Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
perkara berenang...


__ADS_3

Cerah mentari di pagi hari, bayi mungil yang di gendongan Vely kini menatap wajah mommy nya...


"Mas, kayaknya kamu bentang tikar nya di sanaan Dikit deh... kalau kelapa jatoh kena kepala gimana" Bryan terkekeh, betapa bodohnya diriku, batin Bryan


setelah tikar di bentangkan, Cio duduk dan mencari remah roti di keranjang mommy nya


"My, mana kue?" tanya nya


"Nanti mommy Carikan..." Vely meletakan Hansel di carseat serbaguna itu, anak itu kini menatap langit biru


"ini..., Cio sarapan dulu yah, nanti masuk angin" Cio menganguk, Vely membuka kotak nasi dan menyuapi anaknya, Bryan tersenyum, sudah tidak ada wisatawan lagi,....loh kemana mareka kok gak ada? ya Bryan mengosongkan pantai itu dan ingin menikmatinya sendiri bersama keluarga kecilnya


setelah mareka Sarapan mareka pun mulai berbincang bincang hangat, tiba tiba Bryan membuka baju nya hingga menampakkan otot perutnya yang keras,


"Dad, mau belenag?" tanya Cio, dia pun ikut membuka baju nya dan memperlihatkan perut buncitnya


sedangkan si adek sudah buka baju dan berjemur di pagi hari, anak bayi itu asik sendiri dengan tidur nya, mungkin lelah melihat langit biru...


"Engak, Daddy mau jemur badan.." Cio mengerucutkan bibirnya,


"katana mau belenag kodok ompat dan bayaya dantan" kesal Cio, pasalnya dia sudah menantikan itu sejak kemarin


Vely memperhatikan anaknya itu, ada yang berubah seperti nya, dari yang suka melamun kini paling cerewet

__ADS_1


"Cio, Cio masih takut gak sama mo jahat...?" ucap Vely pelan pelan


"Om na pukun aja pakai tangan, dad..." Cio memegang tangan Bryan dan menggoyang tanganya,


"Kalau daady dan mommy bawa Cio ke om, mau?" Cio menganguk mantap


"Om na halus minta maap ama io..." ujar nya mantap, nampak sekali dia ingin Daniel meminta maaf padanya


"Baiklah, nanti kita ke om..." perkara om om sudah selesai, kini Cio asik dengan pasir


"Mumi,, mamam pacin na" pekik Cio saat pasir masuk dalam mulutnya, bahkan bibirnya yang imut itu ber tempelkan pasir


Bryan dengan sigap membersihkan mulut anaknya, waktu berjemur matahari pagi sudah selesai, Bryan berlari ke arah laut dan


'byurrrrrrrr' Cio melihat itu berlari ikut, sedangkan Vely dia meneriaki Bryan agar menjaga Cio dengan baik


"ingin ain na..." Bryan menarik paksa tanganya, byurrrr Cio pun tercebur ke air, anak itu menghirup nafas panjang,


"Ajalin belang bayaya dantan dan kodok ompat..."Bryan mendengus, iya pun tak tau bangimana caranya


"Seperti ini..." Cio mengamati, kemudian mengikuti, bukannya maju Cio malah seperti batu, hilang begitu saja. Bryan dengan sigap mengangkat tubuh putranya itu


"Huh huh huh...Bayaya na tengelam..." celetuk Cio, Bryan tersenyum,

__ADS_1


"Io gak ica belenag bayaya dantan, io mau belenag kodok ompat aja..." lagi lagi Cio seperti batu, dia tidak bisa berenang...yang jelas dia menyerah


keduanya kembali ke pasir dan mengambil pelampung renang, kali ini Cio bisa berenang mengunakan baju pelampung yang mengambangkan tubuhnya di atas air


Puas berenang Cio dan Bryan kembali ke Vely, Vely tersenyum melihat Cio yang berlari kecil di atas pasir, mata bocah itu berkedip kedip karena angin sepoi-sepoi


****


Kini sudah siang, Bryan menyuapi Vely dengan telaten, tentu saja Hansel sedang menyusu bersama Vely..


"Cio makan yang bener dong, masa makan ayam aja..." peringat Vely


"Oooo, ayamna io belum di tacih Mamam," Cio mengigat ayam milik nya yang belum di kasih makan


"Ayo loh ayamnya mati nanti" bryan menakuti Cio, Cio tak gentar sedikitpun. bagaimana tak gentar dia saja memasuki makanan ayam mau se mangkuk di dalam kandangnya,


seusai makan, Cio Menganti bajunya dengan baju panjang dan celana panjang. begitupun Bryan,


"Mommy au Andi?" Vely mengeleng kepala,


"Mas, aku mau es kelapa muda..." Bryan dan Cio bergegas mencari kelapa muda, tentunya untuk sang mommy


Sore itu mareka menikmati indahnya pantai dengan deruan ombak yang saling berkejaran, Cio tertawa melupakan sejenak terauma nya, mata bulat namun tajam itu sangatlah meneduhkan hati dan pikiran, apalagi saat Cio menangis mata itu akan membuat siapapun ikut merasakan kesedihan yang iya alami

__ADS_1


**Lucio thedore Cristian, anak pertama ku. anak yang menjadi pemersatu mommy dan Daddy nya jika kamu tidak hadir dalam kehidupan mommy mungkin mommy masih kesepian sekarang...Batiin Vely dalam kesedihannya, dalam kesedihannya terdapat kebahagiaan yah besar


ayah bunda lihat cucu kalian, kalian pasti menyesal telah meninggalkan Vely sendirian di bumi ini**


__ADS_2