
Bryan duduk di samping Vely yang sedang tertidur pulas, matanya berbinar melihat perut Vely yang masih rata...
dia mengelus lembut perut itu, yang di mana ada sang anak sedang bersemayam...
"Sehat sehat yah nak, Daddy selalu menunggu mu" beralih ke Vely, Bryan mengecup pipi istrinya dengan lembut,
"Jangan ngambek ngambek sayang. nanti anak kita ngambekan loh..." Tampa di duga Vely malah menarik Bryan ke pelukannya,
Bryan tersenyum, dia ikut tidur bersama Vely..
keesokan harinya, Bryan terbangun karena Vely meneriaki nya
"Bangun...!" pekik Vely, Bryan terkaget kemudian berdiri
"Ada apa sayang?...apa yang sakit?" tanya Bryan panik
"Kamu kenapa peluk peluk aku, apa kamu perkosa aku semalam?" selidik Vely dengan sorot mata tajam...
"Engak kok..." elak Bryan yang memang benar
"Awas kamu macam macam sama aku" Vely menyilang tangan di dadanya yang sintal dan padat
"Suer deh, mas gak ngapa-ngapain kok" Vely berdiri kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Selesai mandi Vely bergegas Menganti bajunya kemudian membuat sarapan di bawah...
Bryan tau Vely masih ngambek dan mengacuhkannya, namun dia harus mendapatkan maaf dari istrinya itu...
__ADS_1
Sudah seminggu ini Vely mendiami Bryan, Bryan sendiri sudah bekerja dari rumah, iya mau memperhatikan Vely dan terus meminta maaf kepada nya
Tidak ada jatah malam, tidak ada kecupan manis di pagi hari, Bryan selalu menjadi
Bich nanun solo im going solo lo Lo....
Seperti pagi ini, Vely dengan sengaja melepaskan bajunya di hadapan Bryan, Bryan meneguk ludah saat Vely melepaskan bra nya dan memperlihatkan *********** yang besar montok
Bryan berdiri kemudian mendekati Vely, Vely sadar kemudian masuk ke dalam kamar mandi,
"Sial...!" umpat Bryan,
"Gagal lagi gagal lagi..." lanjutnya kemudian
dengan Santainya Vely keluar dari kamar mandi telanjang bulat dia sengaja bolak balik di hadapan bryan, Bryan yang sudah tidak tahan pun menangkap wanita yang penuh kesengajaan itu...
"Hi, lepaskan Bryan..." Bryan tak perduli dia terus merangsang kan Vely, Vely terbawa suasana dan mengikuti permainan
runtuh pertahanan Vely akibat ulah Bryan...Bryan tersenyum ketika sudah mendapatkan ******* nya
"Engak bisa nolak ternyata..." Vely tergelak, kemudian dia memukul kepala Bryan
"Dasar..." niatnya buat mengoda, eh dia yang tergoda
"Maafkan aku yah..." kini Bryan memegang tangan Vely, dia mencium bibir Vely dengan lembut,
"Kamu penipu, aku malas memaafkan ku" ketus Vely kesal
__ADS_1
"Aku mencintaimu," ungkap Bryan serius, Vely tersenyum,
"Benarkah? kau itu penipu jadi aku enggak mau percaya" celetuk Vely
"aku menipumu karena aku mencintaimu dan ingin memiliki banyak anak pada mu" Vely tersenyum dia mengecup balik pipi Bryan
"Aku juga..." keduanya kembali bersitatap,
"Kau memaafkan ku?"
"Tentu" keduanya berdiri kemudian pergi membersihkan diri di bawah air yang mengalir,
***
"Aku lapar..." ucap Lucio saat ini mareka berdua sedang duduk di meja makan, Lucio dan Hansel sedang menunggu Daddy dan mommy mareka
"Lama, kak kita cari kudapan di lemari aja..." kaki mungkin Hansel turun dari bangku kemudian mencari makanan di dalam lemari
dia mendapatkan muffin cokelat, dia mengambil dua dan membaginya kepada Lucio, kini Lucio lagi yang turun dari bangku kemudian mencari susu di kulkas, dia memansi susu itu di pemanas air kemudian membuat susu untuk dia dan adik nya
keduanya memakan muffin cokelat dan segelas susu, belepotan kemana mana di baju dan meja susu bubuk sedikit berhamburan di meja,
"Kita, engak liburan lagi...?" tanya Hansel sok serius
"Mommy kan lagi hamil..." Hansel menepuk keningnya, benar juga dia kan sebentar lagi jadi kakak
"Aku ingin nasi..." Hansel berdiri di meja dan mencari rise kooker nasi
__ADS_1
"Tunggu mommy aja, panas" Hansel menuruti kakaknya kemudian duduk dengan patuh,
BERSAMBUNG