Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Pagi sayang


__ADS_3

Vely sudah sampai di kosannya, dia sudah mendapatkan surat cuti dari kampus tempat dia menimba ilmu....


"Sayang kamu istirahat dulu yah, mami mau buat bubur untuk kamu...." Wenda menaruh semua perlengkapan bayi di kamar Vely...


"Iya mi...." wenda segera ke dapur untuk memasak...


"Kamu bobo di sini yah...mommy mau mandi dulu" Setelah memastikan kalau Cio aman di atas kasur Vely segera mencari baju piyama nya dan segera ke dapur untuk mandi....


"Vel ini air panas nya" iya mi, makasih yah...


"Mandi nya pelan pelan aja biar Cio mami yang jaga" Setelah berkata demikian Wenda segera ke kamar Vely untuk mengelap Bandan baby Cio....


Setelah segar dan wangi Vely segera keluar. saat akan melewati dapur Vely pun menoleh dan melihat bubur yang sudah mendidih, dia pun segera melanjutkan masakan mami Wenda


Setelah di rasa pas dan enak Vely pun membawa semangkuk bubur itu ke kamarnya


"Mi....Mami mau makan apa? nanti Vely masak" Vely meletakan buburnya di atas nakas kecil


"Nanti mami masak sendiri....kamu makan trus susui Cio yah" Vely menganguk kemudian memakan buburnya...


Karena tempat tidur Vely cukup untuk mareka bertiga Wenda pun memutuskan untuk tidur seranjang dengan Veky.....


"pelan pelan nak, haus ya..." kecapan kecil itu menimbulkan suara kecil yang lucu


Vely memeriksa tubuh putranya dan memastikan bayi itu tetap kering...


Vely baru tidur saat anaknya itu terlelap...


***


"Tuan muda Bryan, apakah saya tidak salah melihat?" tanya Marco saat duduk bersama Bryan di cafe

__ADS_1


"Lihat apa?" Bryan bingung dengan perkataan Marco


"Apak itu nona Ariel?" Marco menunjukkan jarinya kearah Ariel yang sedang duduk bersama kekasih barunya


"Aku tidak pernah perduli padanya.... sudahlah Marco Broto wilantomo kau ini sangat sibuk dengan kisah percintaan ku" ketus Bryan


"Tapi tuan apakah kau sudah mengakhiri hubungan kalian?" tanya Marco pada Bryan


"Saat itu!...tunggu apa kau sekarang terkena gangguan pendengaran? perasaan kau yang berdiri di dekatku waktu itu" Bryan menatap wajah Marco yang nampaknya sedang berfikir


"Oh...aku kira kau hanya bercanda tuan" ucap Marco cengengesan


Bryan memutar bola matanya,


"Ck ck apakah aku terlihat bercanda wahai Marco Broto wilantomo?" ketus Bryan


"Bisakah tuan memanggil ku Marco saja? tidak perlu Broto wilantomo nya. ah ibu dan ayah ku sudah susah dalam berfikir dan mencari nama yang bagus untuk anaknya yang tampan ini...." Bryan melipat bibirnya Hendak tertawa melihat keanehan serkertarisnya itu....


"Bagaimana hubungan mu dengan Ara? apakah sudah kandas" ledek Bryan, Marco tersenyum licik


"Hahaha kapan kau akan menikah...lama lama kau akan menjadi bujang lapuk" Bryan menatap Marco dengan wajah masamnya


"Tunggu aku sudah banyak uang dan membangun istana megah untuk Ara ku" ucap Marco sambil menyeruput kopi miliknya


"Bukankah gajih mu sebulan bisa membangun rumah mewah....? lalu kau tunggu apa lagi?" heran sekali Bryan dengan serkertarisnya itu...


"Kau belum memberikan bonus pada ku..." Mata Bryan menajam dan menghunus tatapan mata Marco yang menjengkelkan


"Tuan muda Bryan Cristian Rahardian ceo tampan dan baik hati.... bisakah kau memberikan bonus pada sekretaris sekaligus asistenmu ini?" Marco hanya bercanda, namun hal tak terduga terjadi


"baiklah..." ucap bryan

__ADS_1


"Yes" senang hati Marco


"Rasanya aku tidak percaya kalau vely meninggal...aku mencium aroma kebohongan dari muka wanita itu..." ucap bryan serius


"Apa yang akan kau lakukan tuan Jika dia masih hidup?" tanya Marco


"Tentu aku akan menikahi nya" Marco terdiam dan tersenyum...


ternyata tuan muda sudah jatuh cinta pada wanita yang bernama Nadia velysa....


"sekarang kita pulang aku ngantuk..." mareka pun pulang setelah membayar minuman mareka


***


Pagi harinya....


Jam enam pagi Wenda masak, setelah itu Wenda membersihkan tubuhnya dan membereskan kosannya Vely....


"Nak bangun" Veky terbangun dan menatap wajah wneda


"Apa mi" Vely yang masih mengantuk itu nampak Ling lung


"Mami mau ke bar, nanti mami pulang jam tiga sore.....kamu engak apa apa kan tinggal di rumah sendirian?" tanya Wenda memastikan


"Engak apa apa mi...mami udah makan?" Vely tetap menanyakan apakah Wenda sudah makan atau belum


"Sudah nak, makan ada di lemari, masih anget kok... ya udah mami mau berangkat dulu..."


"Iya mi hati hati" Vely mengantar mami Wenda sampai di depan pagar tangga dan segera masuk saat memastikan mami Wenda masuk ke mobil nya


"pagi sayang....uhh utu utu udah pagi ya Kesayangan nya mommy" nampak sekali Beby Cio merespon perkataan Vely dengan senyuman manis

__ADS_1


"Mommy mandi dulu yah nak...."vley meninggal kan bayi itu sebentar untuk mandi...


BAB 11 SELESAI


__ADS_2