
Setelah semuanya kembali berkumpul, Alice dan Farhan terharu melihat cucu pertama mareka,
"Siapa nama lengkapnya, nak?" tanya Farhan kepada Vely....
"Namanya, Lucio Thedore tuan.... dipanggil Cio" jawab Vely...
"Kalau begitu, namanya kita ganti menjadi Lucio Thedore Rahardian, bagaimanapun juga dia adalah darah dan cucu dari Farhan Rahardian" ucap tuan Farhan sambil memegang cucunya
"Gimana, apakah kamu setuju di ujung nama Cio ada marga Rahardian?" tanya Alice saat melihat wajah Vely yang nampaknya serius
"Tuan, saya rasa tidak perlu, bagaimanapun juga kejadian waktu itu hanya kecelakaan, dan saya merasa tidak bisa jika ada nama lain di depan nama anak saya" ucap Vely gugup
"Dimas bawa ke sini wasiat almarhum kakek mu" ucap Farhan memerintah Dimas
Dimas berdiri dan membuka gembok sebuah lemari kecil yang terbuat dari perunggu, Vely hanya diam begitupun Bryan, rasanya Bryan ingin sekali menegelamkan Vely ke laut merah. wanita ini benar benar keras kepala, apakah susah jika hanya perlu menerima nama Rahardian di depan nama putranya
setelah itu Dimas membawa kotak kecil yang di yakini terbuat dari emas,
di dalam kotak itu ada secarik kertas wasiat dari alm kakek Thedorus mikellan Rahardian,
Isi wasiat
__ADS_1
****wasiat ini saya buat untuk cicit pertama ku,
jika nanti cicit pertama ku lahir, aku ingin memberikan perusahaan milikku untuknya, separuh kekayaan ku akan jatuh ke tangannya,
aku juga menyerahkan nama ku untuk cicit ku, jika dia wanita maka nama depan istriku namun jika dia laki laki maka nama depan ku,
aku Thedorus mikellan Rahardian, menyerahkan prushaan milikku untuk cicit pertama yang lahir dari kedua cucu ku, ya itu Dimas Cristiano Rahardian dan Bryan Cristian Rahardian
demikianlah wasiat saya, saya harap kalian keturunan
Thedorus mikellan Rahardian dan Navula Alisa Puspa wilastica
menjalankan wasiat ini dan tidak ada unsur untuk memiliki harta sendiri****,
air mata Farhan jatuh,
"Saya hanya ingin menepati janji saya kepada almarhum, betapa dulu saya sangat menyesal telah membenci almarhum ayah saya....." Alice turut sedih
Vely menatap wajah Farhan, kembali ke arah Alice Dimas Bryan dan Lisa,
"Lalu, apa yang tejadi hingga kakek meninggal? dan adakah nenek saat kakek meninggal" ucap Vely pelan, rasa ingin tahunya meronta ronta.....
__ADS_1
Farhan mengembuskan napasnya kasar...
"Dulu saya adalah anak mareka, namun karena ibu saya tidak terima hamil di luar nikah dan waktu itu usianya masih muda, dia meminta ayah saya membuang saya ke panti asuhan, namun ayah tidak menepati janjinya untuk membawa ku Kepanti asuhan ayahku memberikan aku Kepada orang yang tidak iya kenal...." Farhan berhenti sejenak dan melanjutkan perkataanya
"saat aku berumur delapan tahun, ayah dan ibuku mencari ku kembali dan menemukan aku di desa, awalnya mareka biasa bisa saja dan tidak mengumbar kalau aku anak mereka..." kini air mata mengalir di pipi Farhan
"Mareka membunuh ibu angkat ku dan mengambil aku dari mareka, mareka menyesal telah membuat aku hilang kasih sayang...saat aku kembali kepada mareka, Mareka sudah memiliki anak perempuan yang bernama Fransisca ria Rahardian dia adalah adik kandung ku"...
"Aku menolak Mareka dan membenci mareka, mareka berusaha supaya aku menerima mareka menjadi orang tua ku....namun aku bersikeras untuk kabur dari rumah, ibuku menangis histris dan mengejar ku, seolah olah aku sangat berharga di matanya"
"Saat akan menyebrang jalan ibuku di tabrak truk, aku kembali dan memeluk ibuku, sebelum dia meninggal dia sempat mengatakan...."
perkataan ibunya Farhan
"Nak, ibu adalah ibumu, dulu" ibunya Farhan menaruh tangan Farhan ke perut nya "disini lah tempat mu berada, ibu gagal menjadi ibumu, namun ibu berhasil menjadi ibu untuk ria, ibu mohon maafkanlah ibu nak...ibu mungkin tidak akan berhenti meminta maaf padamu mungkin ibu tidak akan berada di surga ibu mungkin tidak akan menjadi ibu yang baik, tapi hati ini selalu ingin melihat kau memaafkan ibu, Farhan. ibu mohon maafkanlah ibu" air mata Alisa jatuh di pipi mulusnya, dia berharap kalau Farhan mau memaafkan nya dan dia bisa pergi dengan tenang....
"Aku sakit sekali, aku tau kau benar benar ibu yang jahat dan egois aku membencimu, namun aku sebagai anak tidak pernah ingin ibunya masuk neraka, Pergilah sekarang dan minta maaflah pada almarhum ibuku yang kau bunuh jika dia memaafkan mu maka aku pun akan memaafkan mu," Alisa tersenyum kecut,
"Aku mohon, maafkanlah aku nak" Farhan yang jarang menangis itu meneteskan air matanya dan tersenyum
"Pergilah ibu...aku memaafkan mu, sampai kan lah salam ku untuk ibu angkat ku, bilang padanya kalau aku rindu" Alisa tersenyum dan mengangguk dia menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan putranya sulungnya yang berusia delapan tahun itu.....
__ADS_1
BAB 18 SELESAI