Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 16


__ADS_3

Tok tok tok tok


“Ya?”, ucap pria tegap itu saat seseorang mengetuk pintu ruangan.


Saat ini dia masih berbicara dengan Daeun dan baru saja ingin menyudahinya karena sepertinya tidak ada pertanyaan lagi dari gadis itu.


“Member Triple Kill sudah di ruangan. Mereka sedang menunggu Anda.”, ucap pria yang mengetuk pintu tadi.


“Apa mereka tidak bisa menunggu sebentar sampai - sampai harus mengutusmu kesini?”, ujar pria tegap itu.


Pria yang mengetuk pintu itu hanya tersenyum simpul dan segera permisi setelah menyampaikan apa yang harus dia sampaikan.


“Wait, wait, wait, sudah kuduga kau hanya akan menyampaikan pesan dan pergi begitu saja. Bukankah Jiwoo telah memberimu uang tips.”, ujar Jisu bersama para member Triple Kill yang akhirnya memutuskan untuk menghampiri ruangan pria tegap itu.


“Sudah - sudah. Ayo masuk.”, ujar Jiwon langsung membuka pintu bahkan sebelum dipersilahkan.


Para member mengikutinya satu persatu karena pintu memang hanya muat setidaknya untuk satu orang. Daehyun adalah member yang masuk terakhir.


“Oh… kau sedang ada tamu rupanya. Aku kira sedang kosong.”, ucap Daehyun yang menyusul dari belakang.


‘Oh? Bagaimana mungkin mereka disini semua? Wah.. akhirnya aku bisa bertemu langsung dengan semua member Triple Kill. Yah.. walau hanya sekedar kebetulan seperti ini.’, ujar Daeun dalam hati.


Daeun sudah menjadi penggemar Triple Kill sejak awal - awal perencanaan mereka untuk menjadi Idol Band generasi pertama. Jadi, bisa dibilang, Daeun lah termasuk fans paling awal yang menyukai idolnya bahkan sebelum mereka debut.


Daeun memutuskan untuk pindah ke Korea Selatan. Dia sudah bertekad untuk bisa bekerja di dalam agensi Xscape Entertainment. Apapun itu pekerjaannya. Kebetulan, Daeun melihat lowongan ini dan tanpa pikir panjang dia langsung mendaftar.


Daeun memiliki cara yang berbeda sebagai fans. Dia tidak ingin Idolnya mengetahui kalau sebenarnya dia menyukai mereka. Dia akan mendukung mereka dengan berada dekat. Pencapaian paling tertinggi yang menjadi misi Daeun adalah berteman dengan Idol favoritnya tanpa menunjukkan bahwa dia adalah fansnya.


Karena itulah, meski dia berada di depan para member Triple Kill, Daeun terlihat biasa saja.


“Kau ini tidak sabar sekali. Baiklah kalau begitu aku perkenalkan saja kalian.”


“Aku percaya sebagian dari kalian pasti sudah mendengar tentang Idol Secret Agent. Sebuah tim yang dibentuk untuk mencegah munculnya skandal di kalangan selebriti Xscape Entertainment. Terutama untuk selebriti seperti kalian yang sangat - sangat unik.”


Pria tegap itu kemudian kembali menceritakan apa tu Idol Secret Agent, apa fungsinya, dan bagaimana cara kerjanya. Para member nampak mengangguk - angguk tetapi sudah tidak sabar ingin menyuarakan protes mereka.


“Bukankah ini berarti melanggar privasi kami?”, tany Daehyun.


Saat ini, Daehyun masih fokus pada pria tegap di depannya.


“Tentu tidak. Mereka memiliki posisi yang mirip dengan manager. Hanya saja, tugas mereka jauh lebih spesifik.”

__ADS_1


“Di awal kontrak, kalian juga setuju untuk menyerahkan informasi pribadi kepada para staff yang bertanggung jawab terhadap kalian. Jadi, menurutku tidak akan menjadi masalah.”, ucap pria tegap itu.


“Tunggu, itu berarti aku tidak bisa party sesukaku?”, tanya Jiwon, ini menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.


“Apa? Aku tidak bisa party?”, Jisu juga kaget dan langsung melayangkan protesnya.


Mereka berdua memiliki permasalahan di rumah masing - masing. Menjadi Idol Band dengan segala kesibukan dan aktivitas, membuat mereka bisa lari dari rumah.


Jisu tidak suka berada diantara orang tua yang ambisius sedangkan Jiwon merasa lelah dengan segala problematika rumahnya yang broken home.


Sedangkan Daehyun kadang datang hanya untuk menghadiri acara teman - temannya. Tapi, situasi yang paling tidak bisa dikontrol oleh seorang Manager adalah saat Idol mereka sedang party.


“Anggap saja kalian memiliki satu team yang akan menjadi manager kalian. Tidak ada ruginya dengan sistem ini. Mereka tidak akan melanggar privasi kalian kecuali saat diperlukan.”, ujar Kwon Bok Man, pria tegap yang berada di balik pembentukan Idol Secret Agent.


“Hah, terserah kau saja Ahjussi. Memangnya aku dan teman - teman memiliki pilihan lain.”, ujar Daehyun selaku Leader dari Triple Kill.


“Okay! Aku sangat yakin kalian akan memberikan dukungan penuh atas terbentuknya tim ini.”, ujar Kwon Bok Man.


“Siapa selebriti lain yang masuk daftar hitam kalian dan harus diawasi seperti ini?”, tanya Hyunwoo penasaran.


“Apa mereka semua bersedia dengan ide aneh ini?”, tambahnya lagi.


“Kim Nara, Kwon Min Ki, dan Pisbol.”, jawab Kwon Bok Man tanpa ada keraguan.


“Pisbol. Kau ini, kenapa bisa melupakan nama selebriti yang berada di bawah naungan perusahaan yang sama.”, ujar Jiwoo meralat panggilan Jiwon.


Dia selalu saja salah menyebutkan nama Pisbol-hyung.


“Aku juga setuju dengan sistem ini. Identitasku sebagai salah seorang anak konglomerat juga bisa terlindungi dengan baik. Akhir - akhir ini aku merasa khawatir identitasku akan ketahuan.”, ujar Jiwoo.


“Ah.. setidaknya itu tidak seburuk kalau identitas orang tua Jisu–hyung ketahuan.”, ujar Jiwon.


Jisu tidak berkomentar banyak dengan hal ini. Topik yang paling tidak suka dia bicarakan adalah tentang orang tuanya.


“Baiklah, kalau semuanya setuju. Member Idol Secret Agent yang lain sudah pulang. Besok mereka akan memperkenalkan diri karena mereka akan mendatangi rumah kalian masing - masing.”, ujar Kwon Bok Man.


“E-eeeh? Kenapa harus mendatangi rumah kami, segala?”, protes Daehyun.


“Ya.. tentu saja mereka harus mendatangi rumah kalian. Rumah kalian adalah tempat pertama dimulainya kemungkinan skandal.”, ujar Kwon Bok Man menjelaskan.


“Sudah jangan banyak tanya lagi. Aku sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Hari ini aku harus pulang kalau tidak istriku akan mengunciku dari luar lagi.”, lanjut Bok Man.

__ADS_1


“Perkenalkan, ini Lee Daeun. Dia bertugas underground cyber dan akan memeriksa kemungkinan skandal yang akan terjadi melalui informasi di internet. Meski bukan hacker professional, tetapi dia punya daya analisa yang tinggi dan kemampuan IT nya juga lumayan. Daeun, berikan salam.”, ujar Bok Man pada Daeun.


“안녕 하세요 여러분 (Annyeong Haseyo), Lee Da Eun-imnida. 잘 부탁 드립니다 / Jal Butak deurimnida.”, ujar Daeun membungkuk memberikan salam pada para member Triple Kill.


“Daehyun”


“Jisu”


“Hyunwoo”


“Jiwon”


“Jiwoo”


Masing - masing anggota Triple Kill memperkenalkan diri sambil mengangkat sebelah tangan mereka. Daeun memperkenalkan diri dengan formal. Sedangkan member Triple Kill terlihat sangat santai.


“Oke.. sudah kan? Aku sudah lelah. Besok adalah hari libur pertamaku. Aku mau check-in hotel sekarang.”, ujar Jisu yang terlihat sudah sangat mengantuk.


“Kau tidak check-in dengan seorang wanita, kan?”, tanya Bok Man.


“Tidak, tenang saja. Lagipula Tim Secret Agent-mu akan memastikan, kan?. Bye.”, ujar Jisu sang drummer yang langsung saja melengos pergi.


“싸가지 (Ssagaji), playboy satu itu. Uangnya terlalu banyak sampai lebih sering tinggal di hotel daripada di rumahnya. Kenapa dia tidak sekalian menyewa apartemen sepertimu?”, tanya Hyunwoo pada Daehyun.


“Sudahlah. Biarkan. Kalau dia menyewa apartemen, kau kira bodyguard ayahnya akan membiarkannya? Dia menginap di hotel dengan modus sedang ada kegiatan syuting. Sudahlah, biarkan dia. Yang penting dia tidak mengencani idol wanita.”, ujar Daehyun.


“Hyung, aku ikut. Kau memesan kamar yang luas kan. Aku juga tidak mau pulang ke rumah.”, ujar Jiwon langsung mengejar Jisu.


“싸가지 (Ssagaji), kenapa maknae di grup kita semuanya begitu. Ah..”, Hyunwoo kembali mengeluh.


“Oke.. aku pulang.”, selanjutnya Kwon Bok Man yang pergi.


“Kau bawa mobil?”, tanya Jiwoo pada Daehyun dan Hyunwoo.


“Hn.”, keduanya menjawab serempak.


“Okay. Ayo pulang.”, Hyunwoo menggandeng Jiwoo dan keluar ruangan.


Daeun juga ingin segera pulang dan beristirahat, namun dia masih menunggu satu sisa member Triple Kill untuk segera keluar ruangan.


“Ya.. kau? Kau wanita yang di minimarket kemarin malam, kan? Yang mengambil kimchi dan kimbap incaranku?”, tanya Daehyun.

__ADS_1


“Aku tidak mengambilnya. Kau saja,,, ahh maksudku, Daehyun-nim yang tidak tahu kalau Kimbab dan Kimchi itu akan di restock kembali. Lagipula kau.. Maksudku Daehyun-nim mendapatkan bagianmu dan aku juga. Jadi kita impas.”, ujar Lee Daeun.


Dia kira pria itu tidak bisa mengenalnya karena dia diam saja dan tidak berkomentar apapun sedari tadi. Ternyata dia menunggu waktu yang tepat untuk menginterogasi.


__ADS_2