Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 117


__ADS_3

“Jang Hyun Joo!”, ucap Yura pada Hyun Joo yang mengurung dirinya di kamar semenjak selesai melakukan press conference.


Pintu terbuka dan Hyun Joo terlihat berjalan kembali ke atas kasurnya lalu menutup sebagian tubuhnya dengan selimut.


“Kau sudah tidak makan selama beberapa hari. Aku membawakan makananmu. Pastikan kamu makan barang sesuap nasi saja.”, ucap Yura meletakkan makanan yang baru saja dia beli di atas meja.


Jang Hyun Joo tidak menjawab sama sekali perkataan Yura. Dia hanya terdiam mematung di balik selimutnya.


“Dua hari lagi, polisi akan mendatangi kediaman Daehyun. Aku sudah meminta agensi untuk membersihkan apartemenmu. Sebelum hari itu, sudah dapat dipastikan tidak akan ada yang membuka mulut kalau kau pernah tinggal di unit apartemen itu.”, ucap Yura sebelum meninggalkan ruangan.


Yura sudah hampir meninggalkan kamar Hyun Joo sebelum akhirnya wanita itu mengeluarkan suaranya lagi.


“Jika kau memutuskan jalan ini. Setidaknya jangan setengah hati.”, kata Yura sebelum melangkahkan kakinya benar - benar keluar dari sana dan menutup pintunya.


Jang Hyun Joo menangis tersedu - sedu Tubuhnya bergetar dan air matanya tak terbendung lagi. Bantal itu masih basah terkena tangis yang kemarin dan sekarang sudah terkena tangis yang baru lagi.


“Kau tinggal pilih antara dua. Video bullying ini tersebar dan kau tidak akan bisa menginjakkan kaki di dunia entertainment lagi, atau kau mengikuti skenarioku.”, ucap Min Hyuk Jae pada Jang Hyun Joo. 


Pria ini terlihat biasa saja saat pertama kali bertemu kembali semenjak terakhir kali mereka hilang kontak. Namun, kekejamannya masih sama dengan yang dulu. Min Hyuk Jae, pria licik yang Hyun Joo harap seharusnya dia tidak pernah terlibat dengan pria ini sejak awal. 

__ADS_1


“Dan membiarkan Daehyun masuk ke dalam rentetan masalah yang kau buat sendiri?”, teriak Hyun Joo. 


“Kenapa? Kau tidak terima? Salah sendiri kenapa kau membiarkan dirimu terlibat dengannya? Kau tahu, sejak pertama kali aku melihatnya, aku sudah ingin muntah. Dia tidak cocok dengan orang seperti kita. Dan kau malah memacarinya? Sinting.”, ucap Min Hyuk Jae tertawa sinis. 


“Kenapa kau harus memintaku melakukan semua ini?”, tanya Hyun Joo. 


“Hm…”, Min Hyuk Jae nampak bersikap sarkas dengan berpura - pura berpikir. 


“Aku akan memutuskan Daehyun dan tidak terlibat lagi dengannya. Kau tidak perlu bertindak sampai sejauh ini.”, kata Hyun Joo setengah memohon. 


“Kenapa? Kau berpikir aku melakukan ini karena aku tidak suka kau berpacaran dengan Kang Daehyun itu?”, tanya Hyuk Jae. 


“Bukankah dia memintamu untuk mengakui kasus bullying itu dan meminta maaf?”, ucap Hyuk Jae. 


“Kau tahu darimana?”, tanya Hyun Joo heran. 


Min Hyuk Jae hanya menatapnya dengan tatapan menang. 


“Yura? Kau memberitahunya pada Yura?”, mata Hyun Joo membulat seakan tidak percaya. 

__ADS_1


“Aku mencoba melindungimu.”, ucap Hyuk Jae tersenyum. 


“Kau gila.”


“Aku beri pilihan hingga nanti malam. Aku sudah tidak sabar menantikan wajah Kang Daehyun muncul di billboard terbesar di kota ini. Atau kau ingin itu menjadi wajahmu?”, kata Min Hyuk Jae. 


“Bagaimana bisa, kau?”, tanya nya. 


“Atau, mau aku tunjukkan video yang ini.”, ucap Hyuk Jae yang menghidupkan kembali monitor yang ada di depan kasur mereka. 


“Dasar brengsek kau, Hyuk Jae.”, kata Hyun Joo melemparkan bantal pada Hyuk Jae. 


Lebih tepatnya dia berusaha menemukan apapun yang ada disana yang bisa dia gunakan untuk mengungkapkan kekesalannya pada Hyuk Jae. 


***********


“Aku ingin berbicara dengan Hyun Joo.”, ucap Daehyun saat Daeun tiba di unit apartemennya.


“Apa? Kau sudah tidak waras? Semua orang sekarang sedang berpikir kalau kau sudah melakukan hal yang tidak sepantasnya pada Hyun Joo. Dan kau mau menemui wanita itu?”, tanya Daeun tidak percaya.

__ADS_1


“Aku hanya ingin bertanya kenapa dia melakukan hal seperti ini padaku.”, ucap Daehyun


__ADS_2