Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Keluar


__ADS_3

gadis manis sedang menyaksikan Reza dan Ariel yang sedang berpelukan, dia berjalan dengan angun menuju meja di mana Ariel dan Reza duduk


"Hai..." sapa nya, dia menatap Ariel dengan wajah sinis


"Da-nisa kamu ngapain ke sini?" ucap Ariel, Reza melihat penampilan Danisa dari atas sampai bawah, sangat minim


"Hai, re-za ya? kenalin aku Danisa vitaloka di pangil Danisa. aku adalah teman Ariel alias teman saingannya di dunia model..." ucap Danisa angkuh


"Saya Reza...senang bertemu dengan anda" ucap Reza ramah


"Boleh aku duduk?" tanya Danisa


"Silahkan" ucap Reza mempersilahkan


"Ariel, apakah anda sudah keluar dari dunia **** bebas? biasanya anda akan berjalan jalan dengan para om om..." ucap Danisa sambil menatap wajah Reza, Ariel kesal saat mendengarkan perkataan Danisa yang mengungkit masa lalunya


"Iya, saya sudah keluar dari dunia gelap itu, saya sudah tidak melakukan itu lagi, emm bagaimana dengan anda, apakah anda sudah tidak mengoda para ceo ceo lagi?" balas Ariel menyindir Danisa, ibarat sebuah anak panah yang mentul kembali kepadanya Danisa kalah telak


dengan kesal Danisa pergi sambil menghentakkan kakinya keluar dari restoran itu


"Em, Reza kita balik sekarang yuk..." Reza menganguk dia segera membantu Ariel berdiri dari duduknya kemudian kedua menghampiri lion yang duduk di sana


***


'Oek oek oek oek oek oek oek oek' tangisan Rachel membuat Widia dan Julien sibuk sendiri, "sayang ****** nya gak masuk ke mulut nya, jadi ngamuk deh" ucap Widia, dia kini sedang memangku anaknya dan mencoba menyusui bayi cantik itu

__ADS_1


Rachel mengamuk saat dia tidak mendapatkan puncak gunung Widia. karena kesal akhirnya anak itu menangis dengan keras, "Coba aku plintirin..." dengan senang hati Julien memelintir puncak Widia


"pelan pelan nak..." ucap Julien saat Rachel dengan agresif mengisap milik Widia, nampaknya kehausan


"Kayak kamu..." celetuk Widia. Julien tersenyum sendiri,


"Iya kayak aku waktu mencari gunung mu yang sintal itu saat kita sedang bercinta membuat Rachel..." ucap Julien menimpali perkataan Widia


"Sayang, aku mau lanjutin pekerjaan aku dulu, kamu kalo mau perlu apa apa pangil aja aku" ucap Julien, Widia mengelus pipi suaminya itu dengan lembut,


"Pergilah, aku bisa sendiri" Julien turun dari kasur king size milik keduanya


tak berselang lama terdengar suara panggilan telepon dari hp Widia, "Sayang hp aku" teriak Widia, Julien turun dari bangkunya dan pergi mengambil hp sang istri


setelah memberikan hp istrinya Julien kembali bekerja..


Pangilan Vidio dari Nia...


"Nia...!" pekik Widia, dia memperlihatkan wajah merah baby Rachel


"Wah... ponakan aunty..." ucap Nia, tak lama sambungan video tersambung kepada Ella dan Vely...


"Hai semuanya" sapa Ella


"Hai hai hai" ucap Vely

__ADS_1


"Wah sudah punya anak Kalian semua" ucap Ella sambil melihat ke layar handphone nya


"Iya dong, kamu kapan?" Ella terkekeh geli mendengar perkataan Vely


"Nanti aja say..." ucap Ella


"Liat ni bentar lagi keluar" Nia memperlihatkan perutnya.


"Cowok Cewek tu..?" tanya Widia


"Hasil USG sih cowok" ucap Nia ketawa


"Wah wah..." ucap Vely Ella dan Widia bersamaan


"Mana pasukan kamu Vel...?" ucap Ella


"Pada tidur semua sudah, kan sudah malam gini. lagian tadi mareka capek main sama mami..." ucap Vely terkekeh


"Vely mah Sudah mau setengah lusin..." ucap Ella ketawa tawa


"Bukan mau setengah aja, tapi sudah setengah" ucap Vely tertawa juga


Obrolan Mareka berkahir setelah lama berbicara...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2