Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
mami Wenda


__ADS_3

Hari ini bar Sangat rame, Wenda menghitung semua uang yang iya dapat dalam menjual bir wine Vodka anggur merah dan minuman memabukkan lainnya...


"Ini untuk Vely, anak itu sangat membutuhkan uang untuk makanya, apalagi dia hamil pasti mau makan yang aneh aneh" setelah menyiapkan uang dua juta rupiah untuk Vely Wenda segera menutup bar miliknya....


Asal usul bar milik Wenda itu adalah asil ide dari ayah dan bunda Vely, dulu Wenda sempat ingin mati karena di hianatin sang kekasih, Karena frustasi uangnya di bawa lari Wenda memilih untuk terjun dari jembatan.... makanya Wenda sangat menyayangi Vely layaknya seorang anak nya sendiri


***


saat ini Bryan akan siap siap untuk pulang, namun saat masuk ke dalam mobil dia di kagetkan dengan kedatangan Marco yang tergesa-gesa...


"Kenapa Marco?" tanya Bryan saat melihat wajah pucat Marco


"Nona Ariel tuan...dia berjalan bersama lelaki lain" ucap Marco ngos-ngosan...


"Apa maksudmu? itu tidak mungkin" kesal Bryan emosional


"ini, liat tuan" Bryan tersenyum kecut, dia meminta Marco untuk mengantar dirinya ke TKP


Saat sampai....


prok prok prok prok "nona Ariel zahara windi" ucap Bryan saat memergoki Ariel dan om om yang mungkin setengah abad usianya....

__ADS_1


"Bryan, ka--kamu salah faham ini tidak seperti yang kamu lihat" Ariel memeluk pinggang Bryan dan memegang lemas tangan Bryan


"hey nona, saya sudah membayar mu, kita memang sudah melakukan itu di hotel dan sekarang tugas mu menemani aku makan" ucap pria tua itu


Ariel tergelak dan ketakutan,


"Plakkkkk... dasar jalang!!!" teriak Bryan kuat


"Kita putus...." Bryan segera keluar dari cafe itu dan meningalkan Ariel yang mencoba mengejarnya namun tanganya di tahan oleh om om di belakangnya


"Sayang kira belum selesai" ucap peria tua itu, Ariel menangis sedih, dia tidak ada hubungan lagi dengan seorang Bryan Cristian Rahardian ceo gampan pemilik prushaan


Bryan pergi ke club malam dan meminum minuman keras di sana dan di temani oleh Marco sang asisten sabar


***


'Krukkkkk krukkkk' Vely mengerejap kan matanya....dia membuka hp nya dan melihat jam pukul tiga dan perutnya berbunyi


"Lapar....aku harus makan" Vely segera mencari mi instan di dalam lemari kecil di dapur setelah menemukannya


Setelah masak Vely pun mulai menikmati mie instan buatannya, usai makan Vely tidak bisa tidur dia memutuskan untuk memainkan kan labtob miliknya, lama di depan layar labtob membuat Vely mengantuk.....guk "Awuchhh kepala ku" Vely tertidur dengan gaya duduk dan alhasil dia terjeduk di meja, dengan malas dan mata tertutup Vely menuju kasurnya dan melanjutkan Mimi indahnya

__ADS_1


Kembali cahaya sinar matahari menyapa bumi, Vely menguap dan segera berdiri dari atas kasurnya......


setelah mandi dan membersihkan diri Vely segera membuat susu dan sarapan jika tidak pasti si dede bayi akan mengamuk...


Ketukan pintu membuat Vely menghentikan kegiatan memasaknya, dia melihat siapa yang datang pagi pagi sekali...


"mami" sapa Vely saat melihat siapa yang datang....


"Vely, selamat pagi sayang, mami mau antar ini untuk kamu, oh ya mami tidak bisa singgah soalnya mami ada urusan sebentar" Vely menerima hamplop putih yang isinya lumayan tebal, 


"Mami sebaiknya Vely kerja aja di bar mami, Vely tidak enak hati jika menerima uang secara percuma dari mami" Vely menawarkan diri untuk bekerja di bar miliknya Wenda


"Nak, kamu adalah tanggung jawab mami, ayah dan bunda kamu adalah pahlawan mami, jika tidak mami ridak mungkin ada di dunia ini" Wenda mengelus bahu Vely dan mengecup kening gadis itu....


"ya sudah mami mau berangkat dulu, sebaiknya kamu masuk karena cuaca dingin" Vely tersenyum Dan mengantar mami sampai di depan pagar turun tangga


Vely masuk kembali ke kamar kos dan melanjutkan acara memasaknya yang tertunda.... Setelah makan dia meminum susunya tak lupa dia meminum pil yang menjadi permen nya selama kehamilan


Vely melihat hamplop putih yang iya taruh di meja kecil dan membuka amplop itu....


BAB 7 SELESAI

__ADS_1


__ADS_2