Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 59


__ADS_3

Daehyun berpose dengan sempurna di depan kamera. Outer yang dia kenakan sangat bagus. Lebih bagus lagi karena Daehyun yang mengenakannya. Sang fotografer bersemangat mengambil foto dari segala sisi karena merasa sayang untuk melewatkan semua angle. Dia jarang menemukan seorang model yang bisa terlihat bagus hampir di semua angle foto.


Terlebih, hal yang membuat dia kagum adalah fakta bahwa Daehyun bukan merintis karirnya menjadi model sejak awal. Dia hanya di giring karena pamornya yang sedang naik belakangan. Siapa yang menyangka jika dari tinggi badan, postur tubuh, dan aura, dia juga sangat cocok untuk menjadi model.


“Wah… Daehyun-shi. Aku harus mengatakan ini. Aku sangat suka sekali dengan hasil foto dimana kau menjadi objek fotonya.”, ujar fotografer itu memuji.


Usia sang fotografer sudah tidak muda lagi tetapi tidak bisa juga dikatakan tua. Umurnya masih di angka 40 dan sangat berpengalaman di bidangnya.


“Apa anda tidak terlalu melebih - lebihkan. Aku sangat khawatir di sepanjang sesi kalau - kalau hasil fotonya tidak bagus dan kalian harus mengganti modelnya.”, ucap Daehyun.


Dia tidak bermaksud merendah. Daehyun hanya mencoba menyampaikan ungkapan hatinya dengan jujur. Dia sangat tidak menyukai ide manajemen yang membuatnya menerjuni dunia model. Kesibukan ini sudah membuat dirinya mengalami kecemasan. Dia tidak bisa tidur.


Secemas - cemasnya Daehyun untuk memulai debut aktingnya, dia lebih cemas dengan modeling.


“Congratulations, Daehyun-shi. Jika dia mengatakan kau sangat bagus, itu berarti dia benar - benar mengatakan pendapatnya. Kau tahu dia adalah salah satu dari sedikit fotografer handal yang ada kan?”, ucap asisten fotografer tersebut.


“Tentu saja… aku sangat mengenal namanya di kalangan dunia entertainment. Kau tahu aku benar - benar sangat gugup untuk pemotretan kali ini.”, ungkap Daehyun.


“Kenapa? Kau melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Biasanya aku mengatakannya di akhir pemotretan karena aku melihat dulu bagaimana perubahan mood sang model. Namun lihat, bahkan belum setengah hari saja, aku sudah mengatakannya.”, ujar Fotografer itu menepuk bahu Daehyun.

__ADS_1


“Ah… jangan berkata seperti itu. Aku benar - benar sangat malu. Aku tidak tahu. Mungkin karena ini kali pertama aku melakukan pemotretan sendiri tanpa ada bintang atau selebriti lainnya.”, ucap Daehyun.


“Kau terlalu merendah. Baiklah. Kau bisa mengganti dengan outfit selanjutnya. Kali ini kita akan memasuki sesi kedua dimana Girlband Sakura akan mendampingimu.”, kata fotografer itu sambil mengamati hasil foto dan sesekali memerintahkan untuk memperjelas foto pada kru-nya.


“Baiklah. Terima kasih.”, ucap Daehyun membungkuk.


“Kemana Lee Daeun? Seharusnya, dia mendengar saat fotografer itu memujiku agar dia tidak meragukan kemampuanku lagi.”, ucap Daehyun


“Kau mencari managermu?”, tanya seorang kru pada Daeun.


“Hn. Apakah kau melihatnya?”, tanya Daehyun masih mencoba mencari - cari Daeun diantara para staf yang sedang berkeliaran.


“Oh.. dimana toiletnya? Bisa kau menunjukkan arahnya?”, tanya Daehyun lagi.


Wanita itu memberikan panduan arahnya. Tempat ini sebenarnya tergolong simpel. Hanya saja beberapa sekat untuk setting pemotretan membuat tempat ini terlihat sangat rumit. Seharian, Daehyun belum pergi ke toilet sama sekali. Dia hanya beristirahat penuh di ruang gantinya.


‘Ah… kemana gadis ini? Bukankah dia managerku. Seharusnya dia standby sehingga kapanpun dan dimanapun aku membutuhkannya, dia ada di sampingku. Sekarang bagaimana? Dia bahkan tidak ada dimana - mana.’, Daehyun mengomel - ngomel di dalam hati.


“Siapa artis yang mencari managernya? Argh… Daeun, awas saja kalau aku menemu….”, Daehyun terkejut karena begitu dia berada di depan toilet wanita, dia langsung bertemu dan hampir bertabrakan dengan gadis yang sedari tadi dia cari - cari, Daeun.

__ADS_1


“Kau…”, Daeun langsung ingin meluapkan emosinya.


Namun, dia baru sadar kalau orang yang ada di depannya adalah Daehyun. Kalimat omelan Daeun langsung berhenti karena seolah tercekat.


“Wah… kenapa hari ini banyak sekali kebetulan - kebetulan.”, kata Daehyun bergumam.


“Hn. Benar sekali. Kau bertelanjang dada di depanku, mengagetkan aku dengan perintahmu, dan sekarang kau muncul tanpa pemberitahuan di depan toilet wanita. Tunggu, apa jangan - jangan kau berniat masuk ke toilet wanita?”, Daeun langsung dengan cepat mengganti topik pembicaraan.


“Enak saja. Memangnya kau anggap aku ini apa. Pemotretan yang barusan sudah selesai. Saatnya mengganti outfit ke outer yang selanjutnya. Aku harus berpose dengan para member girlband. Ah… aku malas sekali harus tersenyum dan berkenalan.”, kata Daehyun memijat pelipisnya sambil mengeluh.


“Kenapa? Apa mantan pacarmu ada disana?”, tanya Daeun bercanda.


“Enak saja. Memangnya kau anggap aku ini apa. Satu lagi, sampai kapan kita harus berdiri di depan toilet wanita seperti ini. Kau sengaja ingin membuat imageku buruk?”, keduanya sama saja. Daehyun juga memberikan respon sambil membuka topik baru.


Tanpa sadar, mereka memang masih berada di depan toilet wanita sekarang.


“Ayo.. jalan. Aku harus segera mengenakan outfit selanjutnya. Kau ingin pemotretan ini segera selesai, kan?”, tanya Daehyun.


“Tentu saja.”, jawab Daeun mantap.

__ADS_1


‘Aku merasa terbebani jika harus terus bersamamu.’, kali ini hati Daeun yang menjawab.


__ADS_2