas Vely yang berhambus dengan kencang dan bahkan detak jantungnya mungkin sangat nyaring.....
__ADS_1
Cup....satu ke kecupan manis di berikan oelh Bryan di bibir love Vely....
"Berhenti memanggilku tuan...apa kau tau aku ini calon suamimu, bukan calon bos mu" ketus Bryan....
"tuan...eh maksudnya bara, saya tidak bisa bernafas dengan baik..." ucap Vely, Bara, siapa bara? bahkan nama itu tidak tertulis sebagai daftar pemeran ayah anakku...
"Bryan...bukan bara" ucap Bryan kesal, siapa lagi bara itu? apakah kekasih Vely
"Tuan saya pangil apa, saya tidak tau nama tuan dan saya orangnya pelupa" Vely mengatakan kalau dia pelupa, dan itu benar, contohnya saja dia pernah lupa jika dia sudah menjadi seorang ibu dan melupakan bayinya, bergabung untuk mengibah bersama teman teman kos yang dari atas
Bryan terkekeh geli,
"Mamas bryan... lepaskan putri Vely karena dia mau tidur," Bryan tak bergeming dari tempatnya
"kyaaaaa...brukkkkk" vely mendorong Bryan Hinga jungkir balik ke belakang
"Tuan... maksudnya mamas Bryan, saya mau t-i-d-u-r jadi tuan go wy...." ucap Vely kesal sambil mengejakan kalimat tidur
"Baiklah, by selamat malam neng Vely...." Bryan tersenyum lucu, dia menjadi bucin ketika menyangkut kepentingan percintaan, bahkan dia sudah melupakan Ariel dan tidak mengingat nya lagi.....
__ADS_1
Vely tersenyum sendiri dan menegelamkan wajahnya di bantal....
***
"Mas, kamu jagain dulu yah, aku mau pipis" Dimas menganguk kemudian lanjut bermain dengan Cio
Ya tuhan, hamba bermohon sudilah kiranya engkau memberikan keturunan dalam pernikahan kami, tuhan dengar kan lah doa hamba mu ini...... Dimas mengucapkan doa berharap Tuhan mengabulkan permohonan nya....
sama seperti Dimas Lisa pun melakukan hal yang sama,
betapa hamba ingin sekali kebahagiaan suami hamba... apakah aku kurang tuhan, aku hanya meminta agar engkau memberikan keturunan kepada ku, aku mohon tuhan kabulkan lah doa hamba mu ini..... Lisa menitikkan air matanya sedih
Lisa keluar dengan mata yang sembab akibat habis menangis, Dimas mendekati Lisa dan memeluk wanitanya itu,
"Kau menangis lagi? apa yang membuatmu menangis, apakah soal keturunan?" Dimas menjadi resah ketika Lisa sering menangis akibat tidak bisa memberikan keturunan untuknya
"Apa kau lupa, dokter pernah mengatakan kalau salah satu penghalang untuk hamil itu adalah stres....Aku mau kamu tidak perlu menangis cukup berdoa dan olahraga ranjang, kita pasti akan memiliki anak...." ucap Dimas sekaligus menggoda Lisa....Lisa tersenyum...
'Oekkk oek oek oek oek' Lisa dan Dimas bergegas mendekati ranjang dan bermain dengan Cio, waktu mareka sangat lah indah dan menyenangkan,
__ADS_1
BAB 21 SELESAI