Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 95


__ADS_3

“Jang Hyunjoo-shi. Bagaimana menurutmu berpasangan dengan Kang Daehyun dalam drama kali ini?”, MC mulai menargetkan Hyunjoo sebagai pemeran utama wanita untuk pertanyaan berikut.


Yura memberikan tatapan tajam pada Hyunjoo seolah memperingatkan Hyunjoo untuk tidak mengatakan hal bodoh yang akan memberikan makanan empuk untuk para media yang hadir disini.


“Sebenarnya, aku bertemu dengan Daehyun-oppa saat pemotretan sebuah majalah. Mungkin sebagian dari kalian disini mengetahuinya.”, ujar Hyunjoo memberikan jawaban dengan gaya bahasa yang lembut dan sesekali tersenyum.


Banyak kamera yang menangkap siluetnya dan mengabadikan potret dari mimik wajahnya satu persatu. Disampingnya, Daehyun nampak memperhatikan jawaban dari Hyunjoo dengan wajah yang biasa. Ada senyum yang dia layangkan tetapi sebatasnya.


Daehyun tahu benar kalau setiap ekspresi dan tindakannya sedang dipantau oleh media yang ada di hadapan mereka.


“Ah.. ne.. Aku mengetahuinya. Ada gosip yang mengatakan juga kalau sebenarnya Daehyun menggantikan model pria yang seharusnya berpasangan denganmu. Apakah itu benar?”, saking semangatnya, sang MC melupakan fakta bahwa topik seperti ini sangat terlarang dalam prescon hari ini.


Model sekaligus aktor pria yang seharusnya dipasangkan dengan Hyunjoo saat itu bukan tersandung masalah biasa. Sampai saat ini masih banyak yang tidak nyaman untuk mengarahkan topik padanya.


Ekspresi Hyunjoo saat mendengar pertanyaan itu sedikit berubah, begitu juga dengan kru - kru lain yang ada disana.


“Aku bertemu dengan Hyunjoo saat pemotretan itu. Dia sangat profesional dan mengajarkanku dengan baik. Tak disangka ternyata bisa bertemu kembali dalam drama.”, ucap Daehyun segera menarik spotlight ke-arahnya.


Semua yang tadinya mengeluarkan wajah tegang mulai rileks perlahan.


“Awalnya aku mengira drama ini tidak akan laris. Tentu saja bukan karena cerita atau proses produksinya, Gamdong-nim. Jangan salah paham. Tapi aku bukan siapa - siapa. Aku takut drama ini justru malah gagal karena aku.”, ucap Daehyun melanjutkan.


“Apa yang sudah kau katakan? Tentu saja tidak. Kau tidak lihat berapa rating untuk episode pertamanya? Banyak orang yang sangat menantikan penayangan drama ini.”, ucap MC.


Daehyun tersenyum dan menjawab, “tentu saja, salah satunya karena banyaknya pemain - pemain hebat yang ada disini.”


“Daehyun sendiri juga sangat hebat. Hampir tidak pernah ada NG saat syuting.”, sambut Gamdong-nim.


Dengan lempar - lemparan pendapat seperti itu, perlahan semua orang mulai melupakan topik yang tidak sengaja diangkat oleh MC tadi dan mulai kembali rileks.


Tak terasa, prescon selama kurang lebih 2 jam itu berjalan dengan baik termasuk dengan beberapa giveaway poster bertanda tangan para aktor dan aktris yang diberikan kepada mereka yang hadir.


***********


“Kalian berdua harus fitting baju yang akan digunakan untuk acara penghargaan stasiun televisi.”, ucap salah seorang kru yang bertanggung jawab untuk drama.

__ADS_1


“Oh.. baiklah. Aku akan berangkat sekarang.”, ucap Daehyun


“Daehyun-shi.”, panggil Hyunjoo mencegat pria itu.


Daeun melirik Hyunjoo sejenak kemudian Daehyun. Pria itu memberikan kode pada Daeun untuk naik ke mobil terlebih dahulu.


“Bagaimana keadaanmu?”, tanya Daehyun dengan tatapan manis ke arah Hyunjoo.


“Kenapa lama sekali kau menanyakannya? Kau tidak tahu betapa kesalnya aku saat kau tidak mengatakan atau bahkan bertanya bagaimana keadaanku setelah dua hari lalu pulang syuting dalam keadaan  mabuk.”, kata Hyunjoo marah.


“Hm.. maaf. Aku datang terlambat dan tidak ada waktu untuk menyapamu.”, kata Daehyun.


“Aku dengar Min Hyukjae memukulmu di lokasi syuting?”, Hyunjoo baru saja teringat akan hal itu.


Yura tak mengatakan apa - apa padanya. Hyunjoo mendengarnya dari orang lain.


“Ha-ha.. Tidak apa - apa. Itu bagian dari akting.”, kata Daehyun.


“Bagian dari akting apanya. Dia mungkin sengaja memukulmu.”, jawab Hyunjoo kesal.


“Maksudmu? Aku saja baru bertemu dengannya malam itu, kenapa dia sudah ingin memukulku?”, tanya Daehyun serius menatap Hyunjoo.


DEG.


Hyunjoo terkejut. Dia tidak mungkin mengatakan kalau Hyukjae mungkin mencium hubungan mereka. Jika iya, itu berarti Hyukjae bukan kenalan biasa dari Hyunjoo. Tapi, lebih dari itu.


“Ah..lupakan. Wah.. sudah jam segini. Ayo berangkat fitting. Aku tidak sabar.”, Hyunjoo dengan cepat mengalihkan pembicaraan mereka.


************


“Hyung, aku memberikanmu ini dengan harga yang murah. Ingat, kau masih berhutang banyak padaku. Kau harus membayarku akhir bulan ini, ingat?”, tanya Hyukjae pada seseorang yang sedang tidak sadarkan diri.


“Kau tidak memanggil wanita itu?”, tanya rekan Hyukjae.


“Siapa maksudmu? Hyunjoo?”, tanyanya kembali.

__ADS_1


“Ya.. Hyunjoo. Aku ingin menawarkan barang bagus untuknya.”, ucap rekannya itu.


“Kau tidak bisa melakukan itu. Dia adalah artis terkenal. Aku tidak ingin menghancurkan karirnya sebelum aku berhasil memanfaatkannya.”, ucap Hyukjae dengan percaya diri.


“Yaaa… Min Hyukjae.. Jangan percaya diri seperti itu. Memangnya kau siapa bisa mengatur siapa yang boleh datang dan tidak.”, kata seseorang di belakang Min Hyukjae.


“Hyu-hyung.. Kau ada disini? Bukankah aku dengan kau sedang di Hongkong?”, tanya Hyukjae agak sedikit gugup dan takut.


‘Kenapa tidak kau bilang dia sedang ada disini?’, tanya Hyukjae pada rekannya sambil berbisik.


“Kenapa? Kau terlihat seperti melihat hantu saja.”, sindir pria itu.


“Ah.. ti-tidak hyung. Hanya saja aku kira kau sedang ada di Hongkong sekarang.”, ucap Min Hyukjae.


Pria itu tidak sanggup mengendalikan nada bicaranya.


“Melihatmu disini seperti ini mengingatkanku pada hutangmu. Sudah kau bayarkan lunas? Bukankah sekarang sudah jatuh tempo?”, ucap pria itu lagi.


“Bom-hyung.. Aku minta waktu satu bulan lagi. Aku yakin aku bisa memberikanmu banyak uang. Tidak aku akan melunasi semuanya.”, ucap Min Hyukjae segera bersimpuh di kaki pria yang dikenal bernama Bom itu.


“Kalau begitu, bawa Hyunjoo kemari. Aku akan menganggap hutangmu lunas 20%.”, balas Bom.


“Eh? Hyung.. Hyunjoo.. Dia bukan orang yang bisa kita panggil. Tidak, dia bukan orang yang aku kenal. Aku hanya menjadi pemeran figuran di drama mereka.”, jelas Hyukjae berbohong.


“Kalau begitu, bukannya semakin mudah? Kau tinggal membawanya kesini. Dia pasti tertarik.”, balas Bom lagi.


‘Ah.. pria mengerikan ini sama sekali tidak mengerti maksudku. Bagaimana ini?’, kata Hyukjae kebingungan.


“Hahahahahaha bercanda…. Mana mungkin kau bisa membawanya! Meski aku jarang melihat TV, aku juga tahu bagaimana scale wanita itu. Lain kali.. Lain kali kau harus membawanya.”, lanjut Bom kembali dengan nada yang menakutkan.


“Bulan depan. Ingat?”, ucap Bom kembali sambil menepuk - nepuk pipi Min Hyukjae.


“Kau harus membawaku minimal 50% hutangmu. Kalau tidak, kau harus siap - siap, mengerti?”, lanjut Bom sebelum akhirnya meninggalkan Hyukjae yang terduduk.


‘Pria itu.. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku hanya pinjam sedikit, kenapa sekarang dia membuatku seolah berhutang rumah padanya?’, teriak Hyukjae dalam hati.

__ADS_1


“Cari pelanggan barumu di circle syuting drama itu. Aku yakin kau bisa menemukan satu atau dua yang akan menjadi pelanggan tetapmu.”, celetuk rekan Hyukjae yang berada disampingnya.


__ADS_2