Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 108


__ADS_3

“Benar ini klubnya? Kenapa sepi sekali?”, tanya Daehyun pada supirnya.


“Ah.. kalau aku lihat di map, memang ini klubnya.”, kata supir itu.


“Hm.. baiklah.. Ahjussi, kau tidak perlu menungguku. Seseorang akan membawakan mobilku kesini. Kau bisa pulang.”, kata Daehyun.


“Benarkah? Apa tidak apa - apa?”, tanya supir itu.


Ya, jika terjadi sesuatu pada Daehyun, tentu saja dia juga yang akan kena batunya.


“Tidak, tenang saja. Lagipula, Bokman hyung juga sudah mengirimkan orang. Dia bisa memastikan keadaanku nanti kalau kau tidak percaya. Bagaimana? Kau percaya denganku sekarang?”, tanya Daehyun.


“Hm.. baiklah kalau begitu. 수고하셨습니다 (Sugohasyosemnida).”, ujar supir itu sembari memastikan Daehyun sudah turun dari mobil dengan sempurna.


“Nee…수고하세요 (sugo haseyo).”, balas Daehyun menutup pelan mobil dan melangkah masuk ke dalam klub.


Sepanjang perjalanan sebenarnya dia merasa aneh kenapa tidak ada banyak mobil disana. Biasanya akan banyak sekali mobil - mobil para kru yang akan mengadakan acara after party. Ditambah lagi, Daehyun melihat beberapa orang yang tidak dia kenal masuk ke dalam klub.


Seharusnya, tempat ini sudah pasti di sewa oleh tim acara. Walaupun Daehyun tidak mengenal semua kru, tetapi bukan berarti dia tidak mengingat wajah - wajah mereka. Tapi, Daehyun tidak mengenal satupun orang yang masuk ke dalam klub.


“Daehyun-shi..”, panggil Hyun Joo yang ternyata sudah berdiri dan menunggu di lorong pintu masuk menuju klub.


“Oh.. Hyun Joo-ya.. Kenapa kau mengenakan topi dan kacamata hitam di ruangan gelap begini?”, tanya Daehyun bingung.


“Sini.”, ucap Hyun Joo sambil masuk ke salah satu ruangan yang sudah dia sewa sebelumnya.


Dia mendorong Daehyun masuk ke dalam dan mengintip sebentar keluar untuk memastikan tidak ada yang mengikuti mereka.


“Kau tahu yang harus kau lakukan, kan? Pastikan tidak ada yang mengganggu kami. Awas saja kalau sampai ada media yang masuk.”, ucap Hyun Joo sambil memberikan uang pada petugas yang berjaga di depan.


“Hyun Joo-ya..Apa kau?”, panggil Daehyun merasa bingung dengan tindakan Hyun Joo.


 Namun begitu, Daehyun sudah dapat menarik kesimpulan atas tindakan Hyun Joo.


“Oh.. mianhae… aku harus berbohong padamu agar bisa berbicara lebih leluasa.”, balas Hyun Joo.


“Yaa…. kau sadar apa yang sudah kau lakukan? Aku mau kembali saja.”, kata Daehyun berdiri dari kursinya.


“Daehyun-oppa, aku benar - benar tulus menyukaimu dan ingin tetap bersamamu. Kau tahu, aku bisa saja memilih untuk tidak menceritakan masalahku agar kau tidak tahu sama sekali dan masalah ini tidak ada. Hubungan kita akan baik - baik saja. Tapi apa? Aku tetap menceritakannya padamu. Karena apa? Karena aku mencintaimu. Aku percaya padamu.”, ungkap Hyun Joo sambil memegang sebelah tangan Daehyun.


“Dan kau bersikap seperti itu. Aku terkejut. Aku bingung. Aku tidak berpikir kau akan memberikan respon di luar ekspektasiku. Aku kita kau akan mengerti dan paham.”, kata Hyun Joo sambil menatap Daehyun lembut.


“Aku hanya ingin kau sepenuhnya jujur dengan tindakanmu sebelum hal tersebut menjadi lebih besar dan menghancurkan karirmu.”, kata Daehyun menatap Hyun Joo.


“Apakah kau tidak berpikir kalau hal ini justru yang akan menghancurkan karirku? Aku hanya melakukannya sekali. Sekali saja. Dan wanita itu juga adalah temanku bukan. Dia juga tidak melaporkan pada siapapun. Asal Min Hyuk Jae mau menyerahkan video itu, maka semua akan baik - baik saja.”, ungkap Hyun Joo.


“Huh, lantas, apakah pria itu akan diam saja? Dia datang mengancammu dengan mengeluarkan video itu. Aku pikir bagaimanapun tetap solusi yang aku berikan adalah yang terbaik.”, kata Daehyun masih mencoba untuk tenang.


“Aku tidak bisa mengendalikan orang di luar sana. Sekali itu keluar, aku akan hilang dari dunia entertainment ini selamanya. Aku membangunnya dari nol dan kau mau aku menghancurkannya?”, ucap Hyun Joo lagi.


“Kau hanya perlu meminta maaf. Jika itu adalah masalah kecil seperti yang kau katakan dan korban tidak melaporkanmu, maka orang lain juga akan menerimanya.”


“Daehyun-oppa, aku hanya melakukannya sekali. Hanya sekali pada satu orang. Itu tidak seburuk seperti terlihat di video.”, ucap Hyun Joo.

__ADS_1


“Apa kau yakin hanya melakukannya sekali dan hanya pada satu orang?”, seseorang tiba - tiba muncul dari pintu.


“Min Hyuk Jae?”, ucap Hyun Joo terkejut. Begitu pula dengan Daehyun.


‘Bukankah seharusnya dia ada di acara After Party? Aku sudah mengkonfirmasi ke managernya dan dia akan menghadiri acara itu.’, ucap Hyun Joo dalam hati.


“Kenapa? Kau terkejut? Kau kira aku ada di acara After Party? Huh, Hyun Joo-ya.. Setelah hubungan kita selama ini, kau masih tidak mengetahui tentang aku?”, ucap Min Hyuk Jae.


Ekspresi dan cara dia berbicara jauh berbeda dengan saat dia bertemu dengan Daehyun tempo hari. Daehyun menatap Min Hyuk Jae, berusaha menganalisa apa yang terjadi dan apa yang sebenarnya laki - laki itu inginkan. Hubungan? Hubungan apa? Punya hubungan apa dia dengan Hyun Joo.


“Daehyun-shi… aku merasa kasihan padamu. Kau kira kau mengencani putri baik hati yang dicintai seluruh negeri? Kau 100% salah. Hyun Joo.. sebaiknya, selagi ada waktu, kau bisa meninggalkannya.”, ucap Hyuk Jae pada Daehyun.


Dia berbicara formal tetapi nadanya seolah superior dibandingkan dengan Daehyun.


“Hyuk Jae, tutup mulutmu.”, kata Hyun Joo segera memperingatkan Min Hyuk Jae.


“Ah.. tadi dia bilang padamu dia hanya melakukannya sekali. Hm… apa lima orang dihitung satu? Dia membully 5 orang selama dia berada di sekolah menengah. Satu orang tidak berani sekolah, 3 orang pindah, dan hm.. Hyun Joo-ah apa kabar dengan satu orang lagi?”, kata Min Hyuk Jae menatap Hyun Joo dengan senyuman licik.


“Daehyun-oppa, jangan percaya padanya. Lima orang? Kau kira mereka cukup bodoh untuk diam saja jika aku benar - benar telah membully mereka?”, balas Hyun Joo.


“Ah.. tentu saja tidak. Mereka mengadu pada pihak sekolah tetapi bukankah agensimu yang menutup mulut mereka. Saat itu kau sudah masuk trainee dan hal seperti itu tidak baik untuk reputasimu. Mereka bukan tidak mau, tapi agensimu menekan kelemahan mereka dengan lebih baik. Tapi kau tahu Ahn So Hee.. dia berada satu agensi denganmu, kan? Apa kau masih membully-nya?”, tanya Min Hyuk Jae mendekatkan dirinya pada Hyun Joo.


Daehyun tak ingin mendengar lebih banyak tentang omong kosong ini lagi. Pria itu berdiri dan hendak pergi dari ruangan itu. Namun, Hyun Joo berusaha untuk menahannya.


“Daehyun-oppa, kau tidak percaya pada perkataannya begitu saja kan?”, ucap Hyun Joo sambil menahan Daehyun.


Min Hyuk Jae kemudian segera membuka salah satu file berisi video bullying Hyun Joo.


“Yaaa… kau tidak bisa memasangnya dengan benar? Kau mau aku celupkan lagi ke toilet? Oh? Cepat lakukan. Awas kalau ada yang tidak rapi.”


“Daehyun-shi.. Daehyun-oppa…”, Hyun Joo memanggil Daehyun yang langsung keluar dari ruangan itu.


“Dasar brengsek kau Min Hyuk Jae.”, ucap Hyun Joo menatap tajam pada Hyuk Jae.


“Yaaaa… makanya, kita harus bergaul dengan sesama kita. Kenapa kau harus mendekati Kang Daehyun. 재미없어 (Jaemi-eobseo).”, pungkas Hyuk Jae sambil tersenyum.


Daehyun keluar dari klub dengan hati yang tidak tenang. Kesal, iya. Dia sadar dia mengencani Jang Hyun Joo bukan karena dia tertarik pada Hyun Joo. Wanita itu menyatakan rasa sukanya pada Daehyun. Tidak ada alasan untuk Daehyun tidak menerima pernyataan cintanya. Mungkin saja seiring berjalannya waktu, dia akan tertarik dengan Hyun Joo.


Saat itu Daehyun berpikir, mungkin semua ini hanya tentang perkara timing saja. Bisa saja Hyun Joo lebih dulu suka padanya dan wanita itu bertindak jauh lebih cepat. Mungkin saja jika wanita itu tidak menyatakan rasa sukanya, lambat laun Daehyun yang membangun rasa itu dan bertindak lebih dulu.


Daehyun akui selama menjalani hubungan yang masih seumur jagung itu, dia menaruh rasa peduli dan ketertarikan pada Hyun Joo. Mungkin belum bisa disebut cinta tetapi rasa ketertarikan itu ada.


Sekarang setelah mendengar pengakuan Hyun Joo padanya tempo hari, jujur Daehyun sedikit kecewa. Namun, setelah berpikir panjang dia mencoba untuk memahami kesalahan Hyun Joo. Ya, mungkin dia melakukan kesalahan dan dia masih bisa memperbaiki dengan mengaku dan meminta maaf.


Tapi, mendengar pengakuan Hyuk Jae tadi, Daehyun terkejut. Dia tak lagi bisa meyakini apakah wanita yang bersamanya adalah Hyun Joo.


“Ah **,”, keluh Daehyun.


Karena emosi, dirinya tak sengaja meninggalkan ponsel miliknya di meja ruangan VIP yang disewa Hyun Joo tadi. Mau tidak mau, Daehyun harus kembali dan mengambilnya.


Di sana, Hyun Joo menyadari ponsel Daehyun tertinggal di atas meja dalam keadaan terbalik. Dia melirik ke arah Min Hyuk Jae sebentar dan mengambil seolah - olah ponsel itu adalah miliknya.


Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Min Hyuk Jae kalau dia tahu ponsel itu adalah milik Daehyun.

__ADS_1


“Hyun Joo, apa kau ingin membuka kembali memori kita yang telah lama?”, kata Min Hyuk Jae mendekati Hyun Joo.


Hanya ada mereka berdua disana sekarang. Tanpa menggubris perkataan Hyuk Jae, Hyun Joo bangun dan hendak keluar dari ruangan itu. Ia ingin pulang saja.


Mendadak Hyuk Jae justru menahannya dan mendorong Hyun Joo ke sofa.


“Hyuk Jae, apa yang kau lakukan? Beraninya kau.”, kata Hyun Joo terkejut sekaligus marah dengan perlakuan Hyuk Jae barusan.


Meski mereka saling kenal jauh sebelum ini, tapi Hyun Joo adalah seorang aktris. Dia tidak menyangka Hyuk Jae berani memperlakukannya seperti itu.


“Aku kan sudah bilang. Ayo kita mengingat kembali memori kita dulu. Apa kau masih ingat apa yang kita lakukan di ruangan olahraga?”, ucap Hyuk Jae tersenyum pada Hyun Joo.


“Brengsek.”, balas Hyun Joo.


“Huh, kalau saja Ahn So Hee tidak memergoki kita. Mungkin kau sudah jadi milikku seutuhnya.”, ucap Hyuk Jae terus mendekatkan dirinya pada Hyun Joo.


“Berani kau mendekat sekali lagi, aku akan melaporkanmu ke polisi atas kasus pelecehan.”, ancam Hyun Joo.


“Coba saja. Aku juga penasaran bagaimana kasus bullying mu bisa menutupi laporanmu.”, kata Hyuk Jae.


Wajah Hyun Joo berubah geram.


“Hyuk Jae, aku peringatkan kau.. Jangan berani - berani.. Yaaa…”, Hyun Joo berusaha lepas dari Hyuk Jae yang sudah akan menciumnya.


Bukkkk..


Seseorang tiba - tiba saja datang dan menarik tubuh Hyuk Jae lalu menghajarnya.


“Hah shhh… Yaa….. kau benar - benar keterlaluan. Hyun Joo..ikut aku.”, kata Daehyun pergi menarik Hyun Joo keluar dari sana.


Hyun Joo terkejut, malu, dan juga bersyukur karena Daehyun segera datang. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika pria itu tidak datang tepat waktu. Hyun Joo mengikuti tarikan tangan Daehyun setidaknya sampai mereka berhasil keluar dari klub tersebut.


“Lepaskan aku. Aku bisa pulang sendiri.”, kata Hyun Joo melepaskan tangannya dari pegangan Daehyun.


“Kau mau kejadian seperti tadi terjadi lagi? Memangnya kau mau pulang dengan apa? Yura noona menghubungiku menanyakan apakah aku bersamamu. Aku sudah memintanya segera menjemputmu disini, jadi tunggu di mobilku sebentar sampai dia datang.”, kata Daehyun.


“Terima kasih. Tapi sebaiknya aku menunggunya di kafe terdekat saja.”, ucap Hyun Joo.


“Kau hampir mengalami hal buruk seperti tadi dan masih belum belajar? Masuk. Ada yang harus aku bicarakan denganmu.”, ucap Daehyun kembali menarik Hyun Joo untuk segera masuk ke dalam mobilnya yang sudah diantarkan oleh pihak tim agensinya.


“Daehyun-oppa. Aku sekarang benar - benar sangat malu untuk berhadapan denganmu. Jadi biarkan aku menunggu di cafe terdekat saja.”, kata Hyun Joo memohon.


“Kau ingin semua orang mengenalimu dalam keadaan seperti ini? Masuk.”, kata Daehyun lagi.


Hyun Joo terpaksa harus masuk ke dalam mobil. Jujur, dia malu harus berhadapan dengan Daehyun sekarang setelah semua yang dikatakan Hyuk Jae tadi di dalam.


“Kalau kau masih menganggapku sebagai seseorang yang berharga, maka jawab pertanyaanku dengan jujur.”, kata Daehyun.


“Apa benar semua yang dikatakan oleh Hyuk Jae?”, tanya Daehyun terang - terangan.


Hyun Joo menolak untuk menjawab ataupun menoleh ke arah Daehyun dan memilih untuk melihat keluar jendela. Padahal, Daehyun menatap Hyun Joo dan menanti wanita itu untuk menjawabnya.


“Hyun Joo-ah.. “, tanya Daehyun.

__ADS_1


“Yura-eonni-da.. Gomawo.. “, ujar Hyun Joo singkat lalu keluar dan menutup pintu mobilnya.


Daehyun memukul setir mobilnya frustasi.


__ADS_2