Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
keterkejutan Wenda


__ADS_3

malam harinya....


"Hallo mi" sapa Vely saat menelepon Wenda


"hallo nak, ada apa telpon mami malam malam begini, kangen yah?" ledek Wenda sekaligus bercanda


"Mi ada sesuatu yang ingin Vely ngomong..." ucap Vely sambil menahan tangisnya


"Mau ngomong apa nak? nanti mami ke kossan kamu sekalian mau jenguk kamu di sana" ucap Wenda kepada Vely


"Iya mi, Vely nunggu yah" sambungan telponnya terputus.... Vely segera membersihkan tubuhnya, dia menatap perutnya dan tersenyum


"Baik baiklah kau di dalam," Vely mengelus perut rata nya, dan tersenyum bahagia, sebentar lagi dia tidak akan kesepian di kosannya, dia bahkan membayangkan tangisan bayi di dalam kosannya...


kosan Vely cukup elit, di dalamnya ada dapur dan ruang kamar, kamar mandi dan toilet, di bagian belakang ada teras yang menyuguhkan pemandangan belakang kos dari atas, dari belakang Vely bisa melihat Gereja dan mesjid yang berdekatan, dan di situlah Vely menjemur pakaian nya,


satu jam kemudian


"Kamu mau ngomong apa nak," ucap Wenda Setelah meletakkan makanan di meja


"Mi, Vely hamil mi" Vely mengungkapkan bahwa dirinya tengah hamil...


"Apa...kamu hamil? Vely kita harus cari laki laki itu," Wenda menitikkan air matanya kala mendengar tuturan Vely yang mengatakan kalau dia tengah mengandung....

__ADS_1


"Tidak perlu mi, biarlah Vely yang menjaga dan merawat anak ini sendirian," Vely berusaha untuk kuat, tidak ada gunanya dia menangisi laki laki brengsek itu,


"Maafin momy nak, momy yang buat kamu seperti ini, seandainya momy tidak mem pekerjaan kamu di bar mungkin kamu tidak mengalami musibah ini" Wenda cukup merasa bersalah atas kejadian yang menimpa anak angkatnya


"Momy tidak salah, Vely yang lalai.... justru Vely bersyukur karena Vely akan mempunyai anak dan tidak kesepian" Vely meyakinkan Wenda, Wenda tersenyum melihat ketegaran hati seorang Nadia velysa.....


inilah putri kalian jeng ayu melysha nadia dan tuan reynard wellovel Alexander, dia sangat dewasa dan lemah lembut, Batin Wenda.....


kunjungan Wenda berakhir saat jam sudah pukul sembilan malam, dia memutuskan untuk pulang karena Vely harus istirahat....


"Nak, sebaiknya kamu tidak perlu kerja, momy ada untuk mu, biarkan momy yang menanggung biaya kehamilan mu dari awal hingga bersalin," Vely menolak, namun Wenda bersikukuh akan keputusan nya....


"baiklah mi, sebelumnya Vely mengucapkan banyak banyak terimakasih atas kebaikan momy," Vely memeluk tubuh Wenda dan mengantar sang ibu angkat menuju mobil, karena kosan Vely bertingkat dan Vely ada di lantai lima jadi Wenda meminta Vely untuk mengantar sampai depan pagar tangga turun saja,....." hati hati momy" teriak Vely saat melihat dari atas ketika Wenda hendak masuk mobil.....


***


"Aku harus mencarinya," Bryan mengambil hp nya dan menelpon Marco....


"Carilah informasi serta identitas, seorang gadis yang bekerja sebagai pelayan di bar milik Wenda, jika kau menemukan dia maka gajih mu bulan ini aku naikkan" ucap Bryan saat sambungan telponnya di angkat oleh Marco


"Siap boss" sambungan telponnya terputus, Bryan pun segera melanjutkan pekerjaannya,


kini dia lebih tenang....

__ADS_1


****


Marco mengunjungi bar milik Wenda, saat itu Wenda tengah mengawasi kegiatan di dalam bar, mulai saat ini Wenda tidak memiliki para ladies untuk memuaskan nafsu para lelaki hidung belang, kini bar itu hanya menyediakan minuman beralkohol berkadar tinggi hingga berkadar rendah,


"saya ingi bertemu dengan Wenda pemilik bar ini, apakah dia ada?" tanya Marco


"Saya sendiri, ada keperluan apa?" Wenda menatap wajah Marco penuh curiga


"Saya mau tau, apakah anda kenal dengan seorang wanita yang menjadi pelayan di cafe ini?" tanya Marco,


Wenda berfikir, hanya Vely lah pelayan wanita di bar miliknya selebihnya para lelaki....


apakah laki laki ini akan menyakiti Vely,


apakah ini benar, tidak...tidak ini tidak bisa di biarkan Wenda harus menutupi identitas Vely dan melindungi anak angkatnya itu,


"Maaf saya tidak ingat, setau saya pelayan itu sudah tidak bekerja lagi, karena dia meninggal" ucap Wenda berbohong


"Jangan menipu ku, saya bisa saja merobohkan bangunan ini," ucap Marco mengancam


"Robohkan saja, saya tidak berbohong apa lagi menipu mu," Wenda tidak gentar dia harus bisa melindungi anak angkatnya,


Marco segera meninggalkan tempat itu dan pergi ke kantor Bryan, untuk menyampaikan informasi yang iya dapat dari Wenda

__ADS_1


BAB 4 SELESAI


__ADS_2