Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Syok....


__ADS_3

"Maaf pak saya ingin menyampaikan kalau istri bapak sedang mengandung," ucap dr Sarah menengahi keduanya,


"Hamil...ma-ksudnya mengandung manusia?" tanya Bryan dengan wajah binar


"Iya pak, maksud dr Andi yang mengatakan positif itu artinya positif hamil, jadi sebentar lagi bapak akan menjadi ayah...." Bryan ber yes ria dia memukul kepala plontos itu karena tidak to the points kepadanya hingga timbul kesalahpahaman....


Vely tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata,


Terimakasih Tuhan atas segumpal darah yang kau titipkan di rahim ku, aku berjanji akan merawatnya dengan benar....Batin Vely senang


"Mulai sekarang gajih kalian naik dua kali lipat...." Bryan mengusir ke lima manusia yang datang mengecek Vely....


setelah semuanya keluar Bryan memeluk Vely dan mengecup kening nya dengan penuh kelembutan,


"Terimakasih sayang, kamu sudah berkenan mengandung anak ku lagi...." Vely tersenyum dan membalas pelukan Bryan,


"Semua orang harus tau kalau bryan akan memiliki anak lagi, dan Cio akan menjadi seorang kakak..." Vely tidak dapat berkata kata, dia masih syok....


"Sekarang kamu makan yah..." Bryan menyendok sedikit nasi dan menyuapi Vely, Vely tiba tiba menangis, Bryan yang bingung pun menaruh piring di atas nakas dan menangkup wajah Vely dan bertanya mengapa dia menangis...


"sayang kamu jangan tinggalin aku lagi yah, aku engak mau mengandung anak kita sendirian..." ucap Vely terisak pilu...

__ADS_1


"Engak akan sayang...aku berjanji akan menjadi ayah yang siaga menjaga kamu dan baby kita..." Bryan mengelus perut rata Vely dan tersenyum. Vely menganguk dan melanjutkan makannya...


"Yang kita pulang kapan? aku rindu sama Cio." ucap Vely setelah selesai makan,


"Tunggu dulu, nanti aku tanya sama dr Andi...." Vely menganguk dan kembali berbaring karena kepalanya masih nyut nyut...


***


"Mam ma, ma mam" Alice berdiri dan berjalan ke arah dapur mengambil buah yang iya kupas...


"Cio mam apel yah..." Cio menganguk kepalanya, balita itu menerima apa saja yang di berikan oleh Oma nya, apa lagi itu makanan...


"Pa, kayaknya rambut Cio harus di potong deh, soalnya takut nyucuk mata.." Farhan tersenyum dan mencium gemas pipi gembul cucunya yang mengigit apel mengunakan gigi kecilnya...


"Nanti kita ke salon buat motong rambut.." suara anak kecil itu melengking saat buah apel nya jatuh di lantai karena tersenggol tangan opa nya...


"paaaaa..." mata bulat itu menajam kala melihat apel nya sudah di lantai..


"Benar benar seperti Bryan waktu kecil.." ucap Farhan terkekeh geli melihat tingkah laku cucunya yang tak suka saat makanannya jatuh, keduanya tidak merasa kesepian jika balita tengil itu tinggal bersama mareka...


***

__ADS_1


"Noel kita pergi ke rumah opa dan Oma yok, pasti kak Cio ada di sana..." Lisa mengendong Beby Noel dan mengajaknya keluar,


sebelum pergi dia menelpon suaminya itu kalau dia pergi ke rumah Alice dan Farhan, setelah itu barulah dia pergi bersama supirnya...


Setelah sampai di rumah utama Lisa masuk di dalam dan menemukan cio yang tidur padahal sudah sore hampir malam...


"Eh ada Noel..." Alice mengendong Noel dan membawanya ke ruang tamu,


"Ma Vely dan Bryan belum jemput Cio, biasanya jam segini dia sudah di jemput?" tanya Lisa saat sudah duduk di sebelah Alice


"Kamu belum tau? Vely masuk rumah sakit karena pingsan, mama belum tau dia sakit apa...." ucap Alice, Lisa terkejut mendengar perkataan mama mertuanya,


"Kok bisa si ma...?"


"itulah mama engak tau, mungkin Cio Tidur di sini malam ini...nanti malam papa bawa Cio ke salon motong rambut, liat tu rambutnya nyucuk mata..." Lisa tersenyum dan menatap rambut Cio yang panjang dan berponi...


"Kamu juga sekali kali nginap di sini sama Manuel, mama kangen tau sama cucu mama..." Lisa tersenyum, dan menganguk


"Malam ini yah, nanti mama bilang ke Dimas," Lisa menganguk lagi


IKLAN

__ADS_1


__ADS_2