Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 72


__ADS_3

“Daehyun suka makanan apa?”, tanya seorang wanita yang sekarang tengah pergi bersama Daeun ke sebuah kantin di sekolah menengah.


Proses syuting dilakukan di sebuah sekolah swasta elit yang terletak di kawasan perbukitan. Kebanyakan murid yang bersekolah disini adalah anak - anak orang kaya yang memilih untuk tinggal menepi.


Wilayahnya masih relatif dekat dengan perkotaan, namun suasananya memang lebih sepi. Pihak produksi memilih area olahraga sekolah yang berada di area terpisah dengan gedung utama. Meskipun begitu, terdapat lorong penghubung yang memang biasa digunakan oleh penghuni sekolah.


“Hm.. apa ya.. Aku tidak terlalu tahu. Aku hanya menggantikan Seongmin-oppa, manager Daehyun sebelumnya. Jadi, aku belum begitu mengetahui apa yang disukai oleh Daehyun.”, jawab Daeun jujur.


Meskipun belakangan ini mereka terlihat sering bersama, tetapi Daeun masih belum mengetahui Daehyun. Daripada dia dianggap mengada - ada, lebih baik dia jawab tidak tahu. Apalagi, Daehyun juga orang yang privat.


Daehyun memang terlihat extrovert dan ramah dari luar, tetapi dia sangat menjaga privasinya. Semua member Triple Kill seperti itu. Karena itu, mereka tidak terlalu suka jika harus melakukan promosi yang sama dengan Idol.


Mereka tidak suka wawancara, apalagi jika menanyakan perihal urusan pribadi. Mereka masih muda. Entah sampai kapan, mereka bisa mempertahankan idealisme mereka seperti ini di industri hiburan.


“Ah.. aku belikan dia kimbap saja. Boleh kan? Kau akan memintakan tanda tangan padanya, kan?”, tanya wanita itu lagi.


Mereka bertiga sebenarnya sama - sama nge-fans dan penasaran seperti apa Daehyun. Namun, dua orang lagi lebih bisa menjaga sikapnya dan masih seperti biasa saja. Sedangkan manager yang satu ini, dia terus memastikan bahwa dirinya akan mendapatkan tanda tangan pada Daehyun.


“Unni, sepertinya kau nge-fans berat dengan Daehyun.”, kata Daeun.


Awalnya, Daeun biasa saja. Namun, lama kelamaan dia juga risih karena dari awal hingga sampai di kantin sekolah, wanita itu terus saja mengatakan dan bertanya tentang Daehyun.


Daeun sengaja memberikan sindiran halus.


“Ahaha.. Apa aku bersikap berlebihan? Haha… aku menyukainya sejak pertama mereka debut. Aku selalu memutar musiknya di mobil. Aku tidak menyangka Daehyun bisa terjun ke dunia akting dan aku bisa satu lokasi.”, ucap wanita itu tertawa lebar.


‘Hah… tidak ada gunanya aku menyindirnya.’, ucap Daeun menyerah.

__ADS_1


“Kalau begitu aku akan membeli kopi, salad, dan beberapa buah sandwich.”, ucap Daeun menaruhnya di meja kasir.


Hari masih pagi. Jam pelajaran sekolah baru saja dimulai, sehingga tidak ada siswa yang berkeliaran apalagi berbelanja di kantin. Proses syuting untuk suasana sekolah akan di mulai di malam hari. Untuk suasana siang, mereka mengambil hari libur.


Sepertinya tempat ini akan menjadi rumah kedua untuk Daeun selama beberapa waktu ke depan. Sulit mencari makanan disini selain yang dijual oleh kantin.


Sembari yang lain masih memilih - milih makanan, Daeun mencoba menghubungi ponsel Daehyun untuk memastikan lagi pesanannya. Jarak antara kantin dan area olahraga tadi lumayan jauh. Dia tidak ingin tiba - tiba pria itu menyuruhnya untuk membeli yang aneh - aneh.


“Oh.. Daehyun-hyung.. Disini ada…”, Daeun mencoba untuk memberi tahunya apa saja makanan yang tersedia di kantin ini.


“Ya.. Daeun.. Tiba - tiba aku ingin sosis dan ramyun. Belikan untukku. Oiya, es krim. Kau juga boleh beli. Kalau ada onigiri, aku juga mau. Permen juga. Oiya.. ada apa lagi disana. Permen karet, sepertinya aku juga butuh permen karet….”, dan untuk beberapa menit kemudian, Daehyun seperti sudah mendaftarkan semua isi kantin padanya.


“Yaaaa… kau sedang diet. Aku bisa melepaskanmu untuk yang kemarin. Tapi hari ini, jangan harap kau bisa makan seenakmu. Aku bisa dihabisi Bokman Ahjussi. Aku akan membelikan yang sesuai dengan perintah Bokman Ahjussi. Apa ada yang lain yang kau butuhkan?”, tanya Daeun setelah setengah kesal karena Daehyun terus saja memperalatnya.


“Untuk apa kau bertanya kalau kau melarang ini - itu. Belikan aku topi. Disini panas dan kau tidak membawakan aku topi.”, kata Daehyun kemudian langsung menutup ponselnya.


‘Orang ini gila. Mana ada di kantin menjual topi.’, kata Daeun dalam hati.


**********


“Kalian bertemu disini. Dia anak baru di kelas tiga dan kau sedang bermain basket. Hey.. bisa tambahkan sedikit efek keringat di wajah Daehyun?”, rupanya proses syuting Daehyun untuk adegan selanjutnya sudah dimulai.


Sang sutradara dan juga penulis skenario sibuk memberikan arahan pada kedua pemain utama.


Ya, beberapa waktu lalu, Hyun Joo sudah tiba dan berada di dalam mobil. Sekarang, dia sudah berada di depan Daehyun untuk memulai proses syuting pertemuan pemeran utama di lapangan basket.


Daehyun mengenakan baju olahraga sekolah dan Hyun Joo sebagai pemeran utama wanita masih mengenakan baju bebas karena dia baru saja pindah sekolah.

__ADS_1


“Daehyun-shi…”, teriak Hyun Joo, begitu dia keluar dari mobil.


Teriakan Hyun Joo sontak membuat orang - orang sekitar yang mendengarnya langsung menoleh. Ada yang mengeluarkan tatapan biasa saja. Ada juga yang berbisik - bisik karena kaget jika mereka berdua ternyata saling kenal dan akrab.


Siapa lagi yang bisa langsung berteriak di lokasi syuting saat bertemu kalau bukan mereka sudah akrab.


“Yaaaa… Jang Hyun Joo, pelankan suaramu. Kau ingin memberitahu semua orang kalau kau menyukai Daehyun?”, ucap manager Hyun Joo sambil menarik lengannya dan berbisik.


Saat itu, posisi Daehyun masih jauh di depan dan sedang melambai ke arahnya. Daehyun tahu benar membaca situasi. Di saat seperti itu, dia tidak menghampiri Hyun Joo dan membiarkan gadis itu berjalan ke arahnya.


“Yaa .. yaa.. Yaa.. maaf. Hampir seminggu bersama Hyuk Jae brengsek itu, aku sangat merindukan pria seperti Daehyun. Aku hilang kendali.”, ucap Hyun Joo juga ikut berbisik namun berusaha melepaskan tangan managernya.


‘Hah… harus kuapakan gadis ini.’, teriak manager Hyun Joo dalam hati.


Gadis itu tak bisa memperbaiki mimik wajahnya.


‘Apa - apaan senyum lebarnya. Apa dia ingin mengumumkan skandalnya pada semua orang?’, manager Hyun Joo sudah sangat stress saat ini.


Dia memegang leher belakangnya karena terasa sangat sakit memikirkan Hyun Joo.


“Annyeong haseyo… Annyeong haseyooo…”, Hyun Joo tak lupa menyapa semua yang ada disana saat sebentar lagi dirinya sudah hampir dekat dengan Daehyun.


Beberapa pasang mata memuji kecantikannya. Apalagi dia mengenakan baju casual yang menjadi outfit syuting adegan pertama dengan Daehyun.


“Bagaimana kabarmu, Hyun Joo-shi?”, tanya sutradara.


Hyun Joo sudah tak sabar ingin mengobrol dengan Daehyun, namun tiba - tiba sutradara pendukung menghampirinya dan memotong jalannya untuk memberikan salam. Hyun Joo terpaksa harus tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2