Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 92


__ADS_3

“Hyunjoo-ah, suhu badanmu panas. Aku akan meminta gamdong-nim untuk menunda syuting bagianmu hari ini agar kau bisa beristirahat.”, kata Yura setelah dia memastikan Hyunjoo benar - benar demam.


“Tidak, unni. Aku hanya akan merepotkan yang lain. Aku masih bisa. Hanya tinggal beberapa bagian lagi. Setelah itu, kita bisa pulang.”, ucap Hyunjoo masih menolak.


Dia yang tadi dalam posisi berbaring akhirnya bangun dan mencoba untuk menguatkan dirinya.


“Tidak. Aku tidak akan mengizinkanmu untuk melanjutkan syuting. Kau bisa drop dan malah tambah menyusahkan para kru. Percaya padaku. Istirahat semalam dan lanjutkan besok. Atau kau mau menginap seminggu di rumah sakit?”, kata Yura berkata tegas.


“Unni.”, Hyunjoo nampak belum rela jika harus menunda syuting adegan miliknya hari ini.


“Aku tidak akan mau mengalah denganmu untuk hal ini. Kau, mau tidak mau harus mengikutiku.”, kata Yura mencoba mencegah Hyunjoo untuk turun.


“Daehyun?”, tanya Hyunjoo tiba - tiba.


“Kenapa disaat seperti ini kau malah menanyakannya? Dia sudah pasti sedang istirahat di mobilnya. Sudah, kau tunggu disini dan aku akan segera berbicara dengan Gamdong-nim.”, ucap Yura meninggalkan Hyunjoo di dalam mobil van.


Sopir mereka sedang beristirahat tak jauh dari sana. Hyunjoo kembali berbaring karena badannya benar - benar drop secara mendadak. Dia kedinginan dan sudah mengganti seluruh pakaiannya setelah adegan syuting hujan - hujan-an tadi.


Namun, tubuhnya perlahan menjadi tidak enak dan semakin parah sampai tidak memiliki tenaga. Hyunjoo mencoba untuk tidur sebentar dan berharap tubuhnya bisa kembali fit. Tetapi, lihatlah sekarang, dia tak bisa melakukan apa - apa selain meringkuk dibalik selimut di dalam mobil van miliknya.


“Daehyun-oppa?”, panggil Hyunjoo yang bisa merasakan sentuhan tangan seseorang di keningnya.


Beberapa saat yang lalu, dia juga mendengar suara ketukan pintu dan seseorang mendekat. Hyunjoo masih meringkuk di dalam selimutnya sehingga dia tidak bisa memastikan siapa yang datang padanya.


Dia bisa merasakan sentuhan tangan Yura karena beberapa saat lalu dia juga mengecek suhu tubuhnya. Sentuhan yang dia rasakan sekarang bukan dari tangan Yura.


“Daehyun-oppa? Maaf, aku tidak bisa melanjutkan syuting. Aku sakit. Maafkan aku.”, kata Hyunjoo perlahan.


“Kau akan datang ke apartemenku setelah syuting selesai, kan?”, lanjut Hyunjoo di balik selimut.


Sejak mencairnya hubungannya dengan Daehyun, Hyunjoo mulai lebih manja. Dia kadang tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memperlihatkan kalau mereka sedang memiliki hubungan. Kalau saja mereka bisa mengumumkan hubungan mereka, Hyunjoo pasti membanjiri lokasi syuting dengan kemesraan mereka.


“Kau akan datang menemuiku di apartemen, kan? Jangan bilang tidak. Kau hanya perlu melangkah beberapa meter saja dan tiba di kamarku.”, kata Hyunjoo tersenyum meski sebenarnya dia sedang kedinginan.

__ADS_1


*************


“Daehyun-hyung… Daehyun-hyung…”, panggil Daeun yang baru saja selesai berlari.


Dia berniat keluar sebentar untuk mencari udara segar dan sekedar menikmati truk kopi yang dikirimkan oleh fans salah satu aktris senior disana. Baru saja akan menyesap kopinya, seorang manager mengabarkan kalau Hyunjoo sakit dan syuting akan ditunda untuk beberapa adegan. Sehingga, mereka bisa pulang lebih awal.


Gamdong-nim akan mempercepat ke adegan berikutnya dimana model baru bernama Min Hyuk Jae akan masuk sebagai pemeran pendukung.


“Oh.. aku baru saja tertidur. Kenapa kau malah membangunkanku. Lagipula, kau kemana jam segini pergi tidak bilang - bilang, huh?”, bukan Daehyun namanya kalau tidak teliti.


Dari jarak dia tidur, pria itu bisa mencium aroma kopi yang sedang dipegang oleh Daeun.


“Hyunjoo. Dia sakit dan syuting akan ditunda untuk beberapa adegan. Kau bisa pulang lebih awal.”, ucap Daeun.


“Ah.. benar saja. Aku juga sudah mengira Hyunjoo akan terkena flu. Ini kali pertama dia syuting basah - basahan di tengah malam yang dingin seperti ini. Pasti sulit untuk aktris sepertinya.”, ucap Daehyun.


Tak sesuai dengan ekspektasi Daeun, Daehyun terkesan lebih santai menanggapinya.


‘Bukankah seharusnya dia khawatir bukan main? Kenapa dia malam santai sekali?’, ucap Daeun bertanya - tanya dalam hati.


Dia mencoba untuk memberikan saran meskipun sepertinya aneh juga saran itu keluar dari mulutnya.


“Dia sudah besar. Hanya demam saja, kenapa aku harus mengeceknya. Aku yakin itu hanya akan membuat suasana jadi tidak nyaman. Yura noona pasti bisa menjaganya lebih baik dari pada aku.”, balas Daehyun malah melanjutkan tidurnya.


“Kenapa kau malah lanjut tidur?”, tanya Daeun heran.


“Adeganku masih lama. Biarkan aku tidur beberapa menit lagi.”, kata Daehyun menutup tubuhnya penuh dengan selimut.


Semakin larut, malam semakin dingin. Sepertinya sebentar lagi salju akan turun.


‘Gamdong-nim pasti sangat stress. Dia harus segera menyelesaikan syuting beberapa adegan sebelum salju turun.’, pikir Daehyun dalam hati.


“Siapa yang menyuruhmu tidur lagi? Adegan Hyunjoo ditunda. Itu artinya sekarang lanjut adeganmu dengan pemeran pendukung Min Hyuk Jae yang tadi. Ayo segera bersiap - siap. Sebentar lagi kau harus mulai take.”, kata Daeun mulai mengeluarkan kegalakannya.

__ADS_1


“Ah… aku baru saja menikmati tidurku.”, Daehyun mengeluh sejadi - jadinya.


“Siapa yang menyuruhmu main game sampai larut malam. Kau jadi mengantuk, kan. Aku sudah bilang jangan main game selama proses syuting. Sudah syukur Bokman Ahjussi tidak mencabut semua kabel PC gaming-mu.”, keluh Daeun.


“Memangnya siapa dia mau mengobrak - abrik properti pribadiku.”, balas Daehyun yang perlahan sudah berhasil mengumpulkan nyawanya.


***********


“Hyukjae-shi.. Aku harap, kita bisa bekerja sama dengan baik.”, kata Daehyun menghampiri Hyukjae dengan setengah berlari.


Berkat Daeun dia harus bergegas karena gadis itu terus mengatakan Gamdong-nim sudah memanggilnya.


“Ah.. ne.. Aku sangat mengandalkanmu.”, ucap Hyukjae dengan tatapan penuh arti.


Masih ada beberapa menit sebelum mereka mulai syuting adegan karena ada beberapa properti yang harus dicek oleh kru terlebih dahulu.


Daehyun tersenyum. Pria itu meregangkan otot - ototnya karena sudah lama berada di dalam mobil van.


“Aku berharap adegan perkelahian ini bisa berlangsung dengan lancar.”, kata Hyukjae setelah beberapa saat hening.


“Kenapa akhir - akhir ini banyak sekali adegan perkelahian di script.”, balas Daehyun mencoba mencairkan suasana.


“Hyunjoo– kau sudah mengenalnya sebelum drama ini?”, Hyukjae mulai menyinggung tentang Hyunjoo di hadapan Daehyun.


Pertanyaan itu mengingatkannya pada perkataan Hyunjoo dimana dia merasa tidak nyaman berada di dekat pria ini.


“Kau sendiri? Aku dengar kau mengenalnya jauh sebelum aku mengenal Hyunjoo.”, kata Daehyun.


“Kau belum menjawab pertanyaanku? Apa mungkin?”, Hyukjae mulai menatap Daehyun dengan serius. Pancaran wajahnya tak seramah di awal.


Daehyun bisa menyadari hal itu. Tapi dia tetap bersikap seperti biasa.


“Pemotretan. Aku bertemu pertama kali dengannya dalam pemotretan sebuah brand.”, jawab Daehyun.

__ADS_1


“Ah.. jangan bilang kau adalah model yang menggantikan model utama pria yang seharusnya menjadi pasangan Hyunjoo? Wah.. benar - benar kebetulan sekali.”, kata Hyukjae dengan nada ambigu.


__ADS_2