
Bryan keluar dari kamar bersamaan dengan Vely yang mengedong Cristy,
"kak, mana Abang Cio?" tanya Bryan, dia menoel Noel pipi tembem Hansel yang sedang menyedot susu kotak
"Di kamar, lagi pasang baju," jawab Hansel pendek, dia berdiri kemudian memindahkan siaran TV
"Dad, aku ikut yah antar Abang ke sekolah" Bryan menganguk, dia pun mencari jaket Hansel dan menyuruhnya mengenakan jaket itu
Bryan melihat Cio sedang memasang sepatu mahalnya, dia sedikit kesusahan memasuki kakinya, "Daddy bantu..." tawar Bryan memasukkan kaki Cio ke sepatu olahraga dengan perlahan
"Sudah? kalau sudah kita berangkat" Cio hanya berdehem saja...
"My, Kakak ke sekolah" pamit Lucio Vely
tersenyum dan mengecup pipi Lucio dengan lembut,
"Belajar yang baik yah" Cio menganguk, dia pun keluar bersama Hansel yang mengekori dari belakang,
"Mas brangkat yah, kamu hati hati di rumah" Vely menganguk, setelah mendapatkan kecupan manis dari sang istri Bryan pun berangkat mengantar anaknya
Di mobil.....
"Abang Cio, sudah bisa perkalian gak?" tanya Bryan mencairkan suasana, Cio dari tadi Hanya diam saja,
"Engak...." jawab Lucio ketus, anak itu benar benar marah kepada Bryan, karena malam kemarin dia meminta Bryan untuk membantunya membuat pr, namun tino dan Tio rewel hingga Bryan harus membantu Vely dan melupakan Lucio
"Kok gitu jawabnya, Daddy kan hanya nanya, kok di Jawab ketus banget" ucap Bryan dia memalingkan wajahnya ke arah Lucio,
__ADS_1
tak ada obrolan lagi, Bryan sudah menyerah saat bertanya kepada Lucio, karena Lucio hanya diam saja
Setelah mengantar putranya itu ke dalam sekolah dan menitipkannya kepada wali kelas, Bryan pun pamit pulang...
"Kak..." Hansel menoleh,
"Abang ngambek ya?" tanya Bryan lagi
"Mungkin, Daddy sih, orang Abang tadi minta di ajarkan perkalian. tapi Daddy malahan engak menangapi" ucap Hansel, dia juga merasakan apa yang di rasakan abangnya itu
Sampai di depan rumah Bryan pun masuk dan melihat Vely yang menjemur si kembar,
"Sudah pulang ternyata" ucal Vely, Bryan pamit ganti baju sedangkan Hansel dia langsung bermain dengan adik adiknya karena dia sudah mencuci tangan
Malam harinya......
"Butuh bantuan gak?" tanya Bryan,
"Engak..." ketus Lucio, Vely mengelus kepala Lucio dengan lembut,
"Engak boleh begitu sama Daddy nak, nanti dosa loh" Cio hanya diam saja, dia lagi fokus pada gambaran nya
Tidak tahan, Bryan mengambil alih buku Cio dan menyimpan semua alat melukis itu, Lucio kaget namun hanya diam saja, Bryan mengendong Cio dan membawanya ke sofa
"Tatap Daddy sekarang juga..." Lucio menatap Bryan, Vely menyimak apa yang akan di katakan Bryan, sedangkan Hansel sibuk sendiri dengan pensil warna nya, dia sedang melukis adik adiknya yang lagi tiduran,
"Daddy salah apa? Hem..." Lucio melengkungkan bibirnya ke bawah, matanya memerah akan menangis, hidung nya bergerak gerak
__ADS_1
"Jangan nangis..." ucap Bryan, dia inggin anaknya itu berbicara terbuka dan tidak diam seperti ini
"Apa salah Daddy, dari lagi Daddy di ketusin Mulu" Lucio kini meneteskan air matanya,
"Daddy kan bilang jangan nangis, apa karena Daddy tidak bantu buat Pr? atau apa?" Lucio turun dari pangkuan Bryan dan berlari ke kamar kemudian keluar dengan membawa buku yang berjudul matematika
"Liat ni, Cio di marahin karena tidak bisa membuat tugas, ini semua karena Daddy yang malas membantu Lucio,..." Isak Lucio, Vely mengusap punggung Lucio yang bergetar,
Bryan mengambil buku itu dan melihat nilai yang di dapatkan Cio
"Enam?" ucap Bryan pelan
"Daddy pelit," ucap Cio lagi, Bryan melepaskan buku itu dan meraih tubuh mungil Lucio,
"Sekarang Lucio duduk dulu yah" Cio duduk berhadapan dengan Bryan, sedangkan Vely dia juga duduk di samping Bryan
"Sekarang, Lucio di panggil Abang kan? ada adek Hansel adek Kris Tino Tio dan Cristy. sekarang Lucio adalah Abang dari mareka...Daddy ada empat bayi yang tidak tau apa apa, makan aja masih di botol, pup aja masih di popok bahkan belum bisa duduk.... apakah Cio tega melihat adek nangis nangis dan Daddy tidak menenangkan," Lucio terdiam dia pun sepertinya sedang berfikir
"Maafkan Daddy yah," Lucio Masih saja diam, bukan marah tapi berfikir
"Cio..." Cio kaget dan berdiri, dia memeluk tubuh Bryan dengan sayang, Bryan bisa merasakan ada ada air di pundaknya, Lucio sedang menangis
"Maaf, dad..." ucap Lucio, Hansel yang melihat Daddy dan Abang nya berpelukan itu pun memeluk keduanya
Vely tersenyum melihat keberanian anaknya untuk meminta maaf terlebih dahulu, dia juga salut kepada Bryan yang sangat sabar menghadapi tingkah Lucio..
yang lucunya lagi Hansel yang pun ikut berpelukan
__ADS_1
BERSAMBUNG