Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 57


__ADS_3

“Wah… terima kasih Daehyun-shi. Kami akan menikmati kopinya.”, ujar penanggung jawab utama pemotretan tersebut.


“Aku double shot.”, sahut sang photografer yang sudah menyelesaikan sesi pertama pemotretan ini.


Satu per satu mengambil Ice Americano yang sudah diletakkan oleh Daeun di meja di belakang area potret. Setelah mengambil, mereka tidak lupa tersenyum, mengangkat kopi dan mengucapkan terima kasih.


Daeun juga membalas senyum dan terus mempersilahkan hingga kopi terakhir diambil. Daehyun sudah mendapatkan kopinya dan sedang duduk santai sambil ditemani oleh para hair stylist dan juga make-up artist yang tengah merapikan penampilannya.


Setelah ini, Daehyun masih harus mengenakan dua outer lagi, kemudian baru dilanjutkan dengan makan siang. Setelah itu, Daehyun akan melakukan pemotretan bersama seorang girlgroup. Daeun masih belum mengetahuinya.


Dia tahu kalau Daehyun akan melakukan pemotretan bersama kelompok penyanyi wanita, tetapi belum tahu siapa itu.


“Daeun, ponselku.”, kata Daehyun memerintah dari jarak satu meter.


Begitulah dia sedari tadi setiap kali dia menginginkan sesuatu.


“Ini.”, Daeun menyerahkan ponsel pria itu padanya.


Kring kring kring


Belum sampai ponsel itu ke tangan Daehyun, ponsel sudah berbunyi dan tertera nama ‘Jang Hyun Joo’ pada layarnya.


‘Hyun Joo?’, Daeun memberikan tatapan penuh arti pada Daehyun.


Daehyun berdiri dan mengambil ponsel yang diberikan padanya.


“Maaf, aku akan kembali 10 menit lagi.”, ujar Daehyun pada beberapa staf yang sedang bersamanya.


Mereka mengangguk karena memang ada waktu istirahat sejenak sekitar 20 menit yang diberikan pada mereka.


Tanpa melirik kembali pada Daeun, Daehyun berjalan keluar dari area pemotretan. Dia berdiri di sebuah area kosong dimana terdapat beberapa bunga hidup yang tinggi - tinggi disana. Daehyun tidak langsung berdiri disana.


Pria itu memilih untuk masuk ke area tangga darurat dan menghubungi Hyun Joo kembali. Dia terlalu lama mengangkatnya dan telepon itu sudah tidak tersambung lagi setibanya dia di tangga darurat.


Tak butuh waktu lama untuk Hyun Joo mengangkat telepon Daehyun.


“Oh, kau langsung menghubungiku kembali.”, kata Hyun Joo dengan nada cerita. Terdengar jelas meski Daehyun tak melihat raut wajahnya.


“Tentu saja. Bukankah kau mengatakan padaku untuk siap siaga jika sewaktu - waktu kau membutuhkan bantuan. Aku terkejut menerima teleponmu. Aku kira kau sedang tidak baik - baik saja. Tapi, suaramu sepertinya mengatakan sebaliknya.”, ujar Daehyun tersenyum simpul.


“Itu berarti kau kecewa atau senang?”, tanya Hyun Joo.


Siapapun bisa mengetahui bahwa mereka saling merayu satu sama lain. Hanya saja, rayuan Hyun Joo terdengar lebih kuat dibandingkan dengan Daehyun.


“Tentu saja senang. Aku berharap, kau menikmati proses pemotretan-mu dan kembali ke lokasi syuting perdana dengan wajah ceria.”, ujar Daehyun memberikan dukungan.

__ADS_1


“Wah.. sekarang kau menyebutkannya, aku jadi sangat menantikan syuting perdana kita.”, Jang Hyun Joo memberikan semburat merah di pipinya saat mengatakan itu.


Sayangnya, Daehyun sama sekali tidak bisa melihatnya.


“Jadi, bagaimana pemotretanmu disana?”, tanya Daehyun.


“Pemandangannya bagus. Outfit yang diberikan padaku juga menarik. Hanya saja, proses pemotretan berlangsung sangaaat lama. Ditambah lagi aku bersama dengan orang yang menyebalkan disini. Jadi, aku tidak bisa menikmatinya.”, Hyun Joo berkata sejujur - jujurnya.


“Hm.. kasihan sekali.”, respon Daehyun singkat.


Pria itu mengambil duduk di salah satu anak tangga. Beruntung dia sedang tidak mengenakan outer yang dipakai untuk pemotretan. Musim belum berganti dan cuaca masih belum sedingin itu.


Daehyun saat ini hanya mengenakan celana bahan brang pemotretan dan blouse lengan pendek. Dia sama sekali tidak terganggu dengan penampilannya saat ini. Meskipun dia terlihat tampan, tetapi busananya seperti tidak pada tempatnya, jika orang - orang tidak mengetahui kalau dirinya sedang menjalani pemotretan.


“Bagaimana denganmu? Apakah sekarang aku sedang mengganggu kesibukanmu dalam membuat album? Oh tidak.. Jangan - jangan sekarang kau berada di ruang latihan bersama anggota Triple Kill lainnya?”, Hyun Joo langsung tiba - tiba gugup membayangkan jika sekarang Daehyun mungkin saja sedang dikelilingi oleh rekan - rekan satu grupnya.


“Haha–tidak. Tenang saja. Hari ini aku sedang melakukan pemotretan outfit musim dingin. Beruntung kau menghubungiku saat break.”, jawab Daehyun tertawa simpul.


“Oh benarkah? Kenapa tidak kau saja yang menjadi model pria untuk pemotretanku.”, Hyun Joo masih ingin berandai - andai, kalau saja Daehyun yang menjadi model pria dari sesi pemotretannya kali ini.


“Nikmati saja. Minggu depan, kita akan bertemu dan aku yakin kau akan bosan padaku karena terus bertemu di lokasi syuting nantinya.”


“Tidak mungkin. Kau bukan tipikal pria yang akan membuatku bosan.”, jawab Hyun Joo jujur.


‘Tidak. Kalau aku memperlihatkannya secepat ini, mungkin dia akan mengira aku wanita yang gampangan.’, pikir Hyun Joo dalam hati.


“Hem? Apakah aku se-menyenangkan itu?”, Daehyun menyambut baik ungkapan Hyun Joo.


“Kang Dae Hyun! Kang Dae Hyun… Dae Hyun-hyung!”, terdengar samar - samar suara Daeun memanggil.


“Oh.. seperti ada yang sedang memanggilmu. Apa aku mengambil waktumu terlalu banyak?”, tanya Hyun Joo.


Tak hanya Daehyun, suara Daeun-pun sampai pada telinga Hyun Joo yang berada di seberang telepon.


“Ah.. tidak apa - apa. Hanya telat beberapa menit saja.”, ujar Daehyun membenarkan.


‘Tapi kenapa suara wanita, ya? Apa itu staff pemotretan? Stylist? Masa Stylist mencari - cari sampai sebegitunya. Seharusnya, Seongmin-oppa, kan. Manager Daehyun bukannya seorang pria?’, Hyun Joo bertanya - tanya dalam hati.


“Itu siapa?”, akhirnya Hyun Joo berani menyuarakan pertanyaannya.


“Ah.. itu Daeun. Dia menggantikan Seongmin-hyung sementara waktu. Sepertinya pria itu sangat sibuk dengan aktivitas individu belakangan ini.”, jelas Daehyun santai, dia sudah berdiri ingin membuka pintu tangga darurat agar Daeun berhenti memanggil - manggilnya.


“Daeun?”, Jang Hyun Joo merasa baru mendengar namanya.


“Hn. Lee Daeun. Kau pernah bertemu dengannya beberapa kali sebelumnya. Ingat, wanita yang bersamaku saat premier film-mu?”, Daehyun menggambarkan. Tangannya masih ada di pegangan pintu. Dia belum membukanya.

__ADS_1


‘Oh.. bukankah dia wanita yang dicari - cari Daehyun waktu acara konsernya beberapa waktu lalu?’, Hyun Joo akhirnya samar - samar mengingat siapa Daeun yang disebutkan oleh Daehyun barusan.


“Ah.. aku tidak begitu mengingatnya.”, Hyun Joo memilih untuk mengelak dan bersikap seolah dia tidak tahu sama sekali.


“Hm.. tidak masalah. Nanti saat syuting juga kau akan bertemu dengannya.”, ujar Daehyun membuka pintu tangga darurat.


“Aah.. disitu kau rupayanya. Aku sudah mencarimu kemana - mana. Kenapa ponselmu sulit sekali untuk dihubungi?”, begitu menemukan Daehyun, Daeun langsung mengomelinya tanpa melihat kalau dia sedang menerima telepon.


“Shutt…”, ujar Daehyun sambil menunjukkan gerakan tangannya.


“Ah.. maaf. Aku tidak tahu kalau kau sedang menerima telepon.”, balas Daeun mundur teratur karena Daehyun ingin keluar dari area tangga darurat.


“Hyun Joo-ah… aku akan menghubungimu kembali nanti. Aku tahu kau bisa melalui pemotretan ini dengan baik.”, Daehyun menutup teleponnya segera setelah memberikan kata - kata manis tadi.


“Hyun Joo?”, tanya Daeun kembali mengkonfirmasi.


“Hn.”, jawab Daehyun mengangguk.


Ada sedikit raut kekecewaan di wajah Daeun saat mendengar jawaban Daehyun. Tetapi dia memilih untuk langsung bersikap biasa saja.


“Apa pemotretan sudah dimulai?”, tanya Daehyun.


“Belum.”, jawab Daeun singkat


“Oh? Lalu kenapa kau memanggilku?”, tanya Daehyun heran.


“Aku hanya ingin memastikan keberadaanmu. Pemotretan memang belum dimulai, tetapi akan dimulai 5 menit lagi.”, ujar Daeun menjelaskan.


“Ah.. kalau begitu aku tidak secepat itu memutus teleponnya.”, kata Daehyun.


“Kalian ada sesuatu?”, Daeun bertanya tetapi tidak menyebutkan secara jelas. Dia hanya menunjukkan dengan peraduan jari - jari tangannya.


Maksudnya, ‘Apakah kau ada hubungan dengan Hyun Joo?’


“Bukan urusanmu. Ayo kita kembali. Kau sudah menghabiskan Ice Americano-mu?”, tanya Daehyun beralih pada topik lain.


“Sudah. Kenapa? Kau ingin membelikannya lagi untukku?”, tanya Daeun.


“Nanti, kalau dramaku bagus, aku akan mentraktirmu daging.”, ujar Daehyun menjanjikan.


“Benarkah? Kau serius? Kau tidak bohongkan?”, tanya Daeun tanpa henti.


“Kau sering ditipu, ya? Tentu saja. Tapi hanya jika rating dramaku bagus. Makanya kau harus mempromosikannya.”, ucap Daehyun.


“Tenang saja, aku yakin dramamu pasti melejit.”, Daeun berkata dengan penuh rasa percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2