
Bulan berganti bulan,
Pertahanan Vely sudah sampai pada titik akhir, Wenda Ella dan yang lainnya menungu dengan cemas di depan ruangan,
menangis sambil menggenggam tangan suster di sampingnya, tubuhnya serasa remuk dan nyawanya serasa di ujung tanduk
"Sekali lagi Bu, kepalanya sudah keluar" ucap bidan yang menangani Vely.....
Dengan sekali tarikan nafas dan sekali teriakkan berhasil mengeluarkan manusia kecil dan mungil dari tubuh seorang Vely, tangisan haru menyelimuti luar ruangan, Wenda dengan tidak sabaran ingin masuk ruangan putih itu....
"Selamat ibu anaknya laki laki dan sehat" ucap bidan itu sambil memberikan bayi laki-laki itu ke dada Vely untuk segera di Susui
Selamat datang sayang, maafkan mommy yang tidak bisa memberikan Dady untuk mu,
selamat datang "Lucio thedore" ucap Vely saat menyebut kan nama bayi laki lakinya...
perawat dan bidan itu tersenyum dan membantu Vely untuk menyusui bayi pertama nya itu,
Tangisnya tidak berhenti sampai saat Wenda masuk bersama teman temannya yang lain,
Vely sudah bersih dan sudah di selimuti saat mareka datang
"Cucu ku" ucap Wenda haru, Ella dan teman teman yang lainnya terpaku menatap wajah bayi mungil itu
__ADS_1
"Vely kau benar-benar mengeluarkannya dari situ" ucap Ella o'on dan bego
Plakkkkk "Dasar aneh" ucap Nia sewot
"Tante kami juga ingin melihatnya" rutu Ella sambil mengerucutkan bibirnya
"Vely, selamat yah aku bangga banget punya sahabat tangguh Seperti kamu" ucap Widia menyemangati dan memuji Vely....
".........." Vely tidak menjawab perkataan Widia dia menangis dan menangis
"Vel loe kenapa?" tanya Widia panik melihat wajah Vely yang menangis tak henti hentinya
"Kenapa nak?" Wenda yang sudah memberikan Cio pada Ella pun menatap wajah cantik Vely yang berhiaskan air mata
"Liat mami...." Vely melihat Wenda..."kalau kamu bisa merawat diri kamu sendiri dengan cara yang mandiri. mami yakin kamu pasti bisa" ucap Wenda
"tidak ada anak yang mau lahir ke dunia ini dengan cara seperti ini, bahkan dia tidak pernah meminta dia untuk di lahirkan....Vely kamu tidak sendirian nak, ada mami ada teman teman kamu yang pasti siap untuk membantu kamu..." Wenda menyeka air mata Vely dan mengecup keningnya lembut....
"Vel, kita sahabatan loh...aku siap kok kalau harus jadi Bebysister nya!!.." Nia menjeda omongannya "Tunggu, kamu udah buat nama?" tanya Nia
"Udah..." ucap Vely singkat
"Siapa?" ucap Nia dan Widia serentak
__ADS_1
"Iya siapa nama si ganteng ini?" Ella yang mengedong bayi mungil itu segera memberikan bayi kecil itu ke pangkuan Vely
"Namanya...... Lucio Thedore" ucap Vely sambil mencium kening putranya itu
"Hai Cio..." sapa Ella sambil melambaikan tangan ke arah Beby Cio
"Hai aunty Ella, hai aunty Nia, hai aunty Widia dan hai Oma" mareka semua tertawa dan bahagia, tawa mareka mengusik ketenangan Beby Cio, bayi itu menangis dengan keras hingga Vely panik melihat tangisan itu
"ooooo kenapa nak?" Vely menimang nimag bayi nya...
"Haus kayaknya Vel" Vely segera menyusui bayinya, benar saja yang di katakan oleh Widia ternyata baby Cio haus, Vely meringis geli saat Beby Cio mengisap ****** susu nya dengan kuat...
Petang ini Vely sudah bisa pulang mengingat dirinya melahirkan secara normal, kondisi tubuh Vely yang sudah bisa berdiri itu segera meminta untuk segera pulang.....
"Bawa imunisasi setiap bulan yah Bu bayinya...untuk akta kelahiran nya..." dokter itu menatap wajah Vely
"Apakah Cio tidak memiliki ayah? setidaknya di akta kelahiran harus ada nama ayahnya" ucap dokter itu
"Ayah nya......" Vely kemudian tersenyum.
"Ayahnya sudah meninggal Bu...mati tengelam" ucap Vely berbohong, padahal di dalam hatinya
dasar laki laki tidak tau diri, semoga kamu tertimpa sial dan miskin seumur hidup.....Vely mengutuknya Bryan
__ADS_1
BAB 10 SELESAI