Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
113


__ADS_3

Setelah sampai di villa Bryan langsung mandi sedangkan si kembar di titip ke tempat Nani dan yang lainnya di penginapan...


"Sini ayo sama mommy" Vely menuntun kedua putranya untuk ke kamar mandi,


***


Di tempat lain...


Reza sedang duduk di sofa apartemen Ariel, Ariel yang melihat Reza nampak berfikir itu langsung duduk di sampingnya


"Ay, kamu ngapain? lagi mikir apa?" tanya Ariel pelan seraya mengelus punggung tangan Reza, Reza menoleh dan tersenyum


"Engak apa apa kok, aku cuman bingung aja, tadi Lion ke sekolah dan ketemu sama mama aku yang juga kayaknya bawa anak kecil.." ungkap Reza, Ariel mengerutkan keningnya bingung, mama


"Mama kamu gak pernah gitu ay ketemu sama kamu dan Lion?" tanya Ariel

__ADS_1


"Heg, ketemu? aku berharap kami tidak bertemu dengannya lagi" ucap Reza datar, Ariel memeluk Reza dari samping


"Aku tidak tau permasalahan kamu dengan keluarga kamu dulu, tapi kamu tenang aja ada aku di sisi kamu sekarang" ucap Ariel menenangkan Reza, Reza membalas pelukan Ariel,


"Ngomong ngomong kamu gak ke cafe hari ini ay?" tanya Ariel. Reza tertawa renyah


"Kan aku asisten sekaligus kepala pelayan di cafe kamu, asisten kan mengikuti kemana perginya bos" Jawab Reza, Ariel terkekeh dengan perkataan kekasihnya itu...


"Baiklah, aku memutuskan untuk pergi sebentar ke cafe, eh maksudnya mampir sebentar kemudian kita berdua pergi ke mall, aku mau belanja" ucap Ariel masih bermanja-manja di lengan Reza...


***


"Aaaaaaaaaaaa" teriakkan Lucio memenuhi ruangan besar itu, dia ingin mendengar gema hingga berteriak sekuat mungkin, Bryan yang duduk di sofa hanya bisa mengeleng kepala,


tadi Lucio bilang kalo dia inggin mengetes gema kepada Bryan jadi Bryan membiarkannya

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaa" sekali lagi teriakkan Lucio memenuhi ruangan, Hansel yang tidak suka itu memukul Lucio dengan mainan keras tepat di dada Lucio, Lucio kaget kemudian menangis kuat...


"aaaa hiks hiks hiks hiks hiks!!!" tangisnya kencang karena kesakitan, Bryan yang melihat itu sontak menarik Hansel ke kamar tempat mareka tidur, Hansel ketakutan dan menunduk


"Apa yang pernah Daddy katakan? apakah pernah Daddy mengajarkan mu untuk ringan tangan..?" Marah Bryan, Hansel terdiam dan menangis takut


"Apa kau tau kau menyakiti saudara mu? Daddy tidak suka Jika kalian ringan tangan dan menyakiti sesama" lanjutnya, Vely yang keluar dari kamar mandi itu heran dan menghampiri keduanya


"Ada apa ini, mas?" tanyanya sambil mengelus kepala Hansel yang menangis


"Dia memukul Lucio dengan mainan keras di bagian dadanya, apakah dia anak ku? tidak ada anak Daddy yang ringan tangan seperti ini?" Hansel menagis histris, dia sedih mendengar perkataan Bryan yang terkesan serius, namun di dalam hati Bryan kalau itu hanya gertakan semata


Vely memeluk tubuh mungil Hansel dan mengecup kening nya, "Mas kamu apa apaan, kamu tidak seharusnya memarahi anakmu seperti ini" ucap Vely meninggi kan suaranya


"Kamu yang apa apaan, aku mengajarinya untuk lebih baik, apa kau mau anak anak mu menjadi seorang yang suka memukul, apa kau tidak ingat saat Lucio di sekap oleh Daniel dan di pukul...?" marah Bryan kepada Vely, dada Vely sesak saat Bryan membentaknya di hadapan anaknya, dari kejauhan seorang anak laki-laki sedang mengintip sambil menangis...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2