Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Main sama cucu...


__ADS_3

Tak lama terdengar riuh si kecil yang bangun tidur, Vely dan Bryan sedang mandi sementara mami Wenda menunggu para cucunya bangun..


Kris Tino Tio Dan Cristy menatap wajah Wenda dengan teliti, tak lama kemudian keempatnya berteriak...heboh ingin di gendong "Nenek gak bisa gendong semuanya, jadi gantian yah" karena mareka belum mengerti apa apa, Wenda hanya bisa pasrah ketika keempat berteriak karena tidak di gendong. Bryan yang baru keluar kamar itu menghampiri mertuanya dengan empat botol dot yang iya buat


"Eh, kok teriak teriak sih.." Bryan memberikan botol dot berisi air mineral...


"Mami gak bisa gendong semuanya..." ucap wenda, Bryan paham kemudian memberikan pengertian kepada anak anaknya yang masih terbilang bayi itu


"nenek mau mandi dulu ya, nanti kita main sama nenek lagi..." ucap Bryan memberikan pengertian, si kembar Hanya diam kemudian meminum air mineral yang di berikan Daddy mareka tadi


"Kalau begitu, mami pergi mandi dulu ya. nanti mami ke bawah lagi," pamit Wenda...


***


makan malam kini di mulai, Vely seperti biasa akan menyiapkan makanan untuk si kembar terlebih dahulu kemudian dia akan menyiapkan makanan untuk anak bujang nya yang ganteng ganteng dan bandel rada rada pintar itu


"Nenek, nenek beberapa malam tidur di sini?" tanya Lucio saat dia sedang berbicara dengan Wenda


"Mungkin malam ini saja, karena nenek ada pekerjaan lagi..." ucap wenda, Lucio dan Hansel menganguk,

__ADS_1


"Mi...nanti kalo mami nikah, undang kami yah" Wenda terkekeh Mendengar perkataan Vely,


"Iya lah. mana mungkin mami melupakan kalian..." usai makan malam, Wenda bermain dengan cucu cucunya


Mareka bercerita dan bercanda di ruang keluarga, teriakkan heboh terus menerus terdengar di telinga Bryan dan Vely saat anak anaknya itu mulai berebut mainan...


apalagi Cristy, dia adalah perempuan rasa cowok. selain nakal dan cerewet Cristy juga anak yang menyebalkan...


"Adek perinces, itu punya adek Tio..." peringat Hansel, Cristy tak menanggapi dia sibuk sendiri dengan mobil nya


"Daddy. liat adek gak mau dengar kakak" adu Hansel, Lucio berdiri kemudian mengambil mainan yang ada di tangan Cristy kemudian melemparkannya ke tong sampah,


Tangis Tio berhenti kini Cristy yang menangis,


sudah pukul 08:33 Vely mengendong anak anaknya menuju kamar mareka. si kembar sudah punya kamar sendiri walaupun masih mengunakan boks bayi yang super jumbo..


"Bobo yah..." ucap Vely Setelah memberikan sebotol susu ke masing masing mulut si kembar, sayup sayup mata keempatnya mulai lemas dan akhirnya tertidur lelap


"Good night son..." ucap Vely, beralih ke dua anak bujang nya, dia pun melakukan hal yang sama dengan si kembar kepada kedua si bujang

__ADS_1


Vely kembali masuk ke ruang keluarga di sana mami Wenda baru saja telponan sama Calon suaminya,


"Mi..." sapa Vely, Wenda menoleh dan tersenyum,


"Ada apa?" tanya Wenda


"Mami yakin dengan keputusan mami ini?" lagi lagi Vely memastikan keyakinan sang mami


"Yakin nak, oh iya gimana sahabat sahabat kamu, sudah hamil?" tanya Wenda, lama dia tidak mendengar kabar tiga sahabat bobrok Vely itu


"Sudah mi, Widia sudah melahirkan anaknya cewek sedangkan Nia baru menginjak sembilan bulan kandungannya dan Ella dia mau nunda dulu mi soalnya dia mau mengejar mimpi nya..." ucap Vely panjang lebar


"Oh. gimana dengan Lisa, apakah sudah melahirkan?" tanya Wenda lagi


"Kak Lisa dan Nia hanya berbeda beberapa hari saja mi," Wenda menganguk,


"Siapa nama anak Widia?"


"Rachel mi, nama panjangnya Rachela desly Elvano..." ucap Vely

__ADS_1


"Oh bagus, kamu kapan punya anak lagi..." Vely mendengus sebal mendengar perkataan mami Wenda


BERSAMBUNG


__ADS_2