Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Bercerita


__ADS_3

Keesokan harinya


Bryan tersenyum melihat Cio dan Vely yang tidur, Vely belum tahu kalau Bryan sudah membawa Cio ke ruangannya,


"Sayang bangun, Beby mau nyusu..." Vely mengucek matanya dan terbangun, dia segera duduk


ya tadi malam Bryan memindahkan Cio ke ruangan Vely karena Vely bermohon kepada nya untuk sekamar dengan anaknya, Bryan menuruti perintah sang istri dan memindahkan anaknya,


Vely juga meminta maaf kepada Bryan dengan mata yang mengalir deras cairan bening...


sedangkan Wenda dan Alice beserta Lisa sudah kembali ke rumah masing-masing, mareka akan kembali lagi,


"Minum dulu yah," Vely minum segelas air putih dan menengok ke kiri..


"Anak ku" Vely turun perlahan dan hati-hati dia duduk di samping Cio dan mengecup kening putranya itu


"Nak, kamu baik baik saja kan? maafkan mommy yah" Vely bermonolog sambil mengelus kepala Lucio


"Lihatlah bahu dan kakinya, itu memar" Vely menangis melihat keadaan anaknya, dia terlalu bodoh tak berguna dan lalai terhadap anaknya


Cio membuka mata karena merasakan elusan di kepala


"my..." ucap balita itu pelan


"Cio sudah bangun...anak mommy yang kuat dan tangguh" puji Vely


"My...om na daat my..." Vely menganguk dia memberikan air hangat kepada Cio, setelah meneguk habis air putih nya Cio mulai bercerita


"Iya nak dia jahat kan....nanti kita suruh Daddy hukum dia" Cio menganguk


"Om na biyang mumi (Mommy) miyik om na" Bryan geram, anaknya sudah di hasut

__ADS_1


"Engak nak, mommy milik Cio adek dan Daddy..." ralat Vely, apa maksud Daniel mengatakan itu


"om na pukun my, iyat taki ama undak ini" Cio menunjukkan kaki dan bahunya yang memar,


"Maaf yah nak" Vely merangkul Cio


"aap?....om na yang aap Ama io" Cio tidak terima jika Vely yang meminta maaf, harus Daniel yang meminta maaf, karena dia tau Vely tidak bersalah atas lukanya, iya lah. yang dia tau Daniel lah yang memukul nya


"Iya om nya yang harus minta maaf..." Bryan Gemas melihat Cio yang bercerita tentang Daniel, belum lagi pipinya naik turun akibat bercerita...


"Emm Cio mau liat adek gak..." Cio mengeleng kepala


"Adekna dak danteng, io yang danteng...." Cio bersikukuh bahwa dia yang ganteng, Vely terkekeh melihat kenarsisan Cio yang turun dari Bryan


"Cio mau liat gak?" ucap Bryan


"Au" ucap Cio


"Ni liat... adeknya Cio, kayak Cio waktu bayi" mata bulatnya mengedip ngedip melihat adeknya,


"Sama kan?" Vely mengerucutkan bibirnya


"Kalian berdua jauh ngirip kayak Daddy, cuman mata aja kayak mommy" Vely tidak tau apa yang Bryan lakukan hingga kedua anaknya ngirip sama dia


"Iya dong mommy...kan anaknya Daddy" Bryan mencium gemes pipi Vely...


***


"Bagaimana rasanya?... hahahahah, sakit bukan" Daniel meringis kesakitan


Marco Richo dan Gilang sedang menyiksa Daniel sebelum menyerahkan peria itu ke kantor polisi untuk di tindak lanjut...

__ADS_1


"Tunggu pembalasan dendam ku, aku akan mebu....,,,!" belum sempat Daniel mengucapkan perkataanya Richo keburu menendang kepalanya


"Lakukanlah sesuka mu, kami tidak takut..." keduanya meminta anggota yang lain membawa Daniel ke kantor polisi


***


Cio duduk di kasur, dia sudah Menganti bajunya dengan baju piyama abu abu bahkan selang infus nya masih mengalirkan air ke tubuh nya....


"Cio mau makan lagi?" tanya Vely lembut


"Dak my, io akut ama aman itu" lirih Cio takut


"mas, kayaknya kita harus bawa Cio ke psikiater anak, aku kawatir Cio terauma berat...." ucap Vely


"Sudah aku duga sayang, ini bakalan terjadi, dia sampai di pukul pukul oleh si berengsek itu dan membuat kejadian itu terngiang-ngiang di ingatan Cio.." kesal Bryan


"Kasian anak ku, maafkan mommy yah nak mommy lalai terhadap mu..." Vely mencium anaknya


"Sudah ku bilang jangan menyalahkan diri sendiri yang...." Bryan duduk dan memeluk tubuh Vely, "Kau tidak salah, aku yang salah sudah membiarkan kamu dan Cio keluar rumah sendiri" Vely mengeleng kepala,


"Aku yang salah yang... seandainya aku tidak meninggalkan dia sendiri di bangku taman mungkin kejadian ini tidak terjadi., aku ini ibu yang tidak berguna, aku ini bukan seorang ibu yang baik" untuk yang sekian kalinya dia menangis kala mengingat kecerobohannya


"Berhentilah sayang, kau baru saja melahirkan anak bayi tidak boleh menangis" hibur Bryan


"my, angan angis my....dedekna daat ya" Cio tersadar dari lamunannya saat mendengar mommy nya menangis


"Cio kamu kenapa nak suka melamun,? bilang ke mommy"


"My...io akut di ukun agi kakikna" lirih Cio pelan,


"Engak nak, di sini ada Daddy dan mommy yang akan menjaga Cio," Cio tersenyum manis, balita yang baru berusia satu tahun sembilan bulan itu memeluk Daddy nya...

__ADS_1


"Bukak aja ini dad....dak agus" Cio meminta untuk melepaskan infusnya


BERGABUNG


__ADS_2