
“Lee Do hyun?”, ucap seorang murid SMA perempuan berseragam bebas di sebuah lapangan basket.
“Hm?”, balas seorang murid SMA laki - laki yang mengambil bola basketnya.
Bola itu hampir saja mengenai murid perempuan tadi.
“Okay, Cut!”, teriak sutradara langsung menghentikan adegan drama yang sedang diperankan oleh Kang Dae Hyun sebagai Lee Do Hyun dan Jang Hyun Joo sebagai Kang Hye Jin.
Dari senyuman yang terpancar di wajah sang sutradara, sepertinya dia merasa sangat puas dengan adegan yang terbilang masih sangat awal ini.
“Wah… kerja yang bagus. Aku benar - benar tidak menyangka chemistry kalian bisa langsung cocok di frame. Daehyun-shi, maaf aku sempat meragukanmu.”, ucap sang sutradara menepuk bahu Daehyun.
“열심히 하겠습니다 (yeolsimhi hagesseumnida).. Saya akan bekerja dengan bersungguh - sungguh.”, ucap Daehyun sambil membungkuk 90 derajat pada sang sutradara yang sudah mempercayainya.
Hyun Joo pun ikut membungkuk kemudian mengedarkan senyuman.
“Hyun Joo-ah.. Aktingmu memang tidak mengecewakan. Meski aku sempat melihat sedikit saat proses syuting drama sebelumnya. Aku berharap karakter Putri Mahkota segera hilang dari dirimu. Ha-ha.. Langsung berlanjut ke karakter Jang Hyun Joo di drama terbaru.”, ucap sang sutradara yang sedikit mengkhawatirkan kentalnya karakter Putri Mahkota di drama Hyun Joo sebelumnya.
Dia juga menjadi lebih melejit berkat drama itu. Sehingga dia khawatir apakah nanti penontonnya akan tetap melihat Hyun Joo sebagai sang Putri Mahkota atau bisa melihatnya sebagai murid SMA biasa yang memiliki karakter kuat dalam drama ini.
Mereka akan menyelesaikan semua proses syuting yang diperlukan dalam minggu ini di lapangan basket. Masih ada sekitar 80-an adegan lagi yang mereka harapkan bisa rampung di minggu ini.
Saat akhir pekan, mereka akan melanjutkan lebih banyak adegan lagi di sekolah karena mereka hanya dapat menggunakannya di malam hari untuk hari biasa.
“Untuk syuting pertama, kalian belum perlu menginap. Tapi, untuk syuting di pertengahan saat drama sudah tayang, aku berharap bisa memberikan tempat yang nyaman untuk kalian disini. Kita juga tidak bisa mengadakan proses syuting terlalu lama di sekolah.”, ucap sang sutradara.
Drama yang mereka perankan nanti bercerita tentang Lee Dohyun, seorang murid SMA yang populer di sekolah berkat kemampuannya bermain olahraga, terutama basket. Dari luar, dia terlihat sebagai seorang murid pada umumnya. Dengan popularitasnya, semua tentu menginginkan kehidupan sepertinya.
Namun, pada kenyataannya, Dohyun menyimpan rasa pedih mendalam dan membuatnya depresi. Dia cukup ahli untuk tidak menunjukkannya sampai Kim Hye Jin, seorang murid baru datang ke sekolah dan mengetahui semua rencananya untuk bunuh diri di tahun ketiga (akhir) sekolah mereka.
__ADS_1
Hye Jin, gadis itu berpura - pura tidak tahu tentang rencana Dohyun dan bertekad untuk menghentikan rencananya dengan mengubah cara berpikir Dohyun tentang hidup. Mereka masih di tahun kedua SMA. Hye Jin memiliki waktu 1 tahun untuk mengubah kehidupan Dohyun dan mencegahnya untuk bunuh diri.
“Ah.. Lee Daun, kenapa dia lama sekali. Aku sudah sangat lapar.”, keluh Daehyun.
“Oh? Kau lapar? Managerku membawakan banyak makanan dari hotel. Dia bilang kami mungkin akan langsung ke lokasi syuting dan tidak bisa membeli makanan.”, kata Hyun Joo.
“Ah..”, kata Daehyun merespon Hyun Joo dengan ekspresinya.
“Bagaimana kalau kita makan bersama?”, ajak Hyun Joo.
“Eh?”, Daehyun agak bingung bagaimana menjawabnya.
Masalahnya adalah mereka masih berada di lokasi syuting. Bukankah seharusnya mereka tidak boleh terlalu dekat? Padahal ini masih hari pertama mereka di lokasi syuting.
“Tunggu, Daeun? Managermu? Bukankah managermu Seongmin-oppa?”, tanya Hyun Joo.
Gadis itu begitu fokus pada Daehyun karena sudah lama tidak bertemu sampai tidak memperhatikan apa yang tadi dia ucapkan.
Setidaknya memang itu yang dia tahu sampai saat ini tentang Seongmin.
“Aah..”, ada sedikit wajah kurang senang dari ekspresi Hyun Joo.
Tetapi, tak ada yang menyadarinya.
“Kalau begitu, ayo kita makan bersama. Daeun mungkin akan lama. Managerku juga mengatakan kantin disini sangat jauh. Kau akan mati kelaparan sampai dia datang. Lima belas menit lagi kita sudah harus take adegan selanjutnya.”, kata Hyun Joo menarik lengan Daehyun.
“Sebentar lagi dia datang. Dia sudah jauh - jauh membelinya. Dia sudah pergi dari tadi.”, jawab Daehyun.
“Tenang saja. Kau bisa memakannya nanti. Bukankah adegan selanjutnya adalah adegan perkelahian. Kau bisa pingsan nanti.”, Hyun Joo berusaha untuk membujuk Daehyun.
__ADS_1
“Hm.. baiklah kalau begitu. Bukankah makanan hotel sangat enak.”, kata Daehyun akhirnya mengiyakan.
Setelah dipikir - pikir benar kata Hyun Joo. Adegan selanjutnya adalah perkelahian dengan kelompok senior di sekolah. Kurang lebih adegan aksi yang membutuhkan tenaga ekstra. Bisa - bisa dia pingsan jika tidak makan.
Hyun Joo menghubungi managernya untuk membawakan makanan ke ruang tunggu mereka. Sebenarnya bukan ruang tunggu, hanya ada beberapa kursi dan meja dimana para artis bisa duduk dan beristirahat.
Sebenarnya dari pihak produksi sudah mempersiapkan food truck, tetapi baru datang jam 3 sore karena ada masalah.
************
“Daehyun dimana?”, tanya Daeun mencari - cari dan bertanya pada staf yang ada disana.
“Oh.. itu dia disana.”, jawab staf tersebut.
“Ah.. terima kasih.”, ucap Daeun.
Dirinya membawa dua kantong snack yang diminta oleh Daehyun. Alih - alih membeli semua yang diminta, Daeun memutuskan untuk memilih - milih yang kalorinya rendah.
Daeun berjalan menuju arah yang ditunjuk. Dari tempatnya berjalan, Daeun sudah bisa melihat Daehyun, namun dia masih terlihat sendiri. Semakin mendekat, Daeun bisa melihat ada orang lain disana.
Dari perawakannya, Daeun bisa mengetahui kalau itu adalah Hyun Joo. Mereka tertawa seperti sedang membicarakan hal yang sangat lucu. Hyun Joo bahkan beberapa kali menutup mulutnya karena tertawa besar dan mungkin khawatir Daehyun melihatnya.
Daehyun juga ikut tertawa sambil terlihat memakan sandwich di tangannya. Daeun menggigit bibir bawahnya. Dia bingung apakah harus menghampiri mereka atau tidak.
Setelah berpikir beberapa saat, Daeun memutuskan untuk tidak menghampiri dan duduk saja di pinggiran dimana beberapa artis dan staf lain juga ada yang makan.
“Okeee… kita mulai lagi. Dohyun (panggilan Daehyun di drama) dan Hye Jin (panggilan Hyun Joo di drama) bersiap untuk masuk ke adegan perkelahian, ya. Make up team, stand by. Tolong berikan wajah Daehyun beberapa efek luka lebam. Hye Jin seharusnya baru menembus gerimis, jadi berikan efek sedikit basah pada rambut dan bajunya.”, ucap Sutradara menggunakan alat pengeras suara.
Staf yang bertugas dan beberapa stuntman serta pemeran pendukung juga terlihat langsung bersiap - siap.
__ADS_1
“Yaa… Daeun.”, teriak Daehyun dari tempatnya berdiri. Dia baru saja melihat Daeun di kerumunan orang - orang yang ada.