
Marco duduk di depan Bryan dan menyampaikan informasi kepada Bryan masalah Vely,
"Kata pemilik bar itu dia sudah meninggal bos" ucap Marco kepada Bryan, Bryan kaget dan mengebrak mejanya
"Tidak mungkin....dia pasti berbohong," ucap Bryan tidak percaya jika Vely meninggal
"Tapi pemilik bar itu mengatakan seperti itu, bahkan aku udah mengancamnya dan dia tidak takut sedikitpun" ucap Marco....
"Akghhhh.... apakah secepat itu?" Bryan frustasi dan ingin sekali mencekik leher Marco, Marco hanya diam dan bungkam
karena hari sudah mulai gelap Bryan dan Marco pun pulang.....
Pagi ini suasana di rumah besar Keluarga Rahardian cukup hening.....
Nyonya Alice dan para anak-anak dan suaminya Tengah menikmati sarapan pagi mareka....
"Dim gimana Lisa, udah ada tanda-tanda?" Tanya Alice kepada putra pertamanya itu....
"Mama apa apaan sih" ucap Dimas kesal, pasalnya Lisa si istrinya Dimas itu benar-benar minder ketika mama Alice membahas tentang sahabat sahabatnya yang memiliki cucu....
"Lis, kamu coba ikut program bayi tabung, mama yakin pasti berhasil" ucap Alice
"Ma, anak jodoh rezeki semua tuhan yang atur....mama jangan terlalu menuntut Lisa dan Dimas dong ma" Alice terdiam, sedangkan Lisa dia hanya menunduk diam bahkan selera makannya jadi hilang........
"maaf ma pa dan mas Dimas, Lisa engak bisa kasih anak dan cucu untuk kalian,
__ADS_1
Kalau mas Dimas mau ceraikan Lisa engak masalah" ucap lisa sambil menitikkan air matanya,
"Sayang, tatap mas sekarang...." Lisa menatap Dimas
"Anak adalah tujuan kita menikah, tapi jika tuhan belum memberikan maka kita sebagai manusia harus bersabar....." Lisa menatap Dimas dan tersenyum...
"Lisa, mama cuman memberikan saran, jika kamu tidak mau mama tidak akan memaksa" ucap Alice, Alice sadar dia terlalu menuntut banyak kepada Dimas dan Lisa
"nanti Lisa dan mas Dimas coba ma" ucap Lisa tersenyum,
"Pa, ma kak dim Bryan berangkat duluan" Bryan segera pergi menuju kantornya....
Sedangkan Dimas dia berangkat ke kantornya sendiri
Di kediaman Vely,
tadi pagi Vely muntah dan tubuhnya lemas sekali, dia memutuskan untuk mandi supaya badanya segar, Setelah itu dia membuat sarapannya....
Vely bersyukur dirinya tidak di do dari kampus dan pihak kampus masih memberikan teloransi padanya untuk melanjutkan kuliah dan tidak mempermasalahkan kehamilan Vely....
Setelah meminum obat vitamin dan penambah darah Vely segera turun masuk ke mobil dan berangkat
"Vel loe sudah ke rs bulan ini?" Tanya Nia pada Vely sedang kan Widia dan Ella asik dengan Snack milik Nia yang di bawa dari rumahnya....
"Belum, oh ya aku mau tanya boleh?" Vely menatap serius wajah Nia sedangkan Ella dan Widia segera menoleh dan melupakan sejenak Snack mareka
__ADS_1
"Mau tanya apa?" Nia mengerutkan keningnya
"Kamu engak ke desa lagi? Kalau kamu ke sana aku mau ikut" ucap Vely
"Desa? Kayaknya papa sama mama ada rencana ke desa bulan depan, mau bersihin makam Kakek dan nenek" ucap Nia, Vely berbinar dan tersenyum menampakan pupy eyes nya,
Ella Nia dan Widia tidak tahan menatap wajah imut Vely, mareka segera menarik pipi Vely karena tidak tahan,
"Awuchhhh" pekik Vely dan mengerucutkan bibirnya lucu
"Kenapa muka mu tiba tiba imut begitu? Ehmmm pasti ada maunya" selidik Ella, Nia dan Widia pun menatap curiga wajah Vely
"Bilang ke mama papa kamu yah, Vely mau ikut" rengek Vely cap bocah
"Oh ya ngemeng ngemeng di desa ada wisata gunung es dan salju buatan kalian mau ikut engak?" Tanya Nia ketika mengingat taman hiburan di desa yang baru di buka....
"Kampret lu, kampus kan belum ada libur," ucap Ella sambil menyeruput kopi di dalam cup
"oh ya ya, tapi libur tiga hari kan bisa.... misalnya kita berangkat Sabtu habis dari kampus dan pulangnya Senin, jadi kita izinnya sehari aja" ide Widia
"Tumben lo pintar...." Pekik Ella dan Nia bersamaan Vely melototi Nia dan Ella....
"Emangnya kamu mau ngapain ke desa Vel?" Nia
"Mau beresin makam ayah dan bunda, Bayangi aja aku sudah lama tidak ke sana" ucap Vely sedih dan merasa bersalah....
__ADS_1
"Baiklah Sabtu depan kita berangkat, dan kita tidak perlu menunggu papa dan mama aku" ucap Nia antusias sedangkan Ella dan Widia hanya mengangguk kepala