Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 100


__ADS_3

“Hm…..”, Daeun termenung di dalam kamarnya.


Sudah dua jam yang lalu dia sampai disini, apartemen milik agensi yang dipinjamkan oleh Daehyun. Pria itu memiliki kuncinya.


Daeun sudah membersihkan dirinya dan berganti pakaian yang dipinjamkan Daehyun. Beberapa barang pemberian fansnya. Mungkin fans Daehyun akan marah jika tahu barang pemberian mereka malah digunakan oleh Daeun, managernya sekarang, setidaknya sampai syuting drama ini selesai dan permasalahan hukum yang menjerat Pisbol Ahjussi dan agensi selesai.


Daeun membaringkan tubuhnya di kasur yang super lembut. Dia memandang langit - langit ruangan dengan pikiran entah kemana.


Pertama dia berpikir tentang betapa luasnya apartemen ini. Meski tak seluas milik Daehyun. Tapi, apartemen ini setidaknya dua - tiga kali lebih luas dari milik Daeun yang sekarang,


Kedua, pikiran Daeun sedikit tersemat oleh pandangan Daehyun saat tiba di unit apartemennya. Dia memandang unit apartemen Hyun Joo sebentar. Tatapan matanya menunjukkan perhatian.


Entah kenapa, Daeun tak bisa berhenti memikirkannya. Tidak. Daeun sudah berhenti memikirkannya. Tetapi siluet rekaman yang dia tangkap seperti terus bersarang di pikirannya, seberapapun usaha Daeun untuk mengusirnya.


‘Aku sudah melakukan hal yang bodoh. Bodoh. Bodoh. Jika aku kemudian di tugaskan untuk menjadi manager Hyun Woo -oppa misalnya, apa aku juga akan menyukainya? Ah.. benar. Mungkin memang begitu. Mungkin apa yang aku rasakan sekarang memang seperti seorang fans menyukai biasnya. Iya. Pasti begitu. Bedanya, bias itu berada di dekatku. Hm.. pasti itu.”, Daeun terus mencuci otaknya.


***********


“Oh Hyun Joo-ah..”, panggil Daehyun yang baru saja keluar dari unit apartemennya.


Seperti berjodoh, begitu membuka pintu, Hyun Joo juga melakukan adegan yang sama di depannya. Apartemen mereka berseberangan. Hal yang mereka lakukan sebelumnya persis seperti adegan mirroring dalam sebuah music video.


“Ah.. Daehyun-shi. Selamat pagi.”, ucap Hyun Joo tersenyum tipis.


Senyumannya masih berbeda. Suasana yang dia ciptakan di sekitarnya juga berbeda. Gadis itu seperti tertekan. Dia seperti seolah ketakutan pada sesuatu yang tentu saja Daehyun tidak tahu.


“Kau baik - baik saja?”, tanya Daehyun sebelum Hyun Joo melangkah pergi.


Entah kemana. Gadis itu hanya mengenakan sweater dalam dengan celana long pants dan masker serta topi. Persis seperti selebriti yang ingin keluar tanpa pengawasan manager.


‘Apa Yura noona tidak bersamanya?’, Daehyun bertanya - tanya namun hanya bisa dalam hati.


“Oh.. kau tidak perlu khawatir. Aku baik - baik saja. Aku harus pergi.”, ucap Hyun Joo seperti terburu - buru.

__ADS_1


“Tunggu.”, Daehyun menarik lengan Hyun Joo.


Awalnya hanya untuk menghentikan langkahnya karena Daehyun ingin berbicara sebentar dengan Hyun Joo. Namun, Daehyun justru menarik lengan itu dan membawa Hyun Joo ke dalam pelukannya.


Daehyun memejamkan matanya. Dia ingin membuang semua penghalang yang ada di sekitar mereka. Daehyun seperti ingin diam sebentar mendengarkan detak jantungnya. Seperti sedang memastikan sesuatu.


Disisi lain, Hyun Joo terkejut tetapi mengartikan pelukan Daehyun sebagai bentuk perhatian yang benar - benar dia butuhkan sekarang. Tadinya, Daehyun tidak memeluk Hyun Joo erat. Biasa saja. Dia bahkan tidak merangkul tangannya ke punggung Hyun Joo. Tetapi, hanya mendekatkan diri mereka saja.


Sebaliknya, Hyun Joo justru menggamit pelukan itu sehingga lebih dekat lagi. Hyun Joo menyilangkan kedua tangannya di punggung Daehyun hingga pelukan itu rapat. Kali ini, bukan Hyun Joo yang kaget tetapi Daehyun.


Hyun Joo perlahan menangis. Tubuhnya sedikit bergetar. Daehyun bisa merasakannya. Sontak, pria itu tentu langsung bertanya.


“Kau kenapa? Kau bilang baik - baik saja. Tetapi kenapa kau menangis?”, tanya Daehyun.


Hyun Joo kemudian menggeleng. Dia tidak mengeluarkan suaranya tetapi tidak juga berniat melepaskan pelukannya pada Daehyun.


“Lepaskan dulu dan kita bicara? Kau ingin kita bicara di apartemenku?”, tanya Daehyun.


Kedatangan Daehyun ke apartemen Hyun Joo juga bukan ide yang baik. Meskipun Yura belum mengatakan apa - apa, tetapi Daehyun sudah bisa merasakan pancaran kemarahannya.


“Ini.”, sesampainya di dalam apartemen Daehyun, Hyun Joo dipersilahkan untuk duduk di kursi ruang utama.


Daehyun kemudian meletakkan air putih di atas mejanya. Gadis itu menerima dengan baik dan menghabiskannya.


“Tarik nafas pelan - pelan. Keluarkan. Jika kau sudah mulai tenang, aku siap mendengarkan.”, balas Daehyun kemudian.


Seharusnya, dia berencana untuk olahraga hari ini. Dia harus tampil maksimal untuk acara penghargaan nanti malam. Tuxedo yang dia coba tempo hari mengharuskan dirinya tampil dengan bentuk tubuh yang prima.


Tapi, baiklah. Dia akan menyediakan waktu untuk Hyun Joo dan kemudian bisa lanjut berolahraga.


Daehyun melihat jamnya sebentar. Kemudian, dia memperlihatkan ekspresi heran.


‘Sudah jam segini. Tumben Daeun tidak mengecekku. Apa dia terlalu nyaman di apartemen itu sampai - sampai jam segini masih tidur? Bukankah aku bilang aku membutuhkannya jam segini? Tapi ya sudahlah, lagipula aku sedang bersama Hyun Joo.’, pikir Daehyun dalam hati.

__ADS_1


“Apa kau sedang menantikan seseorang?”, ujar Hyun Joo yang menyadari tatapan Daehyun.


“Ah.. tidak - tidak. Santai saja. Apa kau sudah tenang sekarang?”, tanya Daehyun.


Hyun Joo mengangguk pelan.


“Kau bersedia bercerita? Aku tidak akan memaksamu. Tetapi, jika kau perlu orang untuk membantumu, bukankah aku orang yang paling tepat?”, ucap Daehyun.


Pria itu ingin mengatakan bahwa dia adalah kekasihnya. Seharusnya, jika ada yang terjadi, maka Hyun Joo bisa mengatakan padanya.


Hyun Joo nampak masih enggan untuk membuka suara.


“Apa ini tentang pria bernama Min Hyuk Jae itu?”, tanya Daehyun.


Hyun Joo langsung bergeming mendengar nama itu. Tidak salah lagi. Diamnya Hyun Joo, perubahan sikapnya, dan ketakutan yang dia tunjukkan pada Daehyun pasti ada hubungannya dengan Min Hyuk Jae.


‘Sebenarnya ada hubungan apa antara Hyun Joo dengan Min Hyuk Jae?’, pikir Daehyun dalam hati.


**************


Daeun, gadis itu hampir tidak bisa tidur semalaman. AKhirnya setelah bisa terlelap beberapa jam, dia terbangun. Masih pagi memang, tapi dia ingat kata - kata Daehyun untuk membelikannya salad dan smoothies di cafe yang ada di seberang apartemen.


Pria itu ingin sebelum dia masuk ke dalam gym hari ini, dia sudah harus menyantap dua makanan itu. Daeun diperintahkan untuk membawanya langsung ke apartemennya.


Disanalah Daeun akhirnya tanpa sengaja melihat Daehyun dan Hyun Joo sedang berpelukan. Mereka berdua sepertinya terlalu fokus sehingga tak mendengar ada lift yang berbunyi dimana di dalamnya adalah Daeun.


Pintu lift sudah terbuka, namun belum ada tanda - tanda gerakan dari Daeun untuk keluar dari dalam lift. Sampai akhirnya pintu lift kembali tertutup perlahan. Daeun tersentak dan mencoba menekan tombol pintu lift agar tetap terbuka.


Dia masih ingin melihat tapi tak punya nyali untuk turun. Akhirnya setelah tak ada gerakan lagi, pintu lift tetap kembali tertutup.


Sebelum pintu tertutup sempurna, Daeun menyaksikan Hyun Joo mempererat pelukannya pada Daehyun dan pria itu meletakkan telapak tangannya di sela - sela rambut Hyun Joo.


Ting. Pintu lift kemudian kembali tertutup sempurna. Daeun memilih menekan lantai menuju gym dan menunggu Daehyun disana.

__ADS_1


__ADS_2