Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Rindu mami


__ADS_3

Tak lama terdengar deru mesin mobil, Vely keluar dan melihat dua mobil ter parkir sempurna di depan rumahnya


"Mami...!" pekik Vely saat melihat mami Wenda yang turun dari mobil dengan beberapa peperbag di tangannya...


"Anak mami..." Wanda tersenyum dan memeluk tubuh mungil Vely yang bergetar karena menangis


"eh, kok nangis?" Wenda mengusap punggung putri angkatnya itu dengan lembut


"Mami jahat! mami gak pernah kunjungi Vely lagi, di telpon gak pernah di angkat, Bahakan Vely pergi ke rumah mami, mami gak ada.." Wenda tersenyum, dia terus mengelus kepala Vely..


"kita masuk dulu..." saran Wanda, Vely tidak mau lepas pelukannya dari sang mami


Setelah keduanya duduk di sofa ruang tamu keduanya saling tatap, "Mami kemana saja, Vely rindu?" ucap Vely


"Hurfttt...mami ke luar kota Vel...hp mami di lindas motor saat menyenggol lengan orang, SIM nya rusak..." Wenda mengeluarkan hp barunya dia takut anaknya itu ngambek


"Oh...Vely kawatir takutnya mami kenapa Napa..." Vely menghapus air matanya, terdengar deheman orang membuat keduanya saling berbalik badan

__ADS_1


"Mas..." Vely berdiri kemudian mengambil alih tas Bryan


"Mas di lupakan ni ceritanya" Vely cengengesan lucu,


"Anak anak mana?" tanya Bryan Setelah menyalami tangan Wenda,


"Iya, cucu mami mana?" timpal Wenda


"Mareka tidur ma, lama banget.." Vely menarik tangan Wenda ke arah ruang keluarga di mana anak-anak sedang tidur siang hingga sore


"Oala cucu cucu nenek lagi bobo, padahal mami bawa banyak mainan.." ucap Wenda, tiba tiba perkataan Vely membuat Wenda kaget


"Iya mi, sebaiknya nginap di sini, soalnya anak manja mami merindukan mu" ucap Bryan sekaligus menyindir Vely yang dari sebulan yang lalu selalu khawatir dengan Wenda


"Iya, mami akan nginap di sini..., oh iya mama kamu bry, ada?" Bryan dan Vely menganguk


"Sebenarnya mami mau minta persetujuan dari kamu nak, kalau mami mau..." Vely dan Bryan menungu dengan sabar apa yang akan di katakan Wenda

__ADS_1


"Kawin lagi..." ucap Wenda berhasil membuat Vely dan Bryan terkejut dan membulatkan matanya penuh


"Sebenarnya mami sudah lama menjalin hubungan dengan nya, dia beragama Islam" ucapan Wenda terhenti saat Vely mengebrak meja di depannya


"Mami mau pindah agama? mami tau kan Vely gak mau itu terjadi?" ucap Vely kesal,


"Mami tau, tapi dia yang akan ikut agama mami, dia orang Arab nak dia memiliki pekerjaan di Indonesia dan dia akan mengikuti agama mami, kamu tenang aja" ucap Wenda melanjutkan perkataannya


"Jadi dia yang murtad dan ikut ke mami?" Wenda menganguk, dia mengeluarkan hp nya dan memperlihatkan foto calon papi baru Vely


"Tampan..." ucap Vely pelan "tapi apakah mami yakin dia akan membahagiakan mami, Vely Takut dia menyakiti mami" ucap Vely kawatir...


"Mami yakin nak, dia mau mengorbankan agamanya untuk mami, mami yakin seratus persen" ucap Wenda,


"Baiklah, Vely hanya berharap mami bahagia dan tidak melupakan Vely, yah" Wenda tersenyum dia memeluk anak angkatnya itu dengan erat,


"Kamu adalah harapan dan kebahagiaan mami nak, mami sayang kamu Seperti anak kandung mami...." Bryan terharu setidaknya Vely tidak merasa yatim pintu

__ADS_1


Hari semakin gelap, si kembar bangun dengan kompak entah memang anak kembar begitu...


BERSAMBUNG


__ADS_2