
Beberapa hari setelah mengantarkan Daeun kembali ke apartemennya malam itu, Daehyun dan Daeun sudah tidak pernah bertemu lagi. Daehyun sibuk dengan aktivitasnya, begitu juga dengan Daeun yang sedang diberikan tugas baru oleh Kwon Bok Man.
Mereka diminta untuk mencari tahu tentang desas desus internal seputar salah seorang artis mereka yang diduga terlibat perkelahian beberapa waktu lalu. Tadinya, Daeun sudah khawatir kalau yang dimaksud adalah Daehyun.
Beberapa waktu lalu, Daehyun terlibat pertengkaran dengan seseorang di dekat halte. Daeun sudah mengatakan padanya untuk berhati - hati. Bagaimana kalau itu benar - benar Daehyun. Kalau bosnya tahu, Daeun bisa dipecat. Dia baru saja berhasil hidup mandiri setelah tidak lagi bisa ditampung di panti asuhan.
Daeun belum mengumpulkan cukup uang untuk bisa hidup independen. Kalau pekerjaan kali ini tidak bisa dia lakukan dengan baik, bisa - bisa dia harus luntang lantung di jalanan.
“Ini tentang Choi Min Ki. Beberapa waktu lalu aku mendengar pembicaraan antara para trainee yang mengatakan kalau mereka melihat Choi Min Ki dikeluarkan dari klub karena membuat keributan. Aku ingin kalian melakukan penyelidikan dan memastikan apakah itu benar Choi Min Ki atau orang lain.”, ujar Bokman.
“Daeun, coba kau cek historical SNS Choi Min Ki dan orang - orang di sekitarnya. Aku akan memberikanmu list nama teman - temannya, dan coba cari keterkaitan antara mereka. Siapa tahu ada yang mengupload sesuatu di media sosial yang memperlihatkan Choi Min Ki memang berada di sana malam itu.”, ucap Kwon Bok Man memberikan perintah.
“Ahjussi, bukankah lebih mudah kalau kita menanyakan langsung pada Choi Min Ki dan mendapatkan keterangan darinya.”, tanya salah seorang tim.
“Dia sedang syuting drama baru. Dia tidak bisa diganggu. Kita hanya perlu mempersiapkan diri apapun hasilnya. Kalau dia benar - benar terlibat, kita harus meminta bagian PR untuk membuat ucapan permintaan maaf. Kalau itu bukan dia, kita perlu melakukan pertahanan maksimal dan membuktikannya.”, ujar Kwon Bok Man memberikan arahan.
Arahan yang dia berikan cukup jelas sehingga tidak ada pertanyaan yang muncul lagi setelah komentar barusan. Semua bubar dan melakukan pekerjaannya masing - masing. Yang lainnya biasanya akan langsung melakukan penyelidikan di sekitar tempat yang dimaksud.
Sementara Daeun mengumpulkan berbagai informasi yang bisa diperoleh melalui internet. Daeun biasanya menghabiskan waktu di sebuah ruangan PR yang ada di kantor. Selalu ada kursi kosong disana, sehingga dia bisa menggunakan internet sepuasnya.
Sebenarnya, mereka seharusnya mendapatkan ruangan khusus karena penyelidikan mereka tentu saja tidak boleh bocor keluar. Meskipun itu bagian internal saat timingnya belum pas. Misal, belum waktunya PR bertindak, maka informasi seperti itu harus dirahasiakan dulu.
Namun, proses untuk menyediakan mereka ruangan khusus sepertinya harus tertunda karena satu dan lain hal. Kwon Bok Man terus berusaha untuk meyakinkan Hwang Pilsung bahwa pekerjaan mereka tidak sia - sia.
Jawaban yang diberikan Pilsung Daepyonim selalu sama. Dia menginginkan hasil. Lucu. Kalau dia menginginkan hasil, itu sama saja dia berharap artisnya ada yang terkena skandal atau sebentar lagi akan terkena.
__ADS_1
********
Daehyun baru saja pulang dari aktivitas solo-nya. Selain harus rutin berlatih dan mempersiapkan album baru bersama tim nya. Daehyun juga akan segera syuting drama baru. Dia baru saja melakukan proses reading.
Rencananya drama ini akan dirahasiakan terlebih dahulu sampai pertengahan episode. Tapi dengan ketenaran Jang Hyun Joo yang mulai meroket, mereka sepertinya sedikit ragu apakah masih bisa tetap merahasiakan ini.
Apalagi dramanya mengambil latar di sekolah. Sehingga, mereka tentu harus mengambil tempat syuting di sekolah dimana akan ramai pelajar. Para penanggung jawab sudah berusaha agar adegan - adegan yang perlu diambil di latar sekolah sebenarnya akan digeser setelah mereka rampung menyelesaikan setidaknya 40%.
Drama ini akan menceritakan seorang pelajar yang bangkit dari keterpurukannya. Dia merupakan seorang atlet yang sedang melakukan camp di gunung. Namun, sebuah peristiwa tak terduga menyeretnya bersama teman - temannya hingga sebagian dari mereka hilang dan ditemukan tewas.
Selain harus melupakan mimpinya untuk menjadi atlet nasional karena trauma, dia harus kembali ke sekolah menjalani kehidupan sebagai siswa biasa. Melupakan semua kehidupan sebelumnya dan mulai lagi dari awal.
Daehyun akan menjadi siswa laki - laki itu dan Jang Hyun Joo kan menjadi teman masa kecilnya yang membantunya untuk bangkit.
Tit Tot Tit Tot Ceklek
Daehyun memasukkan password unit apartemennya dan pintu terbuka. Dia sudah mau masuk, namun dia merasa seperti ada yang mengintipnya dari samping. Daehyun refleks menolehkan kepalanya ke kanan, ke arah lift. Namun, tidak ada siapa - siapa disana.
Daehyun mengusap leher belakangnya sebentar sambil berpikir. Jelas - jelas dia merasa seperti ada orang yang mengintipnya dari kejauhan. Entahlah, instingnya mengatakan begitu. Dia mencoba memberanikan diri untuk melihat ke samping kiri sekali lagi. Nihil. Tidak ada orang disana.
‘Ah… mengagetkanku saja.’, Daehyun langsung masuk dan menutup pintunya dengan cepat.
‘Kenapa aku merasa ada orang yang mengikutiku, ya? Ah tapi kan apartemen ini punya pengamanan yang ketat. Tidak mungkin ada yang mengikutiku sampai lantai ini. Mungkin hanya perasaanku saja yang belakangan ini stress karena pekerjaan.’, ujar Daehyun dalam hati.
“Ngomong - ngomong, kemana Jang Hyun Joo? Aku tidak melihatnya kecuali di tempat reading beberapa hari ini. Apa dia tidak pulang ke apartemen, ya. Ah… benar juga. Dia kan masih syuting drama ongoing yang sedang dia kerjakan. Mungkin saja dia langsung kesana dan menginap disitu.”
__ADS_1
Daehyun langsung mengambil handuknya dan membersihkan diri. Beruntung dia sudah membeli makanan di perjalanan pulang. Dia tidak perlu lagi repot memasak.
Kring Kring Kring
Ponsel milik Daehyun berbunyi.
“Oh.. Daehyun-ah. Apa kabarmu? Kau baik - baik saja disana?”, tanya seorang wanita paruh baya melalui panggilan video di ponselnya.
“Oh Eomma, aku baik - baik saja. Bagaimana denganmu? Kau baik - baik saja?”, tanya Daehyun.
“Oh.. tenang saja. Kami semua disini sehat. Kau sedang makan? Apa yang kau makan? Apa kau makan dengan baik?”, tanya ibunya.
“Tenang saja. Aku punya cukup uang untuk membeli makan yang layak. Ibu tidak usah mengkhawatirkanku.”, jawab Daehyun.
“Yaa-aaa kenapa kau harus mengatakannya seperti itu. Ibu sedih mendengarnya.”, ucap Ibunya.
“Justru aku bermaksud membuat ibu tidak khawatir. Mengapa jadi sebaliknya. Bagaimana disana?”, tanya Daehyun berbasa - basi untuk menyenangkan ibunya.
“Ya.. disini juga baik - baik saja. Semuanya aman. Ibu sangat merindukanmu. Kapan kau akan main kesini? Kau bilang setelah senggang, kau akan kesini.”, kata ibunya menagih janji Daehyun.
“Berarti aku belum senggang. Secepatnya aku akan mencari jadwal. Ibu tenang saja.”
“Ya.. baiklah kalau begitu. Bersihkan badanmu. Tidur yang nyenyak. Ibu menyayangimu.”, ujar Ibu Daehyun bahkan memberikan kiss dari jauh melalui ponselnya.
Daehyun refleks mengeluarkan senyumnya.
__ADS_1