
Bryan dan Vely kini telah nyampe ke rumah utama untuk menjemput Hansel,
"Gimana,?" tanya Alice yang kini sudah duduk bersama anak dan menantunya
"Bryan dan Vely mungkin akan banyak meluangkan waktu untuk Cio ma, jadi nanti kalau kami sering nitip Hansel di sini gak apa apa kan?" ucap Bryan
"Engak apa apa nak, selagi Cio bisa sembuh dari trauma nya, bagaimana kalau kalian nginap di sini aja..." Bryan dan Vely saling tatap,
"Tidak perlu ma, kami akan tinggal di rumah kami aja, lagi pula Cio harus banyak bermain dan bercanda supaya dia tidak ingat dengan terauma nya..." ujar Bryan
"oh, baiklah..." setelah berbincang bincang hangat dengan mama nya, Bryan dan Vely pun memutuskan untuk pulang karena Cio sudah merengek...
mareka pulang tanpa Hansel karena bayi itu di tinggalkan di sana, Vely akan mengirimkan asi nya setiap hari untuk sang bayi
"Semoga berhasil yah, mas" ucap Vely
"Semoga aja sayang, mas akan melakukan apa saja untuk pangeran kita yang satu ini" Cio yang sudah bobo di pangkuan Vely itu hanya diam di alam mimpinya. melupakan sejenak terauma nya
"Kasian anak mommy," Vely mencium puncak kepala Cio dan memeluknya erat,
sampai di rumah Bryan mengambil alih Cio, dia tidak mau Vely mengendong Cio yang berat itu karena baru seminggu dia melahirkan,....
"My..." Cio terbangun dan menolehkan kepalanya
"Eh udah bangun anak mommy....kita sudah sampai loh" ucap Vely
"My lapal" gumam Cio sambil berbisik
"lapar? perasaan tadi sudah makan sama Oma" ucap Vely bercanda
"Potona lapal, my...." Vely dan Bryan tersenyum, setelah mendudukkan Cio di sofa Bryan pergi ke ruang kerjanya untuk mengambil labtob, sedangkan Vely dia masuk menghidupkan tv untuk anaknya...
__ADS_1
***___***
terlihat Bryan sedang menelpon Marco,
entah apa yang iya bicarakan,
"Dimana kamu sekarang?" tanya Bryan sambil menggeser geser layar hp yang satunya
"Baru mau pulang dari kantor, tadi sedikit ada masalah dan sudah di atasi, emangnya kenapa?" ucap Marco
"belikan aku mobil Ferrari putih, samakan dengan mobil milik Daniel si brengsek..." ucap Bryan
"Baiklah, tunggu dulu. untuk apa kau membeli mobil Ferrari putih dan harus sama dengan milik Daniel?"
"Jangan banyak bicara, cepetan beli..." tanpa menjawab pertanyaan Marco Bryan segera mematikan sambungan telponnya
"dasar bos aneh" gerutu Marco, terpaksa Marco harus pergi memilih mobil bersama Ara nya
***______***
"Hey jagoannya Daddy dan mommy, lagi apa?" Bryan memangku anaknya
"Tu toton itu dad, Matana tatu ada" ucap Cio, jangan lupa matanya yang berkedip kedip
"Udah makan?" Cio mengeleng,
"My, pelegi mandi..." Bryan tersenyum,
"Oh, ya sudah Daddy mau kerja dulu yah, nanti kita main.." Cio menganguk.
Beberapa menit kemudian filem itu iklan, Cio turun dari sofa dan pergi ke kamar
__ADS_1
saat sudah masuk ke kamar Cio hampir menangis saat melihat jas abu-abu bergantung di dinding, dia kembali keluar dan berpapasan dengan Bryan yang pergi mencarinya
"Hey jagoannya Daddy, kamu kenapa kok mau nangis...?" tanya Bryan,
"Dangan matuk ada baduna" ucap Cio memeluk tubuh Daddy nya, kini Cio sudah di gendongan Bryan
"Baju apa..?"
"Baduna om jahat.." Bryan tersenyum rupanya dia melihat baju yang iya gantung tadi pas kembali dari ruang kerjanya
"katanya jagoan, kok takut sama baju..." Bryan membawa Cio ke kamar dan berdiri di depan jas berwarna abu abu itu
"Liat ini Daddy menghajarnya..." Bryan memukul mukul baju itu dengan kuat, Cio mendongak dan melihat aksi Daddy nya...
"Ayo nak kita hajar bajunya" Cio dan Bryan sama sama memukul jas yang tak bersalah itu, Cio tertawa renyah sambil memukul-mukul baju itu, Vely yang selesai mandi itu terbengong bengong melihat aksi Daddy dan anaknya...
"Kalian ngapain?" tutur Vely hingga menghentikan aksi Cio dan Bryan
"Pukul badu om na" ucap Cio, dia kembali memukul baju jas itu
karena terlalu kuat di pukul jas itu jatuh ke lantai, Cio dan Bryan bersorak gembira, untuk merayakan kemenangan keduanya yang sudah menjatuhkan jas itu, Bryan membawa Cio berlari memutari Vely
"Kita menang, Hore....!" teriak Bryan heboh
"Yey menang,...io ebat..yey" ucap balita itu
"ebatna..." lanjutnya
'Brukkkk' keduanya rebah di atas kasur kingzie dengan tawa....
"Wah hebat anak mommy, gimana sudah gak Takut lagi kan sama baju nya?" tanya Vely
__ADS_1
"io menang, baduna kalah baduna delek baduna datuh, io menang...dak akut agi..." Vely dan Bryan lega...
BERSAMBUNG