Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Pingsan....


__ADS_3

Bryan keluar dari kamar mandi dan segera memakai baju yang di siapkan Vely, seperti biasa vely akan memasang kan dasi untuk Bryan, Bryan menatap wajah cantik istrinya yang merengut sedih karena tidak ada morning kiss tidak ada senyuman dari suaminya itu....


keduanya sarapan bersama walaupun hening, Cio sudah Wangi anak itu siap untuk berpetualang bersama opanya ke kebun binatang....


Bryan tidak terlalu memperhatikan Vely, dia sibuk dengan makannya, Vely tidak menghabiskan sarapannya dan bergegas mengendong Beby Lucio yang rewel,


Bryan dan Vely meningalkan perkarangan rumah dan menuju rumah utama Dimana Alice dan Farhan menetap.... setelah mengantar Cio mareka berdua melajukan mobilnya ke kampus...


***


wajah Vely masam ketika Bryan meninggalkannya di kampus tanpa permisi dan sepatah katapun, Vely tidak tahan rasanya, Bryan benar benar cuek bebek dan tidak memperdulikan dirinya lagi, air matanya mengalir di pipi mulusnya menandakan betapa dirinya sangat sedih


Ella Nia dan Widia menghampiri Vely yang menangis sesenggukan,


"Vel loe kenapa kok nangis?" ucak Widia memapah Vely ke bangku taman kampus


"Bryan tidak memperdulikan aku..." ucap Vely sesegukan...


"hiks hiks dia mendiami ku dari tadi malam, dia tidak berbicara pada ku sedikitpun...hiks hiks" adu Vely sedih...


Ella Nia dan Widia saling tatap dan mengeleng kepala, Ella memegang wajah Vely dan menghapus air matanya,


"Apakah masalah yang tadi juga? hingga dia mendiami mu?" tanya Ella, Vely menganguk


"Vely, kalau dia benar benar menyayangimu dia tidak akan memperdulikan mu Vel, dia begitu karena tidak mau kamu capek dan kasian sama Cio karena haruslah pagi pagi bangun mengikuti kalian pergi berkendara..." ucap Ella menenangkan Vely yang sedih...


"Kamu sudah membuat keputusan atau belum? kamu hanya tinggal memilih, tetap kuliah atau berhenti...lagi pula kamu kan sudah menikah seharusnya kamu mengurus anak dan suami..." ucap Widia menasehati sahabat nya itu


"Aku ingin bertemu pak sadrin untuk memundurkan diri dari kampus El, biarkan saja aku tidak kuliah lagi..." Vely berdiri dari duduknya dan tiba-tiba kepalanya pusing dan


brukkkkkk

__ADS_1


"Vely Vel vel!! bangun" ketiganya panik melihat Vely yang tak sadarkan diri...


"Kita bahwa ke RS sekarang, El sekarang siapin mobil...." Ella segera menyiapkan mobil sedangkan keduanya memapah Vely dan membawanya ke dalam mobil....


Sampainya di RS terdekat Vely di bawa ke ruang IGD untuk pemeriksaan.....


"Vely kenapa ya? kok pingsan begitu" Nia dan Widia terduduk menungu kedatangan dokter memberikan kabar keadaan Vely...


Nia menelpon Bryan, Bryan yang mendengar kabar kalau Vely masuk RS pun dengan seribu langkah kaki memasuki mobilnya, meninggalkan meeting penting dengan kelayen dari luar kota Bryan hanya mampu mengucapkan maaf...


Bryan kawatir bukan main,


melaju dengan kecepatan tinggi melangar lampu merah dan hampir menabrak pembatas jalan akibat kekawatiran nya yang tinggi...


sampai di RS Bryan mencari ketiga sahabat Vely...


dia pergi ke resepsionis RS


"Tunggu pak saya cari dulu.." petugas resepsionis pun menunjukan di mana ruangan Vely


"Atas nama Nadia velysa ada di ruangan ICU masih di periksa oleh dr Andi, pasien di bawa kesini dalam keadaan pingsan..." Bryan segera menanyakan jalan menuju ruang ICU


"Dimana letak ruang ICU?" tanya Bryan kesal


"Jalan saja lurus, kemudian belok kanan di pintu sebelah kanan ada belokan di situ ada ruang ICU pak..." tanpa menunggu lama Bryan segera mencari ruangan itu


Bryan menemukan ketiga sahabat Vely dan menanyakan keadaan istrinya itu....


"Kenapa dia bisa pingsan?" tanya Bryan,


"Kami tidak tau pak," ucap Nia mewakili kedua orang itu

__ADS_1


tak lama kemudian muncullah dokter dari ruangan itu,


"Bagaimana keadaan istri saya dok? apa yang terjadi padanya?" tanya Bryan beruntun...


"Bapak boleh ikut saya ke ruangan,"


Bryan mengikuti langkah kaki dr Andi


"begini pak," ucap dr Andi saat Bryan sudah duduk...


"Apakah istri bapak pernah mengeluh telat datang bulan? atau bapak pernah melihat istri bapak memiliki perubahan dalam Minggu atau bulan ini?" tanya dr Andi


"iya dok, istri saya pernah mengatakan itu waktu hari Minggu kemarin dok, Bahakan tubuhnya sekarang semakin berisi dan dia juga suka makan yang aneh aneh dok..." ucap Bryan mengadu kepada dr Andi apa apa saja yang iya lihat dari istrinya


Bryan kawatir tentang penyakit Vely, apakah parah? atau biasa biasa saja? dia kawatir bukan main, dia juga menyesalkan diri karena mengabaikan istri kecilnya itu....


"Kita tunggu isteri bapak sadar baru kita tanyakan penyakitnya" ucap dr Andi Kepada Bryan, mendengar itu Bryan baik pitam


"Dokter yang merawat nya terus mengapa dokter yang menanyakan penyakit padanya? kau dokter yang aneh" ucap Bryan emosi


"Kita akan melakukan tes air seni pak, untuk mengetahui penyebab istri bapak pingsan" ujar dr Andi


"Gunakan air seni ku saja" ucap Bryan asal, dr Andi ingin tertawa melihat keanehan Bryan, namun dia tahan dia tau betul siapa yang ada di hadapannya itu


"Pasien yang sakit itu ibu Vely pak bukan bapak, ya sudah kita tunggu pasien sadar..." Bryan keluar dari ruangan itu, Vely sudah di pindahkan di ruang rawat inap,


kembali Bryan murka karena istrinya di tempati satu ruangan dengan pasien yang lainnya bukanya di ruang VIP yang mahal...


"Apakah kalian ingin kehilangan pekerjaan,? kembali kan istri saya ke ruang VIP Kelas atas...." ucap Bryan kesal...


Tamat.....

__ADS_1


__ADS_2