
sore ini Bryan pulang jam lima, dia pulang ke rumahnya karena Vely meminta agar dia tidak terlalu sering ke kosannya Takutnya ada gosip yang Engak Engak......
"Bryan...." pangil nyonya Alice saat melewati ruang keluarga
"Mama, papa, kak Dimas...." ucap Bryan saat melihat kakak dajalnya ada di rumahnya...ya mareka semua datang kerumahnya untuk menemui Bryan..
"Ada apa ma, kok tumben datang?" Bryan mendudukkan dirinya di sofa tunggal
"Gimana? mama dan papa udah boleh liat cucu mama?" tanya Alice saat Bryan sudah duduk manis di sofa
"Boleh aja kok, lagian Vely engak pernah marah, cuman dia ngusir aku Karena bukan muhrim" ucap Bryan
Alice dan Farhan mulai tersenyum lebar, mareka cukup ingin memiliki cucu, namun tidak kesampaian, Mareka tidak menuntut lebih kepada Dimas dan Lisa, karena Lisa sangat sulit untuk mengandung,
"Bry, kalau bisa kamu coba bawa pulang ke rumah...." ucap Dimas, dia juga penasaran bagaimana bentuk bayinya Bryan, bahkan dia merasa kalau adiknya itu tocker juga, sekali semprot langsung tumbuh
"Jangan kan bawa ke rumah, main sama Cio aja mau bawa turun ke bawah di larang..." ucap Bryan saat mengingat betapa posesif nya vely saat Bryan mengedong Cio
"Coba lah, sekali sekali membujuk dia" ucap Dimas kekeh ingin Bryan membawa anak nya ke rumah
"Oky oky...." Bryan pun memilih untuk mandi, dia ingin menjemput anaknya dan induknya sekaligus....(Vely dan Lucio)
Bryan coba yah, nanti kalau Bryan gagal kalian jangan nangis
Mareka setia menunggu Bryan menjemput Bayinya...
__ADS_1
***
Setelah sampai, Bryan segera naik ke lantai lima, dia menemukan Vely sedang mengangkat jemuran baju,
"Kenapa datang lagi?" ucap Vely saat melihat Bryan
"Mama dan papa mau kamu ke rumah, sekarang" ucap Bryan saat Vely masuk membawa jemurannya
"Aku--Aku engak bisa" ucap Vely tidak enak hati
"Mama sama papa mau ke Singapore Vel, dia mau liat anak aku" ucap Bryan kekeh
"Ba--baiklah, tunggu aku sebentar" Vely menyimpan baju nya dan mandi terlebih dahulu, tak lupa dia menitipkan anaknya kepada Bryan
Bryan menunggu Vely sambil menimang nimag Cio yang terbangun karena Bryan mencolek colek pipinya gemas
Vely merasa canggung untuk menyusui putranya karena hanya ada dia dan Bryan,
karena tidak membawa asi cadangan, akirnya Vely terpaksa harus menyusui putranya,
mata nakal Bryan menajam kala melihat vely membuka kancing baju atasannya,
apa yang akan dia lakukan? apakah dia mau menyusui Bryan junior....Vely menatap tajam wajah Bryan saat Bryan meliriknya
iya mencari selimut bayi di dalam tas tentengan Cio, Setelah itu dia menutupi dadanya dari mata nakal Bryan
__ADS_1
gagal melihat gunung kembarnya deh,....batin Bryan,
setelah sampai Vely segera menutupi kancing bajunya dan segera keluar, Bryan mengedong Cio dan Vely memegang tas tentengan Cio
Saat masuk, semua nya tersenyum senang, dan mulai menyapa Beby Lucio
"Apakah ini cucu ku? ooo sama oma aja" Alice mengambil alih Beby Lucio yang kebetulan bangun tidur.....
Dimas tertegun melihat wajah Bryan dan melihat wajah Lucio, benar benar produk Bryan
Vely menatap mareka yang bermain dengan anak nya, kemudian Alice menepuk pundaknya,
"Terimakasih mau mempertemukan anak bryan sama kami, kami sangat senang," Vely tersenyum dan kembali melamun
Farhan melihat kalau vely sepertinya canggung pun berkata.....
"Apakah kau memiliki kekasih?" pertanyaan itu meluncur sempurna dari mulut Farhan
Bryan deg deg degan mendengar jawaban Vely "Tidak" ucap Vely
Alice dan Farhan membawa Vely makan sementara Bryan pergi ke kamarnya untuk mencari mainan yang baru ia beli untuk putranya
tinggallah Lisa dan Dimas bersama Lucio di ruang keluarga,
"Semoga nular yah," ucap Lisa saat melihat betapa bahagianya Dimas bermain dengan Cio
__ADS_1
"Amin...." Lisa dan Dimas tersenyum kemudian mengecup pipi putranya Bryan
BAB 17 SELESAI