
setelah masuk ke kamar Bryan dan Vely segera menggosok gigi supaya sisa makanan hilang dari gigi mareka....
"Aku mau tidur..." Vely segera mengambil bantal bersiap untuk tidur
"Siapa yang menyuruhmu untuk Tidur?" tanya Bryan saat sudah mengungkung tubuh Vely
"A---pa yang akan kau lakukan, ini sudah malam ya kita tidur lah...." ucap Vely gugup
"Enak aja, malam ini kita lembur di kasur..." perlahan tapi pasti Bryan melepaskan kancing piama Vely,
setelah tiga kancing baju atasannya lepas Bryan pun mencium seksi Vely, Vely terbawa suasana dan ikut ******* bibir Bryan,
Bryan melepaskan baju Vely dan menyisakan bra nya aja, Bryan mengeluarkan salah satu benda kesayangan Cio,
"Ahhhhhh....Pelan pelan..." ucap Vely tercekat kala Bryan agresif...
"Sayang ini milik ku bukan?" ucap Bryan saat memegang salah satunya
"heeemm..." jawab Vely keenakan Bryan melepaskan celana piama Vely dan meninggalkan CD berwarna merah senada dengan bra nya...
"Ini juga milik ku kan?" tanya Bryan mengelus-elus
"Iya Bryan...." Vely mengila karena sentuhan Bryan yang mengalihkan kegugupan nya menjadi rangsangan ternikmat, yang mengambungkan Vely ke udara
Bryan tersenyum manis alias licik saat melihat vely membutuhkan si adek kecil miliknya....
Bryan mengeluarkan adeknya yang membesar akibat melihat kemolekan tubuh Vely, "Wow" pekik Vely saat melihat itu secara nyata dan besar sekali....
"Siap siaplah sayang, dia akan mengobarak Abrik liang surga mu...." Bryan melepaskan bajunya dan Bokser milik nya....
tak lupa dia melepaskan pakaian milik Vely yang menyuguhkan pemandangan dua bukit dan sebidang lembah yang di tumbuhi rambut halus...
Bryan mengelus segitiga Bermuda itu
"Kau sudah basah sayang, apa mau di mulai sekarang....." tanya Bryan dengan nada berat karena menahan hasratnya
"Iya lakukanlah....." Bryan mengarahkan miliknya di lobang yang masih sempit itu
Jelppp
__ADS_1
"Ahhhhhh...." desah Vely saat ular besar itu masuk ke dalam lobang nya
"Ini nik ma t....." ucap Bryan
Suara indah antara tongkat bryan dan lobang surga Vely mengalunkan melodi yang plok plak plok plok.....
Bryan menghancurkan Vely malam ini, terasa sekali kalau **** * Vely membengkak akibat Burung Bryan yang besar....
"Sudah aku engak kuat...."ucap Vely, sudah pukul tiga subuh mareka melakukan itu, Bryan hanya memberikan jeda beberapa menit saja untuk Vely bernafas dan minum dan setelah itu mareka melanjutkan itu lagi....
"Aku keluarkan sekarang yah...." Vely menganguk pasrah.
Sekali hentakan Bryan menumpahkan sep*r*ma nya di dalam rahim Vely berharap itu akan menjadi adek nya Cio, walaupun Vely tidak ingin hamil namun otak licik Bryan tidak ada yang tandingin, dia akan tetap membuat adek untuk Cio
"Aku lelah Bry, izinkan aku tidur....." Bryan tersenyum dan membantu Vely berbaring dengan benar dan menyelimuti tubuh istrinya dan segera berbaring bersama....
Keesokan harinya
"Adek kamu mana dim, kok belum turun...?" tanya Farhan kepada Dimas,
"Capek kali pa, kan habis goyang tadi malam...." celetuk Dimas, Dimas sedang mengendong Beby Lucio saat ini karena Lisa sedang membantu Alice memasak bersama pembantu
"Iya ya, wah bahagia banget malam pertama..." ucap Farhan, dia pun segera melanjutkan membaca koran sedangkan Dimas bermain dengan Cio yang sudah mandi bersama Lisa tadi
"Biasalah malam pertama ma, mungkin aja Vely kecapekan dan terlelap hingga pukul delapan pagi...." Alice tersenyum dan mengingat kalau Lisa pun mengalami hal yang sama saat malam pertama nya dan Dimas bahkan hingga jam dua belas siang
"Seperti kau dulu" ledek Alice, Lisa bersemu merah dan mengalihkan pembicaraan
" ma Cio itu pintar yah, udah bisa jauh dari orang tuanya, contohnya saja dia bisa Tampa asi, kan dia terkenal dengan minum asi engak minum susu formula...." Alice berdehem,
"Iya dia kayak Bryan waktu bayi..." jawab Alice kemudian melanjutkan acara memasaknya dengan Lisa
Di kama Bryan/dua sejoli di mabuk asmara
"Bryyyyyyyyyy.....!!!" pekik Vely saat Bryan menyedotnya
"Hambar yah...." jawab Bryan cengengesan lucu
"Kamu ngapain kayak Cio aja...." ucap Vely meluk kepala Bryan kuat dan menegelamkan wajah Bryan di kedua gunung kembarnya yang sintal kenyal dan padat
__ADS_1
"sayang kau terkapar tak berdaya tadi malam...." ucap Bryan, kini mareka saling tatap dalam diam....
"Ya. itu ulah mu..., sudah ah aku mau mandi dan bantu kak Lisa dan mama di bawah.." Vely berdiri dan
"Aduh...!" pekik Vely kesaktian
"Kenapa sayang...?" panik Bryan
"Ini ku sakit..." Vely menunjuk bawahnya nya
"Maafkan aku, biarkan aku membantumu..." Bryan mengedong Vely dan membawanya ke kamar mandi, kemudian mareka berdua mandi bersama
Vely keluar dari kamar mandi dengan tertatih tatih akibat pertempuran mareka tadi malam,
Setelah mengenakan baju yang sedikit menutupi lehernya Vely segera turun, namun tatapannya bertemu dengan tatapan sang mertua yang lagi menyusun makanan di meja....
Vely tidak enak hati karena tidak membantu menyiapkan makanan, dengan menunduk Vely berjalan ke arah Alice yang masih sibuk mengurus lauk pauk di meja
"Loh Bryan Mana Vel kok kamu sendiri aja...?" tanya Alice
"Dia di ka-mar ma..." ucap Vely gugup dan takut
"ya sudah sekarang kita makan bersama, kita udah masak, ayo pangil Bryan papa dan Dimas..." Vely menganguk dan segera memanggil ketiga orang itu
"Kamu engak makan?" tanya Bryan saat melihat vely duduk di sofa sambil mengendong Beby Lucio
"Makan aja duluan, aku mau nyusui Cio," Bryan mengeleng kepala dan duduk di samping Vely,
"Loh kok duduk? kamu pergi makan sana.." ucap Vely, dia pun membuka salah satu bukit kembar miliknya dan terkejut melihat bercak keunguan di sekitar dada nya, Bryan segera berdiri dan berlari kecil ke arah meja makan saat matanya menatap wajah Vely yang sangar...
"Vely mana bry, kok engak makan," tanya Alice
"Dia susui Cio ma," Alice mengerutkan keningnya,
"Bawalah makan untuknya, mama lihat dia sepertinya kecapekan, apa yang kau lakukan padanya hingga dia kelelahan seperti itu?" selidik Alice
"Mama ini kayak gak pernah muda aja..." usai Farhan
"Ya sudah Bryan bawa makanan untuk Vely dulu ma," Bryan membawa seporsi nasi dengan ukuran dua orang,
__ADS_1
"Sayang, kita makan dulu" Bryan duduk di sofa sambil mengaduk nasi agar bercampur dengan lauk
"Aaaaaaa" Vely membuka mulutnya lebar-lebar dan menerima suapan dari Bryan