
“Hyun Joo! Kau yakin akan datang ke mini konser itu?”, tanya managernya.
“Hm? Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja aku akan hadir. Menurut unni, kenapa aku sampai rela memundurkan jadwal pemotretan? Tentu saja karena aku ingin sekali menghadiri mini konser ini.”, jelas Hyun Joo.
“Hyun Joo. Kau akan menarik perhatian media kalau kau menghadirinya? Terlebih, diantara yang lain, Daehyun secara pribadi mengundangmu. Para staf juga mengatakan kalau kalian berdua berkencan.”
“Memangnya kenapa? Apa salahnya? Apa tidak boleh?”, protes Hyun Joo sambil mengenakan antingnya. Kali ini dia berusaha untuk berpenampilan sederhana namun tetap anggun.
Dia sudah hampir selesai. Hanya tinggal memberikan beberapa sentuhan akhir pada make-up nya.
“Hyun Joo. Jangan bilang kau memang berkencan dengannya? Aku melihat hubungan kalian juga jauh lebih dekat beberapa waktu ini.”
“Hm.. benarkah? Apa itu mungkin?”
“Ya.. Hyun Joo!”, managernya langsung panik.
“Tenang saja, sekarang masih belum. Hm.. bagaimana ya mengatakannya. Aku masih melihat apakah dia memang mendekatiku atau dia memang memperlakukan semua wanita di sekitarnya seperti itu.”, ujar Hyun Joo.
“Tunggu. Jadi kau menyatakan kalau kau sudah tertarik dengannya. Hanya saja kau masih belum mengetahui bagaimana perasaannya dan ingin memastikannya terlebih dahulu. Ya, Hyun Joo-ya.. Bukankah kau terlalu mudah untuk dia dapatkan kalau begitu?”, managernya sampai harus menggaruk - garuk kupingnya berharap dia salah mendengar pernyataan Hyun Joo barusan.
“Yang penting hanya kau yang tahu. Tidak boleh ada yang tahu. Oke, kalau begitu aku mau pergi dulu. Unni akan mengantarku, kan? Unni sendiri yang mengatakan kalau aku menggunakan van biasa, maka aku hanya akan menarik perhatian media. Lebih baik aku menaiki mobilmu. Ayo.. kita sudah terlambat.”, ujar Hyun Joo seolah tanpa beban.
“Hah, kau ini benar - benar ingin membuatku gila.”
“Ohiya, Unni, nanti berhenti di tempat orang menjual bunga dulu, ya. Ini adalah mini konser selebriti pertama yang aku hadiri. Tentu saja aku harus membelikannya bunga.”, kata Hyun Joo girang sambil menggoyang - goyangkan tas mini yang dia kenakan.
“Sekalian saja kau pesan truk makanan dan mengirimnya kesana.”, ujar Managernya.
“Oh.. ide yang bagus. Memangnya masih bisa unni? Apa kau mau memesankannya untukku. Tapi sudah malam. Aku dengar memesan itu harus dua sampai tiga hari sebelumnya.”, ujar Hyun Joo menjawab santai.
“Arghhhhhh….”
***********
“Oh? Hyun Joo-shi?”, tanya Seongmin, manager Triple Kill yang berjaga di pintu masuk VIP untuk menerima para tamu yang diundang oleh para member agar mereka bisa langsung menuju ke ruang tunggu para artis.
“Ah.. iya.. Aku Hyun Joo. Daehyun mengundangku untuk datang menonton konsernya. Belum dimulai kan?”, tanya Hyun Joo langsung mengeluarkan gaya anggunnya.
“Oh, iya.. Belum dimulai. Ah.. aku kira dia hanya membual soal mengundangmu, ternyata kau benar - benar datang.”, kata Seongmin tersenyum semanis mungkin.
Hyun Joo sedikit menyeka sebagian rambutnya ke belakang. Dia juga mengambil bunga yang tadinya dipegang oleh managernya.
__ADS_1
“Ah.. kau sampai menyiapkan bunga segala. Ha-ha.”, tawa penuh arti dari Seongmin ke arah manager Hyun Joo.
Keduanya seolah memiliki kekhawatiran yang sama. Mereka langsung melihat ke kiri dan ke kanan berharap tidak ada yang melihatnya.
Seongmin langsung mengarahkan jalan agar Hyun Joo bisa bertemu dengan Daehyun di Backstage. Mini konser akan dimulai sekitar 30 menit lagi. Biasanya mereka menghabiskan waktu bermain, tidur, minum, atau melakukan aktivitas lainnya.
“Selamat malam, apa kabar? Perkenalkan aku Hyun Joo.”, begitu sampai dan muncul di pintu ruang tunggu backstage milik Triple Kill, dia langsung menyapa.
Jisu yang saat itu sedang berebut donat dengan Jiwon langsung terkejut dengan kedatangan orang yang paling dia tunggu - tunggu. Seharusnya Daehyun yang menunggu.
“Oh? Oh? O-oh? Hyun Joo-shi? Hah? Benarkah? Ini Hyun Joo-shi? Woah… benar - benar datang. Aku kira hyung selama ini membual saja.”, teriak Jisu heboh.
Kebetulan saat itu Daehyun sedang ke toilet, dia tidak ada disana. Hyun Joo langsung mengedarkan pandangannya mencari Daehyun.
“Ah.. Daehyun sedang ke toilet. Silahkan duduk. Wah.. ternyata anda sangat cantik saat dilihat langsung.”, ujar Jiwon menyapa dan mempersilahkan duduk, namun Hyun Joo menolak dengan sopan.
Manager Hyun Joo stand by di belakangnya kalau - kalau Hyun Joo membutuhkan sesuatu.
“Hm.. aku selalu menonton film dan drama mu.”, ujar Jisu langsung maju satu langkah agar bisa lebih dekat.
“Oh benarkah? Terima kasih sudah menunjukkan ketertarikan pada dramaku. Sebentar lagi kami juga akan melakukan syuting drama terbaru bersama Daehyun.”, tutur Hyun Joo tersenyum.
Tampilannya terlihat berbeda dari biasanya. Selama ini saat datang ke pertemuan drama atau reading, Daehyun selalu berpenampilan casual. Tidak banyak aksesoris. Kadang hanya celana jeans dan kaos atau t-shirt saja.
Saat pemotretan, meskipun penuh dengan riasan, kebanyakan riasannya juga yang casual karena temanya adalah outfit camping.
Namun, melihat Daehyun dalam balutan jas saat ini membuat dirinya terlihat sangat tampan dan lebih dewasa. Hyun Joo sempat terdiam sebentar sebelum kembali sadar.
“Oh, ini bunga untuk memberikan semangat. Aku bingung harus membawakan apa karena ini kali pertama aku memenuhi undangan VIP untuk mini konser. Aku sedikit bingung. Seharusnya aku memesan truk minuman tapi ini sudah malam.”, Hyun Joo gugup dan bingung ingin mengatakan apa sampai - sampai dia mengatakan semua yang ada di pikirannya saat ini.
“Ahahaha.. Seharusnya aku yang gugup karena sebentar lagi tampil.”, ujar Daehyun menggoda Hyun Joo yang terlihat sekali kalau dia gugup.
Hyun Joo kembali merespon dengan senyuman.
“Semoga kau bisa menikmati penampilan kami nanti. Oiya, undangan ini tidak mengganggu jadwal mu yang lain, kan?”, tanya Daehyun.
“Aha-haha.. Tidak, tenang saja.”, ujar Hyun Joo berbohong.
Di belakang, Managernya sudah mengatakan banyak hal dalam hati.
‘Hah.. sepertinya aku akan sangat sibuk beberapa bulan ke depan. Kalau mereka berdua jadi, maka bisa - bisa media akan banyak menghubungi. Tidak….’, teriaknya dalam hati.
__ADS_1
“Ah.. aku lupa memperkenalkan member yang lain. Ini Jisu, si playboy. Ini Jiwon yang jago karate. Ini Jiwoo, dan ini Hyun woo.”, masing - masing memberikan salam kepada Hyun Joo.
Jisu tidak menerima perkenalan yang diberikan Daehyun dan memberikan kode namun sepertinya pria itu tidak menggubrisnya.
“Selamat berkenalan semuanya. Terima kasih sudah mau menerimaku.”, ujar Hyun Joo dengan sopan.
“Justru kami yang merasa tersanjung aktris terkenal bisa datang di mini konser kami ini.”, ucap Hyun woo memberikan balasan.
“Kalau begitu, aku naik ke atas dulu. Semangat.”, ujar Hyun Joo lengkap dengan gesturnya.
Jisu dan Jiwon yang melihatnya langsung pingsan di tempat. Hyun woo dan Jiwoo yang menyaksikan hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah keduanya.
**********
15 menit sebelum konser dimulai. Masing - masing anggota sudah nampak berdiri untuk bersiap - siap. Sebagian dari mereka ada yang mencoba untuk melakukan pemanasan. Sebagian membalas pesan, dan sebagian lagi membuat status SNS.
“Hyung, kau tidak melihat Daeun?”, tanya Daehyun masih terlihat mencari - cari seseorang.
Dia masih menantikan kehadiran seseorang untuk datang ke konser ini.
“Oh? Daeun? Anggota tim yang dibentuk oleh Bokman hyung?”
“Hn?”, jawab Daehyun masih mengedarkan pandangannya ke sekitar.
“Hm.. memangnya untuk apa dia kesini. Aku tidak mendapatkan kabar kalau Bokman hyung mengutus anggotanya kesini. Memangnya kau sedang ada skandal apa?”, tanya Seongmin.
“Tidak, aku mengundangnya untuk datang.”, kata Daehyun.
“E-eh? Kau mengundangnya? Wah.. kau ini. Tidak cukup pergi ke hotel bersama. Sekarang kau malah mengundangnya untuk datang ke mini konser?”, tanya Seongmin tidak percaya.
“Oh? Siapa yang kau ajak ke hotel?”, tanya Jisu yang kebetulan sedang mendengar pembicaraan mereka.
“Ah.. pelankan suaramu. Mereka bisa salah paham. Salah kau sendiri yang tidak benar - benar mengurus masalah stalker yang menguntitku.”, kata Daehyun.
“Ya.. lagipula, akhirnya itu bukan stalker kan? Kau sendiri yang mengatakannya padaku.”, ujar Seongmin.
“Ah sudahlah.. Ya.. Lee Daeun, aku sudah memberikan tiket konser padanya. Sekarang dimana dai? Kenapa tidak datang. Apa mungkin ke VIP langsung dari jalur penonton biasa?”, tanya Daehyun lagi.
Ada kemungkinan Daeun membaur bersama dengan penonton biasa dan masuk ke VIP dari sana. Kalau melihat kepribadiannya, dia tidak akan datang menyapaku kesini.
“Tidak mungkin. VIP itu masuknya hanya dari sini agar bisa bertemu dengan para member di backstage. TIdak ada jalur yang langsung ke sana dari tempat penonton biasa.”, jawab Seongmin.
__ADS_1