
Daehyun sedang mengenakan kembali outfitnya setelah selesai beristirahat makan siang. Hari ini dia hanya boleh memakan salad untuk makan siangnya. Daehyun beserta dengan member lainnya harus masuk dalam mode diet karena popularitas mereka meningkat. Tidak hanya menjalankan aktivitas manggung, mereka juga sudah memiliki banyak aktivitas lainnya yang biasanya hanya dilakukan oleh aktor/aktris dan idol.
Berhubung permintaan berbagai jenis aktivitas untuk mereka sangat banyak, pihak manajemen mulai meminta mereka untuk melakukan diet ketat. Terlebih, Daehyun sebentar lagi sudah akan mulai syuting drama dimana postur tubuhnya menjadi perhatian utama.
Tok tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu ruang tunggunya. Sebelumnya, Daehyun ditemani makan siang oleh Daeun. Sekitar 15 menit yang lalu, gadis itu keluar untuk menerima telepon dan belum kembali lagi.
“Siapa ya… Ah… kemana Daeun? Anak itu.. Kenapa menerima telepon saja bisa selama itu.”, omel Daehyun dengan suara pelan di ruang ganti.
Tok tok tok tok
Ketukan itu terdengar lagi. Daehyun dengan langkah malas berjalan menuju pintu.
Tok tok tok tok
Daehyun baru setengah jalan dan ketukan itu mulai terdengar kembali.
“Siapa sih.. Tidak sabaran sekali. Aku kan juga sedang jalan kesana.”, ujar Daehyun masih dengan suara pelan, dia memastikan agar suaranya tidak terdengar oleh orang yang sedang berada di luar.
“Iya…”, Daehyun langsung membuka pintu lebar - lebar.
“Oh?”, respon Daehyun bingung.
Dia sudah membuka pintu, namun tidak ada siapapun disana. Padahal, jarak dari ketukan pintu tadi sampai Daehyun membukanya tidak terlalu jauh.
“Apa - apaan. Tidak ada siapa - siapa.”, ucap Daehyun sambil melihat ke kiri dan ke kanan yang adalah lorong. Ruang tunggunya berada di tengah - tengah diantara beberapa ruangan lainnya.
“Hah.,,”, Daehyun menghela nafas kemudian kembali masuk dan menutup pintunya.
Daehyun mengambil satu pasang outer yang menjadi outfit pertamanya pada pertengahan pemotretan kedua hari ini. Outfitnya simpel. Jadi, dia tidak membutuhkan orang untuk membantunya mengenakannya.
“Hah… aku benar - benar tidak bertenaga hanya makan sayuran itu. Apa nanti aku makan daging bakar, ya.”, Daehyun memikirkan beberapa opsi makan malamnya dengan mengindahkan segala pesan dari manajemennya untuk melakukan diet ketat.
“Hah.. tidak perlu diet - diet. Aku hanya perlu berolahraga yang rajin. Angkat barbel atau lari juga bisa membentuk tubuhku.”, ucap Daehyun penuh percaya diri.
(Jika semua pria bisa mendapatkan tubuh yang bagus hanya dengan dua aktivitas itu, akan banyak pria dengan tubuh atletis di luar sana)
__ADS_1
Tok tok tok tok
Suara ketukan pintu kembali terdengar. Daehyun yang sedang memantau perutnya di cermin karena sedang membicarakan diet menolehkan wajahnya ke belakang. Daehyun menatap sinis ke arah pintu.
“Hah… siapa sih yang mengetuk pintu lagi? Apa dia orang yang sama? Awas saja kalau dia orang yang sama.”, kata Daehyun mengomel.
Tidak lagi dengan langkah gontai, Daehyun langsung berjalan dengan cepat ke arah pintu dan membukanya. Wajah Daehyun terlihat terkejut saat dirinya membuka pintu dan mendapati orang yang dikenalnya.
“Ada apa dengan ekspresimu?”, tanya gadis itu heran melihat ekspresi Daehyun yang seperti menantikan sesuatu.
“Ada apa? Kenapa tadi kau pergi?”, tanya Daehyun membiarkan pintu ruang tunggunya terbuka seolah mempersilahkan tamunya untuk masuk.
“Kau bicara apa? Aku cuma ingin mengatakan di pemotretan nanti, jangan bersikap seolah kau mengenalku. Anggap pertemuan pertama kita baru - baru ini.”, ujarnya.
Ternyata dia adalah Kang Byeol, anggota girlband dan merupakan teman masa kecil Daehyun. Gadis itu melihat ke kiri dan ke kanan untuk memastikan tidak ada yang melihatnya menemui Daehyun.
“Heh… aneh sekali. Memangnya apa pengaruhnya?”, tanya Daehyun tertawa sambil duduk dan meminum sisa jusnya.
“Pokoknya ikuti saja kata - kataku. Awas bersikap sok kenal.”, ucapnya.
“Ya.. ya.. Aku juga tidak berencana untuk bersikap seolah aku mengenalmu. Biasa saja. Awas kalau kau mengetuk pintu ruang tunggu ku lagi.”, kata Daehyun.
“Lihatlah. Padahal sudah jelas - jelas berbohong, tapi dia bersikap seolah biasa saja.”, ucap Daehyun menyilangkan kakinya.
“Hn? Siapa itu? Kau mengenalnya?”, tanya Daeun yang baru saja datang.
Saking terkejut sekaligus menantikan kembalinya gadis ini dari tadi, Daehyun langsung membuka kembali kakinya dan mengeluarkan wajah serius.
“Kemana saja kau? Kenapa baru kembali?”, kata Daehyun langsung mengeluarkan komentarnya.
“Kenapa? Kau merindukanku?”, tanya Daeun asal.
“Heh… kau ini.”, kata Daehyun langsung kehilangan kata - kata untuk membalasnya.
“Siapa itu? Aku seperti pernah melihatnya.”, ujar Daeun meletakkan sandwich di hadapan Daehyun.
“Apa ini?”, tanya-nya mengarahkan seluruh perhatiannya pada sandwich dan melupakan pertanyaan dari Daeun.
__ADS_1
“Untukmu. Aku sedih melihat saladmu. Tenang saja, sandwich ini tidak akan membuatmu gemuk.”, ucap Daeun.
“Kau membeli ini barusan untukku?”, ujar Daehyun dengan tatapan terharu.
“Siapa gadis itu?”, tanya Daeun lagi sambil merapikan baju - baju yang diletakkan Daehyun begitu saja.
“Kang Byeol. Anggota girlband Sakura yang akan melakukan pemotretan bersamaku.”, jawab Daehyun dengan mulut yang masih mengunyah sandwich.
“Ahhh… pantas saja aku seperti pernah melihatnya. Kau mengenalnya?”, tanya Daeun.
“Hn.. entahlah.. Barusan aku diminta untuk bersikap tidak saling kenal. Tunggu, tidak begitu kenal.”, kata Daehyun menjawab tetapi tidak memperhatikan jawabannya sama sekali.
“Hah? Apa maksudnya. Mengenal tetapi tidak terlalu mengenal. Aneh. Ya sudah.. Pemotretanmu akan dimulai 5 menit lagi. Cepat habiskan sandwichnya dan bergeraklah ke lokasi pemotretan dengan cepat.”, perintah Daeun.
“Tadi kau menerima telepon dari siapa?”, tanya Daehyun.
“Hn?”, Daeun bukan tidak ingin langsung menjawabnya. Tetapi, tumben sekali Daehyun ingin menanyakan hal seperti ini.
“Bokman Ahjusshi.”, balas Daeun.
“Oh? Kenapa? Dia memeriksa keadaanku? Apa dia memastikan aku diet atau tidak?”, Daehyun langsung cemas.
“Tidak.. Dia memintaku untuk membuntuti Pisbol Ahjussi.”, jawab Daeun jujur.
“Kenapa? Apa dia benar - benar terlibat skandal?”, Daehyun langsung bersemangat. Dia hanya mendengar rumornya. Jika Bokman hyung meminta agent membuntutinya berarti ada sesuatu dengan gagman itu.
“Entahlah.. Makanya aku diminta untuk membuntutinya. Ada kemungkinan dia dijebak.”, jawab Daeun.
“Yaaa… kenapa meminta agent wanita. Kenapa tidak agent pria saja. Kan ada banyak.”, Daehyun tiba - tiba terdengar khawatir.
“Agen pria akan lebih mudah diketahui. Lagipula aku belum pernah bertemu dengannya. Jadi akan lebih mudah.”, ucap Daeun santai.
“Meski dia seorang gagman, tapi dari dulu aku tidak terlalu respect padanya. Dia sering ke kasino dan kembali ke kantor dalam keadaan mabuk. Bahkan dia pernah berkelahi dengan managernya karena bersikeras ingin menyetir padahal dia baru saja minum.”, ucap Daehyun mencoba mempengaruhi Daeun agar tidak menerima pekerjaan itu.
“Kau khawatir padaku?”, tanya Daeun dengan wajah datar.
“Oh? Hm… tentu saja… bukankah kita partner dalam pekerjaan? Kalau manajemen kita sukses, kau juga akan sukses. Kalau mau manajemen sukses, kita juga harus mempunyai selebriti yang berprestasi dan bebas skandal.”, ucap Daehyun yang sudah seperti orang berpidato.
__ADS_1
“Cepatlah habiskan sandwichmu. PD telah mengirimkan pesan agar membawamu kesana segera. Pemotretan akan dimulai.”, ucap Daeun.