
Sidah lima menit Vely menenangkan diri nya di dalam mobil. tentu saja Cio Bryan dan Hansel menungu dengan tenang
"Cio, Daddy Bangga padamu..." puji Bryan, dia mengelus kepala Lucio dengan lembut. Cio mendongak menatap wajah sang Daddy
"Angga tenapa? io belum bita belenag kodok ompat dan bayaya dantan," issssss kodok melompat dan buaya jantan lagi lagi dan lagi...
Bryan tergelak sedangkan Vely, dia menahan tawanya melihat wajah Bryan yang berubah
"Cio tadi jadi pemaaf yah..." Cio tersenyum
"Kan mumi bilang adi, talo tita itu halus dadi pemaap...." ternyata ajarannya Vely tidak sia sia, anak itu mengikutinya
"Anak pemaaf adalah anak yang baik..." Vely mengecup kening putranya dengan lembut, kemudian mengecup pipi Beby Hansel yang masih mengisap nipel nya
"daddy nya gak di cium ni?" Vely kembali mengecup pipi Bryan, namun na'as Bryan menutup mata Cio dan Hansel kemudian ******* bibir seksi Vely dengan rakusnya
"Daddy ada anak anak..." celetuk Vely saat ciuman itu selesai
"Kapan masa nifas kamu selesai yang...udah gak sabar ni.." ujar Bryan sambil menjalankan mobilnya
"Sebulan..." Bryan mendengus sebal..
"Ya sabar mas, kan ini karena ulah mu juga. lagi pula sebelum kita melakukan itu aku akan memakai alat kontrasepsi dulu biar gak kebobolan lagi..." celetuk Vely, Bryan menoleh sebentar
"Kita harus cari princess lagi, yang..." ujar Bryan tampa rasa dosa sedikitpun, Vely mendengus sebal. ingin sekali dia menjambak rambut dan memotong adik kecil Bryan, namun dia harus berfikir dua kali kalau ingin memotong adik kecil Bryan, nanti dia pakai apa? dan pasti mareka tidak dapat princess jika itu di potong
mareka sudah sampai, Cio masuk dengan laju sambil memegang bagian depan perutnya,
"Lemah loti lemah loti..." Cio mencari remah roti di meja
"Mumi...! lemah loti mana?" teriak Cio, Vely menidurkan Hansel di kasur Kusus miliknya kemudian menyusul Cio
"Ini..." Vely memberikan bungkusan roti ke Cio, anak itu kembali berlari ke ruang kerja Bryan..
"Dad...mana kopi dad. io lapan nih" Bryan tercengang,
__ADS_1
"Kamu mau minum kopi?..." tanya Bryan, dia mengalihkan pandangannya ke arah Cio
"Yaaaaaa...." ucap Cio panjang kali
Bryan keluar bersama Cio di gendongan nya...
"My...anak mu mau minum kopi.." Vely yang menyusun piring itu menoleh
"Tumben..." Vely mengecup pipi putranya dengan gemas,
"Lapar katanya..." adu Bryan
"Mau makan nasi gak? jangan minum kopi nanti gak bisa tidur nanti malam" larang Vely
"Kopi aja...tayak dad, Kelen.." Vely dan Bryan terkekeh,
"Baiklah tunggu sebentar, mommy buat" Vely membuat kan secangkir kopi susu untuk Cio,
"Aku juga dong my.." ucap Bryan
"mas, kamu kerja lagi gak hari ini?" Bryan mengeleng kepala,
"Jaga adek yah, aku mau buat kue..." Bryan dan Cio menganguk patuh,
"Uhhh kenang na...pelutna becan..." Cio memamerkan perut buncitnya yang kekenyangan, tentu saja. lihatlah se plastik itu habis olehnya
"antuk...Wahammm" Cio menguap, Bryan membentang matras halus dan lembut di dekat sofa dan menidurkan Hansel dan Cio di situ..dia melepaskan baju kaos Cio yang berwarna putih bergambar buaya dan semut kecil dia juga melepaskan celana pendek Cio dan menyisakan popok yang belum ada isinya
tak butuh waktu lama untuk menidurkan Hansel dan Cio, keduanya sudah larut dalam tidurnya
Sesudah menyucuk obat nyamuk dan menurunkan suhu AC, Bryan pun dengan tenang meningalkan keduanya di ruang keluarga
dia berjalan ke arah dapur dan memeluk tubuh mungil Vely yang asik mengocok adonan kue...
"Mas, kamu bikin kaget aja..." ujar nya
__ADS_1
"Lama kita tidak bermesraan seperti ini lagi..." Vely bergidik ngeri saat Bryan mencium tengkuk nya
"Mas, aku lagi buat adonan loh..." Vely melepaskan diri dari pelukan Bryan
namun Bryan kembali memeluknya dengan erat, "Kamu tinggal buat aja, aku gak ngapa-ngapain kok.." kini Vely berbalik badan
cup... kecupan manis Vely berikan di bibir Bryan, berharap dia melepaskannya
"jangan menggodaku sayang..." lirih Bryan menahan gairah
"Kau juga yang suka tergoda..." Bryan tersenyum,
"Lanjutkan lah, aku tidak sabar ingin makan kue buatan mu,..." Vely melanjutkan mengadon kue dengan Bryan yang masih memeluknya dari belakang
"Adek sama kakak kamu tinggal sendirian?.." Bryan menganguk
"Bisa juga dia tidur setelah meminum kopi..."ucap Vely terkekeh
"iya lah kan dia sudah menghabiskan se bungkus besar roti..." Vely tak percaya kalau Cio menghabiskan roti yang iya berikan tadi
"Benarkah? apa dia lapar..." ujarnya
"Aku gak tau, yang jelas Cio suka sekali memakan remah roti..." celetuk Bryan
"Kalau aku suka mengelus roti...." ujar Vely
"Roti apa?"
"Roti sobek mu..." jawabnya
"Ya ya...Aku lebih suka dengan dua gunung mu.." Vely terbelalak
"Dasar mesum..." keduanya berbicang mesra dengan ciuman dan ******* mesra yang terjadi selama menunggu kue selesai di oven
biasalah kemesraan mareka kadang di ganggu oleh Cio maupun Hansel...
__ADS_1
BERSAMBUNG