
“Halo? Bokman Ahjussi.”, sapa Daeun di sambungan teleponnya.
“Bagaimana keadaan Daehyun?”, tanya pria itu.
“Dia masih sama. Dia menghabiskan waktunya bermain game. Pagi ini aku lihat dia menghabiskan makanannya. Aku melihat beberapa script drama dalam keadaan terbuka di kamarnya. Aku bertanya apakah dia membacanya semalam? Dia hanya menjawab sedang bebersih saja.”, jelas Daeun.
“Hah.. hm. Baiklah. Apa ada yang aneh tentangnya hari ini?”, tanya Bokman kembali.
“Tidak. Ah.. dia sempat memintaku untuk menemui Jang Hyun Joo. Daehyun ingin berbicara padanya.”, jawab Daeun.
“Apa dia sudah gila? Agensinya saja tidak memberikan kesempatan pada kami untuk bertemu. Apa? Daehyun ingin bertemu dengannya?”, ucap Bokman emosi.
“Dia tahu. Dia pikir kalau dia berbicara langsung dengan Hyun Joo, gadis itu mungkin bisa berkata jujur.”, ucap Daeun.
“Kau tahu, bahkan beberapa staff di kantor mulai meragukan Daehyun. Apalagi orang - orang di luar sana yang jelas - jelas tidak mengenalnya. Kau tidak mengikuti kata - katanya, kan?”, tanya Bokman.
“Tentu saja tidak. Mungkin dia hanya lelah dengan semua ini. Karena itu dia mengatakan demikian.”, ucap Daeun.
“Baiklah. Kau tetap pantau dia. Jangan biarkan dia keluar. Kita sudah tidak bisa lepas dari masalah ini lagi. Agensi Hyun Joo nampaknya sudah bulat menyerang dan ingin menghancurkan Daehyun habis - habisan. Kita harus bersiap pada kemungkinan terburuk. Dua hari lagi, Daepyo-nim dan aku akan menemui Daehyun sebelum Daehyun memenuhi panggilan polisi.”, terang Bokman.
“Hn.. aku mengerti.”, ucap Daeun mengangguk.
Gadis itu kemudian menutup ponselnya dan berbalik. Ternyata Daehyun sudah berada disana.
“Oh? Kau sudah bangun? Aku sedang menyiapkan makan malam. Sebentar lagi sudah selesai. Kau duduk saja.”, ucap Daeun memasukkan ponselnya ke dalam saku celana dan melanjutkan kegiatannya.
“Aku akan membantu menyiapkan perlengkapan makannya.”, kata Daehyun menawarkan.
Pria itu bergerak menuju lemari dan mengambil piring, mangkok, sumpit, gelas, dan perlengkapan lainnya. Lalu, ia menatanya diatas meja.
“Bokman hyung?”, tanya Daehyun.
“Oh..”, jawab Daeun.
“Apa yang dikatakannya?”, ucap Daehyun.
“Kau tidak perlu khawatir. Semua baik - baik saja.”, balas Daeun.
__ADS_1
“Heh.. aku bukan anak SD. Apa mereka akan membuangku?”, tanya Daehyun.
Ini pertama kalinya Daehyun memperlihatkan kegundahannya. Sudah hampir 10 hari Daehyun tidak keluar apartemen semenjak skandal itu pecah. Semua wartawan dan media berkumpul di depan apartemennya. Bahkan ada beberapa yang hampir berhasil masuk dengan menyamar sebagai pengantar makanan atau tukang reparasi.
Mereka sampai tidak bisa menggunakan jasa kirim sama sekali dan meminta tidak ada yang boleh naik ke lantai atas selain petugas apartemen.
Namun, bagaimanapun tenangnya dia, skandal ini jelas sudah mempengaruhi Daehyun. Dia terancam tidak bisa kembali ke dunia entertainment lagi. Tidak hanya satu skandal. Daehyun terkena skandal berlapis yang menjadi potensi blacklist.
Semua proyek Daehyun satu persatu dibatalkan. Bahkan, sebelum semuanya resmi terbukti. Kini, tidak ada yang ingin bekerja sama dengannya. Jadwal band mereka juga sudah dibatalkan kecuali jadwal internal dari agensi.
Daehyun bahkan belum bisa bertemu dengan anggota band yang lain karena mereka juga tidak bisa keluar rumah dengan bebas. Beruntung, tak banyak informasi pribadi mereka yang tersebar, sehingga mereka lebih fleksibel bergerak dibandingkan dengan Daehyun.
“Ya.. tentu saja tidak. Meski agensi akan rugi, mereka tidak akan pernah membuangmu. Walaupun aku baru bekerja disini, aku… aku sudah menjadi fans kalian sejak lama. Mereka tidak akan membuangmu. Kau lupa kalau keluarga Daepyonim adalah keluarga konglomerat. Lagipula, Yoon Ji Woo, dia kaya raya.”, Daeun sempat melontarkan gurauannya.
“Heh.. memangnya dia akan membayarkan ganti rugi. Hah.. aku merindukan mereka.”, tutur Daehyun.
“Ini dia.. Mari kita makan. Yaa.. Daehyun. Kau bermain game semalaman dan tidur di siang hari? Kau bisa gendut. Bagaimana kau bisa comeback dan dicintai lagi kalau kau gendut.”, Daeun mengomeli Daehyun.
************
Di meja tengah apartemen Daehyun, Pilsung Daepyo-nim, Bokman Ahjussi dan beberapa staf lainnya sudah duduk. Daeun menghidangkan minuman dan makanan. Mereka harus datang satu persatu secara diam - diam. Membawa makanan dari luar dalam jumlah banyak hanya akan menarik perhatian. Maka dari itu, semuanya homemade.
“Bagaimana dengan proyek..”, Daehyun belum sempat menyelesaikan kalimatnya.
Pilsung menghela nafasnya. Dia tidak sanggup mengatakannya.
“Semua sudah resmi dibatalkan. Agensi harus mengganti rugi beberapa kerugian untuk project yang sudah berjalan.”, ucap Bokman.
Daehyun menunduk frustasi. Dia seperti ingin menghilang saja dari dunia ini. Beruntung dia tak membaca semua berita itu. Daeun melarangnya. Jika dia membacanya, Daehyun mungkin sudah mencoba untuk melakukan hal yang tidak diinginkan banyak orang sekarang.
“Dua hari lagi, Daeun dan beberapa staff akan menemanimu menghadiri panggilan polisi. Kau mungkin akan menghabiskan beberapa waktu disana. Jawab dengan jujur. Jangan mencoba untuk menghindar. Jelaskan semua. Jangan terpengaruh oleh siapapun. Kami sudah menyiapkan pengacara untukmu.”, ujar Pilsung.
************
Mobil berwarna hitam melaju melewati jalanan kota. Daehyun memandangi jalanan itu dengan saksama. Sudah lama dia tidak menikmati jalanan di luar.
‘Aku merasa menyesal tidak menikmati setiap perjalananku di luar. Menikmati udara segar, melihat pemandangan, mencoba makanan, menikmati keramaian.’, pikir Daehyun dalam hati.
__ADS_1
Hari pemeriksaan di kepolisian sudah tiba. Surat panggilan resmi itu datang lebih cepat namun pihak agensi mencoba untuk mengulur waktu agar mereka bisa memastikan situasi dan keadaan Daehyun stabil.
Daehyun mengenakan pakaian serba hitam dengan t-shirt warna putih. Dia mengenakan topi dan masker. Begitu sampai, mobil Daehyun langsung dikerubungi oleh banyak media dan wartawan.
Staff yang menemani Daehyun kesulitan untuk menahannya. Tidak hanya itu, nampak banyak sekali fans - fans yang berdiri di depan kantor polisi. Entah siapa yang membocorkan jadwal ini. Mulai dari fans Jang Hyun Joo, fans yang berubah menjadi anti-fans dari Daehyun, dan fans Triple Kill yang meminta Daehyun segera keluar dari group. Kondisi mulai tidak kondusif, hingga, pihak kepolisian harus turun tangan mengerahkan personil.
Daeun bahkan sampai harus terdorong dan terkena beberapa goresan di tahannya entah dari mana karena mencoba untuk menahan serbuan orang - orang ke arah Daehyun. Sesampainya di dalam, Daehyun lebih banyak menunduk.
Saat ini, terlepas dari kesalahan yang tidak dia lakukan, dia tetap merasa bersalah pada semua orang yang sudah rugi karenanya. Daehyun tanpa sengaja melihat beritanya muncul di salah satu billboard di jalanan. Semua tuduhan itu sangat menyakitkan. Meski sudah berusaha untuk tidak membacanya, tapi tetap saja, wajahnya terpampang jelas disana.
Daehyun diperiksa selama hampir 8 jam. Dia hanya diperkenankan untuk istirahat saat harus ke toilet dan makan. Selebihnya adalah pemeriksaan tanpa henti. Mulai dari interview, pemeriksaan lab, keterangan, dan berbagai jenis lainnya.
Hari itu merupakan hari terlama yang pernah ada dalam hidupnya.
************
Sebulan berlalu sejak pemeriksaan di kantor polisi dilakukan. Beruntung, hingga saat ini belum ada informasi surat penahanan yang diterima oleh Daehyun maupun pihak agensi. Meski begitu, Daehyun masih belum bisa keluar dari apartemennya dengan leluasa.
Berita perlahan - lahan mulai beralih pada isu - isu lain yang lebih hangat. Jang Hyun Joo rupanya juga mundur dari beberapa proyeknya. Aktivitasnya belakangan ini mulai sedikit. Mungkin hal itu juga yang mempengaruhi redupnya berita mereka.
Meski beberapa media masih gencar memberitakan, namun intensitasnya sudah tidak seperti dulu lagi. Di internet, masih banyak yang membahas tentang Daehyun terutama terkait dengan beberapa project dan brand ambassador yang sempat dia pegang sebelumnya.
Sebulan kemudian kembali berlalu.
Daehyun sudah bisa keluar dari apartemen sesekali. Tentu saja, dia tidak bisa keluar di keramaian. Setidaknya sudah tidak ada media yang mangkal di area gedung apartemennya. Sehingga, Daehyun bisa mengendarai mobilnya dan pergi ke tempat - tempat healing yang sepi orang seperti gunung, pantai, dan pulau - pulau terpencil.
Dia akan disana selama beberapa waktu. Pernah sekali Daehyun kehilangan kontak karena hilangnya sinyal. Semua orang khawatir menyangka dia sudah bunuh diri. Tapi, Daehyun kembali seminggu kemudian. Semua orang terdekatnya langsung menghela nafas lega.
Tiga bulan setelahnya, keputusan terkait pemeriksaan Daehyun keluar. Dalam beberapa sampel yang diambil, tidak ditemukan obat - obatan terlarang sama sekali. Penyelidikan juga telah membuktikan gerak - gerik Daehyun tidak mencurigakan dan tidak ada hubungannya dengan tuduhan penyalahgunaan obat - obatan terlarang yang diajukan padanya.
Pihak berwajib juga telah mengkonfirmasi bahwa Daehyun baru pertama kali mendatangi klub malam tersebut dan tidak pernah terlihat berhubungan dengan orang - orang yang ada disana sekalipun.
Hanya sayangnya, tuduhan pelecehan yang dilayangkan padanya sulit untuk dilepaskan dari citra Daehyun meskipun sudah terbukti DNA Daehyun tak terdapat pada Jang Hyun Joo sama sekali.
Hasil interview juga memberikan keterangan bahwa cerita yang diberikan dari pihak Jang Hyun Joo tidak konsisten. Sementara keterangan yang diberikan Daehyun runut. Namun, meski press con sudah dilakukan, beberapa media nakal dan penggiringan opini tetap tidak bisa membuat Daehyun sepenuhnya terlepas dari tuduhan itu.
Beberapa fans Jang Hyun Joo memberikan pernyataan bahwa Daehyun dan agensinya mungkin sudah memalsukan pemeriksaan. Berbagai teori lain muncul dan sulit untuk dibendung.
__ADS_1
Disisi lain, meski banyak petisi yang dilayangkan terhadap Daehyun. Agensi tetap memilih membersamai Daehyun. Daehyun masih tetap di daftar artis naungan Xscape Entertainment dan masih merupakan vokalis Triple Kill.