Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Kesempatan berdua...


__ADS_3

benar saja, pagi pagi buta Alice dan Farhan datang ke rumah Bryan dan Vely, Lucio yang terbiasa bangun pagi itu sudah rapi dengan baju Santainya...



"Oma opa..." pekik Lucio, dia pun memeluk opa nya, opa yang selalu menemaninya bermain kuda di pacuan


"Hai, cucu opa ini, tampan sekali..." Alice mengecup pipi Lucio, "Hei dimana Hansel?" tanya Farhan


"Aku di sini opa...." teriak Hansel dari ruang makan



Farhan dan Alice menghampiri Hansel yang sedang sarapan itu, bahkan dia belum mandi, bahkan masih menggunakan baju piyama nya,


"Kamu ini, makan aja" ledek Lucio,


"Dari pada aku kelaparan..." jawabnya enteng


Bryan keluar dengan dua bayi di gendongan nya, "Cucu cucu ku...." Farhan dengan cepat menyambar Tino dan Kris..


"Emangnya papa kuat?" tanya Bryan

__ADS_1


"Jangan salah.." setelah mengambil alih kedua bayi itu, Farhan pun pergi bermain di ruang keluarga.


"Mana Vely bry?" tanya Alice,


"Masih di kamar ma, dia lagi pasang baju Cristy dan Tio..." Alice berlalu dari hadapan Bryan dan pergi ke kamar anak dan menantunya itu


ckelkkkk suara pintu mengalihkan perhatian Vely, "eh mama, kapan sampai ma?" Alice duduk di samping Vely


"Baru aja, tadi papa sudah bawa Tino dan Tio..." Vely mengernyitkan dahinya..


"Tio? Kris kali ma, orang Tio di sini kok" ucap Vely meralat perkataan Alice


"Oh, iya kah,..." Alice terkekeh, dia membantu membawa bayi tampan itu,


Bryan sedang memandikan Hansel, sedangkan Vely dia ke dapur untuk membuat sarapan pagi...


Setelah menunggu beberapa menit Vely pun memanggil papa dan mama mertuanya


"pa, ma ayo sarapan.." Vely mengajak mertuanya untuk makan bersama kecuali Hansel, dia sudah makan pagi pagi sekali karena kelaparan dia pun terbangun dan merengek di kamar Vely, makanya Vely cepat masak karena dia dari pagi tadi dia sudah masak...


setelah menyiapkan keperluan sikembar dan kedua anak bujangan nya, Vely pun membantu kedua mertuanya memasuki si kembar di carseat kusus kembar dua, jadi carseat yang di gunakan hanya dua saja

__ADS_1


"Mah, sebenarnya aku kawatir mareka merepotkan mama dan papa" ucap Vely saat Alice akan mengangkat tas bayi


"Kami ini piknik, ada mami Wenda mu, ada bibi dan para pembantu serta bebysister yang bernama Rani itu, jadi kamu habiskan waktu berduaan bersama suami mu, lagian kami cuma dua hari saja" Vely menganguk, setidaknya dia tenang


Setelah kepergian anak anaknya Vely pun masuk ke dalam rumah, "Kamu berangkat kerja?" Bryan mengeleng kepala,


"Nanti Marco bawa pekerjaannya ke sini...." Vely tak banyak komen, sepi rasanya saat para toa hilang dari pandangan nya. mainan yang berantakan di beresin, mainan gigit bayi di lap agar steril...


Bryan tersenyum licik saat melihat istrinya nganggur, dia pun menghampiri Vely dan memeluk tubuh nya, "Sayang kita main kuda kudaan yok, di kamar" ajak Bryan halus


"Katanya Marco mau ke sini. ya,? nanti aja tunggu malam" Bryan pun menyesal telah menyuruh Marco membawa pekerjaan kantor di rumahnya, kan jadi gagal


Setelah berberes beres, Vely pun mandi dan Menganti dasternya dengan dres selutut berwarna biru,


"Kamu kenapa mas, kok cemberut?" Bryan menarik tangan Vely hingga dia terjembab di pelukan Bryan


Vely bisa merasakan ada sesuatu di bawah bokongnya, "Sudah bangun ya?" Bryan menganguk lemas, "Marco kapan datangnya?" tanya Vely lagi, Lama lama dia jadi tidak tega kepada Bryan


"Aku telpon dulu ya" Bryan kemudian menelpon Marco, dia meminta Marco untuk memberikan pekerjaan kantornya kepada Dadang sang pembuka gerbang...


"Beres..." ucap Bryan, dia menuntun Vely ke kamar dan melakukan ritual yang selalu gagal jika tiba tiba si menangis...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2