
Daehyun menyelesaikan syuting Reality Show hari ini dengan baik. Semua guest lain yang juga diundang dalam acara tersebut menyukai kepribadian Daehyun yang sangat humble dan lucu saat proses syuting berlangsung. Satu diantaranya merupakan seorang aktor yang juga terlibat drama dengannya.
Selama proses reading, mereka tidak banyak berinteraksi karena Daehyun tidak memiliki banyak peran dengan aktor tersebut. Namun, dalam acara kali ini, dia jadi mengenal banyak tentang Daehyun.
Awalnya, sang aktor tidak mengetahui kalau Daehyun adalah seorang vokalis band. Dia baru mengetahuinya di acara ini. Sang aktor mungkin memang hanya memerankan peran pendukung saat ini karena dia sudah berumur. Dia merupakan aktor senior yang terkenal di masa lampau. Ia sering memainkan berbagai film dan drama. Namun seiring berjalannya waktu, faktor usia juga membuat peran - perannya di dunia perfilman semakin mengerucut sebagai pemeran pendukung.
“Ya… kau sangat mengagumkan. Kapan - kapan, kalau kalian ada konser lagi, aku pasti akan menyaksikannya.”, ujar aktor tersebut.
“Ah.. terima kasih, seonsaengnim. Jika kami mengadakan konser lagi, aku pasti akan memberikan tiket VIP padamu.”, ujar Daehyun langsung membalasnya dengan sopan.
“Wah.. aku sangat berterima kasih jika kau memberikanku tiket itu. Kalau begitu, aku pulang duluan. Besok pagi sekali, aku ada jadwal syuting.”, ujarnya langsung pamit pada Daehyun.
Tentu saja Daehyun langsung membungkuk dan mengucapkan salam pada aktor itu.
‘Ah.. berbicara tentang tiket VIP, aku jadi teringat dengan tiket VIP yang aku berikan pada Daeun. Ahhh… meski dia sudah mengatakan alasannya, tetap saja aku merasa kecewa.’, kata Daehyund dalam hati.
Dia tidak benar - benar mengatakannya, namun perasaannya yang mengatakan seperti itu.
Kring kring kring. Ponsel Daehyun berbunyi. Panggilan dari Seongmin-hyung.
“Oh.. hyung. Ada apa?”, tanya Daehyun langsung to the point. Dia sekarang sedang berjalan menuju parkiran untuk pulang.
“Syutingnya sudah selesai?”, tanya Seongmin.
“Hn. Aku sedang menuju ke parkiran. Kau sudah standby disana?”, tanya Daehyun.
“Ya.. kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi. Aku sedang membeli kopi sebentar. Sekitar 15 menit lagi aku akan kembali. Kau tunggu saja di lobi.”, balas Seongmin.
__ADS_1
Hari sangat dingin, dia tidak bisa menunggu terlalu lama dan sudah merasa bosan. Akhirnya, sekitar 20 menit sebelum syuting berakhir, dia berjalan keluar mencari mini market terdekat untuk membeli kopi dan kimbap. Selain dingin dan mengantuk, dia juga merasa lapar.
Dia tidak menyangka, Daehyun akan selesai proses syuting lebih cepat.
“Aku menunggu di mobil saja.”, ujar Daehyun.
“Yaa.. bagaimana kau bisa masuk ke dalam mobil. Kuncinya ada padaku. Oh.. Hot Americano nya ditambah satu lagi”, kata Seongmin membalas Daehyun sekaligus menyebutkan pesanannya pada penjaga mini market.
“Hyung.. Pesankan aku juga. Aku juga ingin pesan.”, kata Daehyun yang tadinya berjalan menuju parkiran langsung berbalik menuju lobi.
“Ini aku sedang memesan tambahan untukmu. Kau ingin tambahan apa lagi? Ada kimbap, roti, dan ramyun.”, kata Seongmin.
“Aku tidak bisa makan ramyun. Aku sedang diet untuk drama kami. Kau ini manager atau bukan? Kenapa kau malah menggodaku untuk makan Ramyun.
“Ah.. maaf - maaf. Aku melupakan tentang dramamu. Kalau begitu, mau aku pesankan salad? Atau kau mau telur rebus?”, tanya Seongmin sambil melihat - lihat ke arah menu makanan.
“Telur rebus saja. Aku sudah lelah melihat salad. Aku tidak yakin bisa memakannya lagi. Seminggu ini kau hanya memberiku salad.”, ujar Daehyun lesu.
“No pain no gain.”, ujar Seongmin.
Kata - kata yang benar - benar dibenci oleh Daehyun. Dia langsung menutup teleponnya. Seongmin yang mendengarnya langsung tertawa.
“Oh.. Kang Byeol. Kita bertemu lagi.”, panggil Daehyun refleks saat melihat Kang Byeol keluar dari lift.
Semua mata para member girlgroup yang bersama dengan Kang Byeol langsung melihat ke arah Daehyun.
‘Ah.. tidak. Aku lupa kalau dia adalah anggota girlgroup. Aku dengan santainya memanggil namanya. Sekarang pasti mereka penasaran apa hubungan Kang Byeol denganku. Ah.. aku sangat membenci penjelasan.’, kata Daehyun langsung menyesali tindakannya barusan.
__ADS_1
‘Ini semua gara - gara Seongmin-hyung. Kalau dia tidak memintaku untuk menunggu di lobi, mungkin aku tidak akan bertemu dengan Kang Byeol dan menyapanya.’, ujar Daehyun yang malah menyalahkan Seongmin.
Kang Byeol yang namanya dipanggil langsung mengarahkan pandangan tajamnya pada Daehyun.
“Annyeong Haseyo, sunbaenim!”, sapa Kang Byeol langsung membungkuk.
Meski hanya berbeda beberapa bulan. Daehyun atau dalam hal ini Triple Kill tentu saja adalah senior mereka. Untuk membuat suasana semakin normal, kang Byeol memutuskan untuk menyapa Daehyun dengan formal.
Dan caranya ini berhasil, rekannya yang lain ikut memberikan hormat pada Daehyun. Selepas itu mereka pergi.
Sebelum pergi, Kang Byeol memberikan tatapan tajam lagi pada Daehyun.
‘Ah Kang Byeol. Kenapa kau harus bersikap seperti itu. Padahal kau sangat senang saat Daehyun memanggilmu.’, kata Kang Byeol dalam hati.
‘Ah tidak - tidak. Kalau Daehyun mempermasalahkan lagi saat dia mengikutinya beberapa hari yang lalu, dia pasti akan dalam masalah. Dia pasti akan merasa malu pada Daehyun.
Kang Byeol, gadis ini merupakan teman Daehyun sejak kecil. Mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA mereka selalu berada di sekolah yang sama. Bahkan, di semua tingkat itu, Kang Byeol selalu berada di kelas yang sama dengan Daehyun.
Sayangnya, saat SMA, Daehyun lebih banyak bolos sekolah dan mereka jadi jarang bertemu. Herannya, meski begitu, Daehyun tetap saja berada di peringkat atas setiap kali ujian. Kang Byeol sudah lama menyukai Daehyun.
Saat SMA, dia sudah bertekad untuk menyatakan perasaannya sebelum pengumuman kelulusan. Namun, Kang Byeol kehilangan momen. Daehyun sudah keburu memutuskan untuk berhenti dari sekolah dan mengambil paket agar bisa lulus. Kang Byeol mengira hal itu karena orang tuanya memutuskan pindah ke luar negeri, namun ternyata karena Daehyun memutuskan untuk berkarir di dunia entertainment.
Setelah mengetahui Daehyun sedang mempersiapkan diri menjadi artis, Kang Byeol langsung mencoba nasibnya menjadi member girlgroup.
Sehari setelah debut, dia yang sudah mencari tahu tentang Daehyun sejak lama, mencoba untuk mendatangi apartemennya. Tadinya, Kang Byeol sudah membuat skenario untuk menyatakan perasaannya. Namun, siapa sangka saat Daehyun mengenalinya, dia justru kabur karena malu.
‘Hah.. bodoh sekali kau Kang Byeol. Kalau begini, sampai tuapun, kau tidak akan pernah bisa menyatakan perasaanmu pada Daehyun. Kalau dia semakin terkenal lagi, pasti dia akan semakin dikelilingi oleh wanita. Bagaimana ini.’, Kang Byeol langsung mendadak lesu berjalan diantara para membernya.
__ADS_1
“Yaa… Kang Byeol. Kau tidak boleh lesu saat hari pertama debut. Kau harus ceria dan menyapa setiap staff dan senior yang kau lewati. Kau mengerti?”, ujar leader dari tim-nya.
“Hah.. aku bingung kenapa agensi memilih orang yang baru saja masuk pelatihan sepertimu.”, ujar leadernya secara terang - terangan menunjukkan rasa tidak sukanya pada Kang Byeol.