
Suara gemericik air shower dari kamar mandi terdengar jelas memecah keheningan malam di sebuah apartemen elit di tengah kota. Ya, itu adalah apartemen milik Daehyun. Sebagai seorang member idol band, ketenaran Triple Kill memang tidak sebanding dengan para idol lainnya. Namun, dari segi income, mereka juga tidak kalah.
Buktinya, belum setahun mereka berkarir, masing - masing member Triple Kill yang sebelumnya tinggal di rumah orang tua mereka sudah bisa membeli sebuah apartemen elit di perkotaan. Hanya saja, untuk Jiwoo yang memang berasal dari keluarga konglomerat sudah tidak perlu membeli hunian tersebut. Sejak lahir, mungkin dia sudah memiliki beberapa gedung tinggi di perkotaan.
Kim Ji Su - drummer Triple Kill masih tinggal bersama keluarga besarnya. Sayangnya, rumahnya sangat jauh dari pusat kota. Sehingga, dia biasanya untuk situasi - situasi tertentu, Jisu memilih untuk menginap di hotel atau tidur di studio agensi.
Saat ini, dia sedang mempertimbangkan untuk membeli sebuah hunian apartemen, namun masih belum menemukan yang cocok. Harga apartemen milik Daehyun lumayan menjanjikan, setidaknya lebih murah dibandingkan yang lain, namun sudah tidak ada unit yang tersisa.
Jiwon juga memilih tinggal di apartemen seperti Daehyun, namun dia tidak membeli namun menyewa sebuah apartemen yang lebih mewah dari milik Daehyun.
Sama dengan Jisu, Hyunwoo masih tinggal bersama kedua orang tuanya. Namun, berbeda dengan Jisu, rumah Hyunwoo berada di pusat kota. Jadi, dia adalah member yang paling memungkinkan untuk datang tepat waktu jika ada agenda untuk latihan di studio.
Meski tidak setajir melintir Jiwoo, Hyunwoo juga berasal dari kelaurga terpandang. Kakeknya adalah mantan kepala Jaksa di distrik. Ayahnya sempat menjadi jaksa namun kemudian bergabung di firma hukum yang dikelola oleh keluarga ibu Hyunwoo.
Mungkin, ada alasannya mengapa Hyunwoo memiliki kepribadian yang kaku dan tidak terbiasa dengan kamera. Para member tidak pernah menanyakannya. Hyunwoo juga menutup rapat informasi keluarganya.
Daehyun sedang mengeringkan rambutnya, setibanya di rumah, dia langsung membersihkan diri sebelum bersiap untuk tidur. Ini memang menjadi kebiasaan Daehyun. Menurutnya, dia bisa tidur jauh lebih nyenyak jika sudah membersihkan diri.
Tak jarang, Daehyun juga berendam air panas jika dia sedang stress atau memiliki masalah. Dengan begitu, saat tidur, dia bisa lebih tenang.
Tling Tling Tling
Notifikasi pesan bermunculan di ponsel Daehyun. Dengan malas ia mendekati ponselnya yang ia taruh diatas nakas meja dekat lemari. Daehyun membuka ponselnya dan ternyata berbagai pesan dari grup Triple Kill muncul. Isinya adalah perseteruan yang sangat kekanakan dari Jisu dan Jiwon. Keduanya memang bagai dua kutub magnet, sulit untuk bersatu.
“Ah.. mereka ada - ada saja.”, kata Daehyun kembali menutup ponselnya.
Daehyun sudah bisa menebak bagaimana berbalas pesan di grup itu akan berakhir. Keduanya memang sudah seperti Tom and Jerry. Bahkan, tak jarang keduanya hanya bertarung melalui stiker - stiker yang membuat grup mereka penuh. Kadang Daehyun ingin meng-kick mereka atau membuat grup baru yang isinya tidak ada mereka.
“Okay.. sudah larut malam juga. Aku hanya punya waktu beberapa jam untuk beristirahat.”, kata Daehyun melemparkan handuknya sembarangan.
__ADS_1
Daehyun menepuk tangannya dua kali untuk mengubah warna lampu menjadi redup.
“Sirri, set alarm to 5.30.”, kata Daehyun memberikan perintah pada ponselnya.
Ponsel canggih itu langsung merespon dan mengatur alarm di jam sesuai dengan permintaan Daehyun.
Daehyun segera merebahkan tubuhnya di kasur. Namun, belum lagi kepalanya menyentuh bantal, suara bel apartemennya berbunyi.
Ting Tong Ting Tong Ting Tong
“Ah… siapa sih yang malam - malam begini membunyikan bel? Jangan bilang ini Jisu. Dia tidak pulang ke rumah lagi?”, Daehyun mengeluarkan segala omelan yang dia bisa sambil berjalan malas menuju pintu masuk.
Ting Tong Ting Tong
“Ya… kenapa tidak sabar sekali. Ingin aku hancurkan saja bel itu. Aku ingin segera tidur, kau tahu tidak aku hanya tinggal berapa jam saja untuk…..”, mulut Daehyun tiba - tiba berhenti saat melihat orang yang muncul di layar untuk membuka pintu apartemen.
Bukan Jisu, tetapi seorang wanita.
“누구? (Nugu…?)”, tanya Daehyun bingung.
Dia belum membuka pintu namun berusaha berkomunikasi dengan wanita yang ada di depan pintu apartemennya.
“안녕하세요 (Annyeong Haseyo), saya adalah penghuni baru di apartemen di seberang Anda. Saya baru pindah hari ini dan manager saya yang memindahkan semuanya. Namun sepertinya saya tidak terlalu mengingat nomor passwordnya. Ponsel saya mati, hari juga sudah sangat larut, saya tidak berani ke bawah untuk memanggil petugas keamanan.”, tutur wanita itu.
“Boleh saya meminjam charger atau mungkin apakah Anda tahu bagaimana cara menghubungi bagian keamanan di bawah?”, lanjut wanita itu lagi.
“Ohiya, mohon maaf. Nama saya Jang Hyun Joo.”, kata wanita itu lagi.
“Ahhhh…. Jang Hyun Joo? Apa mungkin aktris Jang Hyun Joo?”, tanya Daehyun kaget.
__ADS_1
Sebuah kebetulan yang sangat tidak mungkin terjadi. Bagaimana seorang Jang Hyun Joo bisa berada di depan apartemennya.
“Ya.. ya.. Betul. Saya aktris Jang Hyun Joo, oh Anda mengenal saya?”, Hyun Joo merasa senang karena ada yang mengenalnya.
Padahal menurutnya, dia masih belum se terkenal itu. Daehyun akhirnya membuka pintu dan saling bertemu dengan Hyun Joo.
“Oh? Triple Kill, Kang Daehyun?”, tanya Hyun Joo juga ikut terkejut melihat siapa yang ada di depannya.
“Eh? Kamu mengenalku?”, tanya Daehyun tak kalah kaget.
Menurutnya, hal yang biasa kalau dia mengetahui Hyun Joo, karena aktris itu adalah aktris pendatang baru yang sedang hits beberapa bulan terakhir. Namun, hal yang aneh kalau Hyun Joo mengenal Daehyun.
Selain Idol Band Triple Kill tidak begitu terkenal di dunia entertainment, dia juga belum pernah bertemu dengan Hyun Joo sebelumnya.
“Ya.. aku mengenalmu. Aku bahkan pernah datang ke salah satu festival dimana kamu tampil.”, kata Hyun Joo.
Sebuah pengakuan yang tentu saja membuat Daehyun tidak percaya. Bagaimana bisa, ada seorang aktris yang terkenal seperti Hyun Joo mengenalnya.
‘Apa aku terlalu underestimate Triple Kill? Apa kami seterkenal itu?’, tanya Daehyun dalam hati.
“Apa kau bisa membantuku? Aku harus masuk ke apartemenku sekarang. Besok pagi aku ada syuting. Aku harus istirahat.”, ucap Hyun Joo memohon.
“Kau ingin menghubungi sekuriti di bawah atau aku bisa membantumu untuk menghubungi manajer mu agar dia memberitahu passwordnya. Menurutku pilihan yang kedua jauh lebih cepat. Hanya jika kau mengingat nomor manajer mu.”, kata Daehyun memberikan pilihan.
Dia bisa saja mempersilahkan Hyun Joo untuk masuk ke apartemennya dan mengecharge ponselnya. Tapi, sepertinya itu bukanlah ide terbaik. Lagipula dia tidak bisa membayangkan kecanggungan yang terjadi jika dia mempersilahkan aktris itu masuk.
“Hm.. aku menyimpannya di dompetku kalau kalau aku membutuhkannya. Tunggu sebentar.”, kata Hyun Joo.
“Baiklah.. Kau cari, aku akan mengambil ponselku sebentar.”, Daehyun menutup pintu apartemennya dan masuk ke dalam mengambil ponselnya. Dia meninggalkan Hyun Joo sendiri di depan pintunya.
__ADS_1
Hyun Joo terkejut saat pintu tertutup.