Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 69


__ADS_3

“Sudah puas?”, tanya Daeun begitu Daehyun turun dari tangga Rooftop.


Daeun sengaja menunggunya di kursi mereka tadi.


“Hn… sudah tengah malam. Aku akan mengantarmu pulang.”, balas Daehyun memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.


“Hn. Ini es krim nya.”, Daeun memberikan es krim itu pada Daehyun.


Pria itu sudah memintanya dari tadi. Daeun sengaja kembali ke tempat es krim sebentar setelah turun dari rooftop untuk menukar dengan yang masih fresh dan beku.


“Oh.. aku tahu tempat makan es krim yang enak.”, suasana yang tadi sempat hilang antara mereka berdua kembali setelah Daehyun tiba - tiba teringat pada suatu tempat.


“Mau kemana lagi?”, tanya Daeun bingung. Pria ini selalu saja sulit untuk diprediksi.


“Ikut saja. Nanti kau juga akan tahu.”, ujar Daehyun.


“Es krimnya ke buru meleleh.”, balas Daeun sambil mengangkat es krimnya.


“Tenang saja.”, Daehyun tak terlalu peduli.


“Daehyun…”, panggil Daeun saat pria itu sudah hendak berjalan meninggalkannya.


“Tenang saja… tidak jauh.”, ucap Daehyun dengan cepat.


“Bukan itu.. Bayar dulu.”, kata Daeun membuat Daehyun sadar dia belum membayar tagihan PC bang.


“Ah.. aku kira..”, Daehyun segera berbalik menuju meja admin pembayaran dan melakukan scan QR code id pesanan mereka. Semua tagihan muncul.


Tanpa repot - repot memeriksa tagihan terlebih dahulu, Daehyun langsung memberikan kartu miliknya pada petugas. Daehyun sempat membuka maskernya sedikit karena permukaan hidungnya gatal.


“Terima kasih.”, ucap Daehyun mengambil kartu tersebut beserta dengan struk pembayaran.


“Ayoo.. kata Daehyun pada Daeun.


“Ya.. bukankah itu vokalis Triple Kill?”, tanya petugas yang membantu proses pembayaran Daehyun tadi pada temannya.


“Oh? Kang Dae Hyun?”, tanya-nya.


“O..tadi aku berpikir apakah orang ini sangat mirip karena melihat postur tubuhnya. Tapi saat dia membuka maskernya, aku menjadi lebih yakin lagi. Dia adalah Kang Dae Hyun, vokalis Triple Kill.”, ucap petugas wanita tersebut sambil terlihat berpikir.


“Ah.. mungkin kau berhalusinasi saja karena belakangan ini kau terlalu terpana padanya. Bahkan dari tadi kau memutar lagu grup band mereka.”, kata temannya.


Wanita itu tidak menggubris temannya dan masih berpikir. ‘Apa yang dia lakukan disini? Pacaran? Apa yang tadi itu kekasihnya? Oh?’, lantas wanita itu langsung tenggelam dalam persepsinya sendiri.

__ADS_1


**********


“Oh.. Daehyun Daehyun… kau tahu? Wanita tadi sempat melirikmu sebentar. Apa dia mengenalimu?”, Daeun terlihat sedikit panik.


Tentu saja, pekerjaannya adalah menangkap skandal sebelum itu masuk ke media. Jika seseorang melihat dan mengenali Daehyun sedang masuk ke PC bang bersama seorang wanita, itu tentu saja akan menjadi skandal.


“Tenang saja.”, ucap Daehyun kembali mengatakan kalimat yang sama.


“Kita sudah sampai.”, ucapnya.


“Oh?”, mereka berada di bawah jembatan. Di depan mereka terhampar sungai dan ini sudah tengah malam keesokan harinya. Ini kali pertama Daeun dan Daehyun menghabiskan waktu hampir 24 jam.


“Bgaimana?”, kata Daehyun membuka bagasi belakangnya.


Daehyun mengambil es krim mereka di sebuah kotak agar dia tetap fresh dan tidak cepat meleleh. Daeun akan skip untuk bertanya mengapa pria itu bisa memiliki kotak itu di mobilnya.


“Ini.”, kata Daehyun memberikannya pada Daeun dan kemudian bergerak ke bagian depan mobil.


Dia melemparkan tubuhnya sedikit ke bagian depan mobil agar dia bisa duduk disana.


“Perlu aku bantu?”, saat Daeun mengikutinya dan mengamatinya.


“Kau mau aku duduk disana juga?”, tanyanya.


‘Hah… kepada semua perempuan di bumi ini. Aku bertanya. Apakah aku terlihat berlebihan? Dia memperlakukanku seperti ini. Daehyun. Vokalis band yang baru saja debut dan sedang berada di titik pertama karirnya. Terkenal. Berada sedekat ini denganmu? Apakah kau bisa bersikap biasa saja?’, Daeun lagi - lagi bertanya - tanya pada dirinya sendiri.


Daehyun baru saja akan membuka es krim miliknya. Namun, saat Daeun hanya melihatnya dengan tatapan bingung, Daehyun meletakkan es krimnya di dekat kaca depan. Pengelap kaca mobil akan membuat es krim itu bertahan di sana untuk sementara waktu.


Daehyun kemudian turun kebawah. Dia menggeser tubuh Daeun dan dengan santainya mengangkatnya ke atas bagian depan mobil. Tubuh Daeun yang mungil bisa dengan mudah naik kesana.


“Apa yang kau lakukan?”, Daeun langsung berteriak.


“Hah… kau lama sekali.”, ekspresinya datar.


‘Apa dia seperti ini ke semua orang?’, Daeun bingung.


“Es krim sangat lezat kalau dinikmati di depan pemandangan indah seperti ini.”, ucap Daehyun.


Sorot matanya lembut mengarah ke depan.


‘Benar. Pemandangan yang indah.’,


Gedung - gedung tinggi yang terdiri dari kombinasi gedung perkantoran dan apartemen memberikan siluet di dalam genangan air sungai di hadapan mereka. Jembatan di sebelah kiri dan kanan memberikan proporsi lengkap yang seimbang.

__ADS_1


Jika Daeun tidak mempedulikan keberadaan Daehyun atau perasaannya, yang dia lihat di depan ini benar - benar sangat indah. Dan es krim yang ada di tangannya ini menjadi sangat lezat.


**********


Daehyun sudah menghentikan mobilnya di depan apartemen Daeun. Pria itu melihat ke samping. Daeun tertidur. Entah sejak kapan. Daehyun sibuk melihat pemandangan jalan di malam hari bahkan hingga sampai beberapa saat tadi. Dia tak menyadari kalau Daeun sudah tertidur pulas.


“Hah…”, Daehyun tersenyum.


Entah kenapa saat bersama, melihat, dan berinteraksi dengan Daeun, Daehyun merasa sangat nyaman.


‘Apa dia mengingatkanku pada sosok adik perempuan? Dia sangat independen dan dewasa di usia yang tidak seharusnya.’, pikir Daehyun dalam hati.


Perlahan mata Daeun mengerjap karena ada mobil yang berjalan dari depan dengan lampu mobil yang menyilaukan.


“Hm? Kita sudah dimana?”, tanya Daeun.


“Di depan apartemenmu? Apa tidurmu nyenyak?”, tanya Daehyun.


“Ha??? Oh.. apa yang aku lakukan..”, Daeun terlihat panik.


Dia melihat pantulan dirinya di kaca dan memastikan dia tidak melakukan kesalahan yang aneh seperti mengeluarkan air liur, mengacak rambut, atau sebagainya.


“Kau masih sadar. Sudah, besok kau harus menemaniku untuk fitting baju kan? Bersihkan diri dan tidurlah.”, kata Daehyun.


Suaranya terdengar sangat gentle.


“Hn.”, Daeun hanya bisa mengatakan satu kata singkat itu.


“Perlu aku antar ke unitmu?”, tanya Daehyun menawarkan. Pandangannya dia edarkan ke segala arah seolah ingin memastikan apakah lingkungan ini aman.


“Tidak perlu. Meskipun wilayah ini tidak seperti apartemenmu, tapi aman.”, ucap Daeun.


“Aku tahu.”, jawab Daehyun mantap.


“Ah.. aku lupa kalau kau pernah tinggal disini.”, balas Daehyun kemudian.


“Baiklah kalau begitu. Jangan lupa besok fitting dan kemudian dua hari lagi kau harus menghadiri syuting pertama.”, kata Daeun.


“Hn.”, jawab Daehyun dengan anggukan.


“Hati - hati di jalan. Jangan menimbulkan skandal atau Bokman hyung akan memarahiku.”, kata Daeun lagi.


“Tenang saja. Aku tidak akan membuat skandal. Kapan aku pernah membuat skandal?”, ucap Daehyun sambil memutar mobilnya.

__ADS_1


‘Seharusnya pertanyaannya diganti. Kapan dia tidak pernah membuat skandal. Aku yang membersihkannya lebih dulu.’, protes Daeun dalam hati.


__ADS_2