
Keadaan Lisa semakin parah, tidak mau makan wajahnya pucat dan tubuhnya lemas...
Dimas membawa istrinya ke RS untuk di cek, saat sampai dokter membawa Lisa ke brangkar...
"Bagai mana keadaan istri saya dok? apakah ada masalah?" tanya Dimas kawatir
"Sepertinya kita perlu cek USG, saya belum yakin jika ibu dalam keadaan sakit yang parah" dokter itu membawa Lisa dan Dimas ke ruangan dr Lela,
Dimas dan Lisa melihat dengan mata yang tak berkedip,
"Sepertinya ibu Lisa sedang mengandung, saya melihat ada janin di rahimnya" Dimas dan Lisa melongo tak percaya
"Be-benarkah? dokter tidak bercanda kan?" Lisa tergugup antara senang haru dan bahagia....
"Benar.... lihat ini adalah janin" dokter menunjukkan titik hitam di layar...
Tuhan mengabulkan doa ku.... terima kasih Tuhan, atas segumpal daging yang kau titipkan di rahim ku....* Lisa mengelus perutnya dan tersenyum haru
"Sayang.... akirnya kamu hamil, dan di sini akhirnya ada buah cinta kita" dokter tersebut pergi meninggalkan Dimas dan Lisa untuk mengungkapkan kebahagiaannya Mareka....
"Mas aku bahagia..." Lisa menjatuhkan air matanya haru
"Mas juga..." mareka berpelukan menumpahkan kebahagiaan mareka dan tersenyum senang
__ADS_1
"Dek...baik baik di perut mama yah, jangan nakal" ucap Dimas sambil mengelus perut Lisa yang masih rata
"Iya papa, adek bakalan baik baik di perut mama" Lisa dan Dimas tersenyum. mareka menoleh ke samping dan tidak melihat adanya dr Lela,
"Kemana dokter Lela? aku rasa kita terlalu bahagia hingga melupakannya" Lisa dan Dimas saling pandang dan tertawa....
Setelah berkonsultasi dengan dokter dan sudah mendapatkan obat untuk Lisa, Lisa dan Dimas pun pergi untuk mencari rujak,
***
"Ini, kulkas mini ini sudah habis isinya, hanya ada telur dan sayuran hijau yang sisa sedikit..." Vely memberikan sepiring omlet telur untuk Bryan,
"Makanlah bersama, Setelah ini kita belanja" Vely membulatkan matanya,
"Maaf, sebaiknya tidak perlu aku belum gajian" ucap Vely malu,
"Berapa gajih mu?" tanya Bryan penasaran...
"satu juta sebulan" ucap Vely sambil melahap omlet telur buatannya yang sangat lezat
"Pegang lah ini...Beli keperluan kamu dan Cio" Bryan menyerahkan kartu kredit tanpa batas kepada Vely, Vely mendorong kembali kartu itu dan mengeleng kepala....
"Kenapa?" Bryan bingung melihat vely menolak pemberiannya
__ADS_1
"Aku bisa mencari uang sendiri, lagi pula Minggu depan aku gajian..." ucap Vely tenang, bukannya dia tidak menghargai namun dia sadar dia belum menikah dengan Bryan
"Ini untuk Cio, dia tangung jawab ku, ambilah... kodenya nanti aku chat.." Veky menerima kartu itu dan berterimakasih kepada Bryan
"Terima kasih, aku janji tidak akan memakai uang ini jika tidak ada keperluan" Bryan tersenyum dan memegang tangan Vely,
"mulai sekarang aku bekerja untukmu dan Cio, pakailah uang ini sesuka hati" Vely menganggukkan kepalanya paham
Mareka melanjutkan sarapan pagi, Vely nelfon Rani sedangkan Bryan dia sudah duduk manis di bangku,
"bi, hari ini saya ke kampus, bibi bisa kan jaga Cio?" Rani mengatakan kalau ia bisa, Vely mematikan sambungan telponnya dan menatap bayinya yang sedang menyedot ****** payudara nya.....
Bryan melihat kearah vely dan melihat bercak merah keunguan di sekitar dada vely,
"Apakah aku sebuas itu?" gumam Bryan, Vely mendengar itu pun menjadi sewot
"Bahkan lebih buas...kau mengisap ****** ku dan menyedot semua makanan Cio" ketus Vely
"Aku Bahakan lupa membuat itu di leher jenjang mu" Bryan mendapatkan pukulan yang mendelik di bahunya,
"Dasar otak mesum" Ucap Vely kesal
"Kalau engak mesum Cio engak bakalan ada" ujar Bryan
__ADS_1
"Bryannnnn!!!" teriak vley....
BAB 26 SELESAI