Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 37


__ADS_3

“Kenapa kau menangkapku?”, tanya Daeun terkejut dan langsung menghindar dari Daehyun.


“Kenapa kau menangkapku? Kau serius bertanya seperti itu?”, tanya Daehyun tidak percaya mendengarnya.


“Orang - orang jadi melihat.”, kata Daeun langsung merasa tidak nyaman saat beberapa orang trainee seperti melihat ke arah mereka dari luar.


“Heh.. kau ini kepedean atau bagaimana? Memangnya apa yang akan terjadi diantara kita? Mereka melihat kesini karena mereka sedang melihatku. Lagipula untuk apa memangnya mereka memikirkan yang tidak - tidak diantara kita selagi mereka menggosipkanku dengan orang lain.”, Daehyun menepuk - nepuk tangannya ke baju karena sempat kotor terkena debu yang ada di lantai.


Daeun langsung diam saja saat mendengar perkataan Daehyun.


‘Benar juga. Memangnya aku siapa. Baru akrab sebentar saja kenapa aku sudah berpikir yang tidak - tidak. Lagipula dia kan artis, kenapa dia harus merasa tertarik denganku.’, ujar Daeun dalam hati.


Dia juga ikut menepuk - nepuk bajunya karena tubuhnya yang banyak menyentuh lantai.


“Di punggungmu juga masih banyak kotoran. Sebaiknya kau pergi ke toilet dan berkaca disana.”, kata Daehyun mengintip - intip ke bagian belakang karena dia yakin tubuh wanita itu sudah menyentuh lantai.


“Tidak perlu. Lagipula aku sudah akan pulang sebentar lagi.”, kata Daeun.


“Ya sudah kalau begitu. Besok - besok, aku tidak akan memberimu tiket VIP lagi. Kau tidak datang. Sayang sekali tiket VIP ku. Kau kira bisa siapa saja yang memilikinya.”, ujar Daehyun kembali mengungkit masalah tiket VIP.


“Mau bagaimana lagi, aku tidak punya pilihan lain. Aku belum membayar uang sewa dan pemiliknya meminta untuk dibayarkan segera lebih awal. Dia harus membayar biaya perbaikan, listrik, air, dan lain - lain. Aku khawatir akan tidur di jalan jika tidak bekerja paruh waktu.”, kata Daeun memberikan penjelasan lebih dalam lagi dengan nada sedih.


“Bukankah kau sudah bekerja sekarang. Aku yakin juga gajimu cukup baik.”


“Aku baru saja diterima. Masa sudah gajian saja. Masih satu minggu lagi. Uang simpananku sudah habis. Aku juga tidak mungkin kembali ke panti asuhan untuk meminta bantuan. Aku juga ingin menontonnya. Tapi mau bagaimana lagi. Keadaan membuatku tidak..”, Daeun belum sempat menyelesaikan pembicaraannya saat seseorang datang memanggil Daehyun.


“Hm, ada apa?”, tanya Daehyun.


“Ada yang mencarimu kesini.”, kata orang tersebut.


“Siapa?”, tanya Daehyun lagi.


“Hyun Joo-shi.”, ujarnya menjawab pertanyaan.


“Eh? Kau serius? Hyun Joo-shi kesini?”, tanya Daehyun tidak percaya.


Sepertinya syuting mereka baru akan dimulai sekitar minggu depan. Namun, kenapa wanita itu datang mencarinya.


“Ah.. baiklah.. Aku akan menemuinya.”, kata Daehyun langsung meninggalkan Daeun disana dan mengikuti staff yang tadi memanggilnya.


********


Hyun Joo sedang berdiri di parkiran agensi. Tidak terlihat ada orang lain disana. Hanya dia sendiri. Dia berdiri sambil menggoyang - goyangkan kakinya pelan ke lantai. Seperti sedang mengusir kebosanan.

__ADS_1


Hyun Joo mengenakan topi dan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Rambutnya dia cepol ke atas. Dia terus melihat jam dan juga memfokuskan pandangannya ke arah lift seperti sedang menunggu seseorang.


Tak berapa lama, Daehyun muncul dari arah lift. Dia terlihat mengenakan topi berwarna abu - abu. Dia tidak mengenakannya tadi.


“Hyun Joo?”, panggil Daehyun ragu.


Staff tadi memberitahu Hyun Joo menunggu di parkiran VIP kantor mereka. Dia tidak ingin masuk ke dalam namun juga tidak ingin banyak mata yang memperhatikannya. Jadilah dia menunggu disini.


Daehyun diberitahu kalau dia kesini dia akan bertemu dengan Hyun Joo. Namun, dia melihat seorang wanita dengan topi dan rambut cepol. Dia masih ragu kalau itu Hyun Joo.


“Oh, benar - benar kau. Tumben kau kesini. Maksudnya sepertinya kau tidak pernah kesini.”, ujar Daehyun bingung.


Kalau mereka bertemu di lokasi syuting, Daehyun mungkin bisa dengan mudah berkomunikasi dengan artis pendatang baru itu tanpa ragu. Namun, situasi mereka sekarang malah jadi sedikit aneh.


Daehyun masih nampak kebingungan kenapa Hyun Joo sampai mencarinya kesini. Mereka sepertinya tidak ada janji untuk bertemu atau apapun itu.


“Daehyun-shi, apa aku mengganggumu?”, tanya Hyun Joo perlahan saat mendengar Daehyun memanggil namanya.


“Oh? Tidak, kau tidak menggangguku sama sekali. Aku hanya bingung karena kau tiba - tiba kemari. Sepertinya kita tidak memiliki janji. Atau apa aku melupakan sesuatu?”, Tanya Daehyun kebingungan.


“Ah tidak.. Aku memang datang kesini tanpa mengabarimu terlebih dahulu. Aku minta maaf untuk itu.”


“Tidak, tidak perlu meminta maaf. Memangnya ada apa tiba - tiba menemuiku disini?”


‘Kenapa wajahnya sembab begitu? Apa dia habis akting menangis?’, Daehyun baru bisa melihat wajah Hyun Joo dengan jelas saat wanita itu membuka maskernya.


“Ah.. begitu rupanya.”, balas Daehyun salah tingkah dan hanya bisa memegang rambut belakangnya sebentar untuk menghilangkan kegugupannya.


“Bisa kita berbicara di tempat lain?”, tanya Hyun Joo.


Posisi mereka saat ini bukanlah posisi yang tepat untuk berbicara serius. Daehyun tidak punya ide sama sekali ada apa dengan Hyun Joo sampai menemuinya begini.


“Ah.. aku rasa begitu. Mana managermu?”, tanya Daehyun saat melihat sepertinya Hyun Joo tidak ditemani oleh siapapun.


“Aku bertengkar dengannya. Makanya kau kesini. Bisa kita tidak berbicara disini?”, tanya Hyun Joo kembali berbicara seolah seperti sedang memohon untuk dibawa pergi saja.


“Hm.. kau ingin aku menyetir mobilmu atau kau ingin naik mobilku?”, tanya Daehyun mencari - cari kunci mobil di kantongnya tetapi dia tidak bisa menemukannya.


“Aku tidak ingin naik mobilku karena managerku pasti tahu. Apakah bisa menggunakan mobilmu saja. Lagipula apartemen kita kan ada di lokasi yang sama.”, ujar Hyun Joo.


“Oke, baiklah. Biarkan aku menghubungi staffku dulu. Sepertinya kunci mobilku tertinggal di suatu tempat.”, kata Daehyun sambil mengingat - ingat kembali dimana terakhir dia meletakkan kunci mobilnya.


Kemudian dia teringat kalau beberapa waktu lalu dia sempat terlibat insiden terjatuh dengan Daeun. Mungkin saja kunci mobilnya terjatuh disana. Daehyun langsung mengambil ponsel dan menghubungi gadis itu.

__ADS_1


“Hm.. kau masih di kantor?”, tanya Daehyun.


“Hn”, jawab Daeun. Dia masih sedikit kesal karena Daehyun menyalahkannya saat dia tidak menghadiri mini konser itu.


“Apa kau masih di ruangan yang tadi?”, tanya Daehyun lagi.


“Masih. Ada apa?”


“Kunci mobilku sepertinya terjatuh, bisakah kau mencarikannya disana untukku?”


“Hm…. dimana ya.. “, Daeun mencoba mencari - cari disekitar sana. Terutama di tempat - tempat dia terjatuh tadi.


“Iya, coba cari di sana. Mungkin saja terjatuh dan terpental ke tempat lain.”


“Bentuknya seperti apa?”


“Seperti kunci mobil. Memangnya seperti apa lagi. Kau tidak pernah melihat kunci mobil?”, teriak Daehyun greget karena Daeun berpikir lama.


“Terkadang aku bingung kenapa kau masuk tim secret agent. Kau ini lambat sekali. Yang ada, aku sudah terkena skandal terlebih dulu sebelum kau bisa menyelidikinya.


“Dasar orang ini, dia sudah lupa siapa yang membantunya saat stalker mengikutinya.”, gerutu Daeun dengan suara pelan tapi masih tetap bisa terdengar.


“Hm? Kau bilang apa?”, tanya Daehyun yang sudah merasa kalau dirinyalah yang sedang dibicarakan.


“Aku kan tidak pernah melihat bagaimana bentuk kunci mobil. Kau sedang menghinaku?”, protes Daeun


“Oh,.,, ketemu.. Apa ini yang sedang kau cari. Sebentar aku akan mengirimkan fotonya.”, kata Daeun.


“Iya benar, ini dia. Bisa kau antarkan ke parkiran VIP? Aku sedang disana.”, ujar Daehyun.


Dia juga memberikan isyarat seperti ‘tunggu dulu’ pada Hyun Joo yang menunggu jawabannya.


“Kau mau membayarku berapa?”, kata Daeun tiba - tiba.


“Membayarmu? Untuk apa?”


“Untuk mengantarkan kunci ini padamu ke parkiran VIP.”, jawab Daeun.


“Hah… kau ini.”


“Aku butuh uang. Aku butuh sampai aku harus bekerja paruh waktu dan melewatkan tiket VIP darimu.”, sindir Daeun.


“Baiklah, aku akan membayar sebesar -------”

__ADS_1


“Hm.. baiklah.. Akan aku antarkan sekarang.”, ujar Daeun bersemangat begitu mendengar berapa nominal yang akan dibayarkan oleh Daehyun.


__ADS_2