
Setahun sudah usia Cio, bayi mungil itu berubah menjadi balita yang tampan dan imut,
Lisa sudah melahirkan dua bulan yang lalu, anak mareka laki laki dan di beri nama
Goivano Manuel Rahardian akrab di panggil Manuel atau nuel
Vely kini sedang duduk di bangku taman, matanya melirik Bryan yang sedang bermain bersama Cio, Cio sudah aktif dalam berjalan namun masih sering jatuh...
"mas ini sudah siang loh, kita balik sekarang yok, aku udah lapar loh..." ucap Vely memanggil Bryan yang asik mengajak Cio bermain di rumput
"mommy udah pangil tu nak, kita balik yok..." ajak Bryan sambil mengedong Cio yang mulai berat...
"My my..."Pangil Cio sambil menggoyangkan bus hijau yang bernama rogy itu, sedangkan tayo Gani dan lani di tinggal di kamarnya
"Mommy lapar nak, lain kali kita akan ke sini lagi...." Cio menganguk kepalanya dan mainkan lagi si rogy
***
"Mas, aku binggung deh akir akir ini aku selalu telat datang bulan, aku pasti banyak fikiran selalu begitu..." ucap Vely saat sampai di depan pintu masuk rumah
"Benarkah, apakah itu baik? jika tidak kita pergi periksa ke dokter takutnya itu bahaya sayang..." ucap Bryan kawatir..
"Ah sebaiknya tidak perlu, itu tidak masalah semua wanita pasti seringkali mengalami hal itu..." ucap Vely, Bryan Vely dan Cio memasuki ruang keluarga dan duduk di sofa, Vely segera masuk ke area dapur untuk membuat makanan
__ADS_1
Bryan meningalkan Cio di ruang keluarga setelah membuat kandang untuknya supaya tidak keluar...
"Aku bantu..." Vely dan Bryan pun mulai memasak bersama
"sayang baunya wangi sekali, aku jadi lapar..." ucap Bryan saat tugasnya selesai dan sedikit menatap wajah cantik Vely yang mengunakan aparon di lehernya,
"temani Cio sayang," Bryan mengecup sekilas pipi Vely da segera berlari kecil ke arah Cio
Beberapa menit kemudian....
Sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk nya sudah terhidang dalam porsi besar, setelah menyiapkan dua sendok dan dua gelas air Vely langsung ke ruangan keluarga untuk makan bersama....
"Tadaaaaaaa" ucap Vely antusias sekali memperkenalkan makan yang iya bawa
"we pray first" Vely memejamkan matanya dan mengucapkan syukur kepada Tuhan, Cio melihat kedua orangtuanya pun berteriak....
"Kenapa nak..." ucap Vely setelah mengucapkan amin dan setelah membuat tanda kemenangan tuhan
"Mau mam juga?" Bryan mengambil biskuit cio dan memberikan biskuit itu kepada anaknya
Keduanya memulai sesi makanya, Bryan terkagum kagum melihat kepandaian Vely memasak, "Lama lama aku bisa gendut karena kau...." Vely terkekeh dan mencubit paha Bryan
"Dari pada kurus kering, kan lucu..." ucap Vely gemes, pasalnya Bryan protes kalau sering makan akan gemuk, namun sendok di tangannya tidak pernah berhenti mengaut nasi....
__ADS_1
"My my my..." ucap Cio berdiri di pagar dan melempar bola kecil ke arah Bryan,
"Mi mam mi..". Vely menyendok sedikit nasi dan menyuapi Cio yang sudah menganga dari tadi
"enak gak?" ucap Vely, Cio menganguk lemah dan melanjutkan untuk meminta makanan Bryan Dan Vely, Vely mengeleng kepala dan pergi ke dapur untuk membuat makanan ala Beby untuk Cio,
beberapa menit kemudian Vely datang dengan semangkuk bubur, Vely mengucapkan doa dan segera menyuapi anaknya, Bryan melihat Vely sedikit berubah,
dari tubuhnya mulai berisi dan nafsu makannya yang meningkat membuat Bryan sedikit bingung dan tidak terbiasa,
"Kenapa kau melihat ku seperti itu,? apakah ada yang salah?" Vely mengernyitkan keningnya heran
"Kau sedikit gendutan yah," ucap Bryan
Vely menatap tajam wajah Bryan,
"Kenapa kalau aku gendutan? kamu mau cari cewek seksi gitu?" ketus Vely kesal, namun dia juga bingung akir akir ini dia terlalu banyak makan
"Bukan begitu sayang, secara kan kamu itu sangat jaga body, agak aneh aja kalau kamu berubah pikiran dan ingin gendut.." elak Bryan,
"Kalau kamu gendutan kan lebih seksy lagi, aku makin cinta sama kamu...." Bryan mengedipkan matanya dan tersenyum penuh arti, Vely bergidik ngeri
Cio menatap wajah kedua orang tuanya dan kembali acuh, "mam mam mam, aaa" ucap Cio sambil membuka mulutnya lebar-lebar, Vely tertawa melihat tingkah laku anaknya itu
__ADS_1
"Sayang Terima kasih atas seporsi nasi cinta yang kau berikan pada suami mu yang tampan ini...." Vely tak menghiraukan perkataan Bryan, dia selalu menggoda Vely dan ujung ujungnya akan terjadi pertempuran sengit di atas ranjang...."itu ide licik ku..." batin Bryan tersenyum licik....