
Vely berjalan di dekat jembatan yang menyambung antara supermarket dan kosannya,
"Bryan bilang kalau dia mau jemput mama dan papanya besok, pasti dia ngajakin aku lagi" gumam Vely saat iya menyusuri jalan, Tidak lupa dia menitipkan anaknya pada Afvila yang menempati kos lantai empat,
Dari belakang dua orang laki-laki bertopeng sedang mengikuti langkah kaki Vely,
detik berikutnya
"Hummmmmm mmmmmm!!!" teriakkan Vely terhalang kain yang sudah di kasih obat bius
Salah seorang laki laki itu memasukkan Vely ke dalam bagasi mobil dan membawanya ke markas.....
"Bos barangnya udah ada...." ucap salah satu dari laki laki itu
"Bagus... tunggu dia sadar" ucap wanita itu sambil menyeringai licik
Vely di ikat di kursi dalam keadaan pingsan,
kedua penjahat itu duduk di sofa sambil menunggu Vely sadar
Beberapa menit kemudian,
"Auuuuu, kepalaku pusing" lirih Vely dan mengendarkan pandangan nya
"Aku dimana ini, tolongggggggggg!!!!" teriak Vely, air matanya mengalir di pipi mulusnya, dia sangat ketakutan dan meneriaki nama Bryan,
"Bryannnnn tolonggggg!!" teriaknya lagi
Tak lama seorang wanita mengenakan baju serba hitam masuk ke dalam ruangannya,
suara ketukan sepatu miliknya memecahkan keheningan ruangan besar itu
"Bryan milik ku, kau hanyalah pelariannya" ucap wanita itu dingin
"Apa yang kau katakan? lepaskanlah aku," iba Vely,
"Lepaskan mu? maaf yah aku tidak akan melepaskan wanita seperti diri mu" ucap wanita itu, wanita itu melepaskan topi masker dan kacamata hitam nya,
"Mbak Ariel..," ucap Vely kaget saat mengatahui siapa yang menyekapnya di ruangan ini
"iya, saya Michella Ariel mantan kekasihnya Bryan Cristian Rahardian" ucap Ariel sambil menekan kata mantan kekasihnya
__ADS_1
"Apa tujuan mbak menyekap saya?" tanya Vely
"Tentu untuk melenyapkan mu, kau itu hanyalah sebuah tembok penghalang antara aku dan Bryan," ketus Ariel
"Aku mohon lepaskan aku, aku masih memiliki anak kecil Mbak, dia pasti menangis mencari ku sekarang" Isak Vely dia kini memikirkan anaknya
"Hahahahah, no no no no.... Jangan mimpi Lo" herdik Ariel
Ariel mengambil hp nya dan menelpon Bryan...
"Ada apa kau menelpon ku lagi..." ketus Bryan
"Sabar sayang....aku cuman mau bilang kalau si Vely ada sama aku, dan dia akan aku lenyapkan...." ucap Ariel sambil tertawa jahat
"Jangan membodohi ku, dia ada di rumahnya..." Bryan tidak mempercayai perkataan Ariel yang menurutnya sangat bohong
Ariel mendengus dan mengalihkan pangilan suara menjadi pangilan Vidio
"Lihatlah" mata Bryan membulat sempurna saat melihat sang pujaan hati di ikat di kursi
"Ariel henti kan kelakuan bodoh mu itu...!!" teriak Bryan kuat Dan mengelegar di ruangan di rumahnya
"Jangan aneh aneh, aku tidak akan mengampuni orang yang menyakiti orang yang aku sayangi....kau tau itu kan?" ucap Bryan sambil emosi
"Aku tau" ucap Ariel
"jadi apa sarat nya?" Bryan sedang di ambang emosi sekarang
"Menikahi ku....akan aku lepaskan dia" ucap Ariel asal,
"Tidak!!!! jangan kau buat aku melenyapkan mu Ariel," Bryan berdiri dari duduknya
"Lihatlah ini" Ariel memperlihatkan pistol yang ada di tangannya
"Ariel kamu jangan gila....!!!" teriak Bryan
Tut Tut Tut sambungan video call terputus,
Bryan menyambar jaketnya dan menelpon Marco
"Hallo...ada apa?"
__ADS_1
"Marco kerahkan seluruh anak buah mu dan para bodyguard untuk mencari Vely, dia di sekap oleh Ariel....." Marco berdiri dari duduknya dan melakukan apa yang di katakan Bryan
***
"Mbak saya mohon mbak...." Vely dari tadi terus bermohon kepada Ariel
"DIAMMMM!!" teriak Ariel
***
Tit tit tit tit tit tit (Bunyi alat pelacak)
"Marco lihat ini....." Bryan memperlihatkan hp nya yang sedang menerima sinyal dari kalung yang di berikan pada Ariel
"Aku tau tempat ini...." Marco menekan tombol jam nya
"Udin di jalan xxx sekarang" tit sambungan putus
saat sampai di tempat penyekapan Bryan dan Marco turun dan berjalan secara perlahan, di belakang Mareka ada polisi dan para bodyguard yang cukup banyak....
"Pak Bryan kami akan menyekap dari belakang," Bryan menganguk dan melanjutkan perjalanan
Setelah sampai....
"Angkat tangan....!!" para polisi sudah membekap kedua orang yang menyulik Vely tadi.... sedang kan Ariel dia tidak berkutik saat di datangi polisi
"Turunkan senjata mu Ariel....!!" Teriak Bryan...
"Bryan tolonggggg aku..." Vely menangis
"Tidak.....!!.." teriak Ariel
"Sebelum aku masuk penjara karena mu, aku akan membunuhnya..." teriak Ariel frustasi
Ariel menarik pelatuk pistol itu dan
"DORRRRR!!!" suara tembakan mengema...
"Tidak.....!!!!" teriak Ariel saat melihat Bryan memeluknya dari depan...
BAB 31 SELESAI
__ADS_1