Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 96


__ADS_3

Para member Triple Kill berkumpul lengkap di studio favorit mereka. Seperti yang mereka bicarakan beberapa hari yang lalu, mereka harus kembali menggarap lagu utama untuk mini album yang akan rilis begitu drama Daehyun selesai.


Lee Hyun Woo, pria itu terlihat tampan dengan celana olahraga dan kaos oblong miliknya. Persis Tipikal anak band yang sedang latihan. Dia mengenakan sepatu olahraga dimana Ji Woo meledeknya sedari tadi.


Ji Woo melihatnya terlebih dahulu di sebuah toko namun Hyun Woo malah membelinya duluan.


“Kau kan bisa membeli pabriknya, kenapa marah hanya karena kau tidak bisa mendapatkan satu sepatunya.”, jawab Hyun Woo yang kesal karena Ji Woo ingin menginjak sepatunya terus.


“Heh.. aku memiliki sepasang kaki untuk memakai sepatu, kenapa harus membeli satu toko. Maaf, aku bukan orang tajir seperti itu.”, balas Hyun Woo segera.


“Oh.. setidaknya hyung mengakui kalau kau tajir.”, ucap Jisu menyambar bagai angin.


“Tutup mulutmu. Memangnya kapan aku menyangkal kalau aku tajir.”, kata Ji Woo.


“Wah.. dramamu sukses juga, Daehyun-ah. Kau seharusnya mentraktir kami setelah ini. Harus.”, ucap Ji Woo selanjutnya.


“Masih dua episode. Mungkin mereka adalah fans Hyun Joo yang sukses dengan drama sebelumnya.”, kata Daehyun merendah.


“Wow.. rating 20% di episode kedua kau bilang hanya kebetulan? Kalau episode satu, aku masih percaya. Tapi ini adalah episode kedua. Aku yakin rating brand ambassador bulan depan akan ada namamu.”, kali ini Hyun Woo yang berbicara.


“Hyung, bagaimana kalau band kita nanti tiba - tiba terkenal.”, ucap Ji Won.


“Bukankah sekarang sudah?”, kali ini kata - kata keluar dari mulut Jisu.


“Tapi, bagaimana kalau lebih terkenal? Sekarang kita hanya bisa memenuhi 5000 penonton sekali manggung. Bagaimana kalau bisa lebih banyak lagi seperti grup Idol. Wah.. bagaimana kau sudah bisa mencium ketenaranku.”, ucap Jiwon.


Kali ini, line para maknae yang berbicara.


“Baiklah.. Kalau sampai episode 16 masih rating 20%, aku akan mentraktir kalian.”, akhirnya Daehyun menyetujuinya juga.


“Kenapa harus menunggu episode 16. Saat episode 4 saja, bagaimana?”, kata Hyun Woo.


“Kenapa? Kau kira setelah itu akan turun dari rating 20%”, tanya Daehyun.

__ADS_1


“Bukan begitu. Kau akan sibuk mentraktir banyak orang setelah itu. Kami hanya tidak ingin merepotkanmu. Ya.. ketika episode 4 saja, ya. Jangan kelamaan. Ingat, kau harus mentraktir tim di lokasi syuting. Para kru, pegawai kantor, manager mu, teman - temanmu, rekan artis yang lain, lalu kami kapan?”, balas Hyun Woo.


Pria ini memang paling bisa melebih - lebihkan sesuatu.


“Baiklah. Baiklah. Aku menyerah. Oke. Aku akan mentraktir kalian kalau episode 4 meraih ratih diatas 20% lagi.”, ucap Daehyun.


“Jangan diatas, hyung. Kenapa kau meninggikan lagi standarnya. 20%. Itu adalah rating yang cukup.”, ucap Jisu.


“O-oh? Berarti kau tidak yakin dramaku akan melewati rating diatas 20%.”, ucap Daehyun meletakkan tangannya di dagu seolah meragukan Jisu.


“Bukan begitu. Kita harus sesuai dengan rencana pertama.”, jawab Jisu.


“Sudah.. Aku percaya rating dramanya akan melewati 20%. Dia pasti akan mentraktir kita. Kau tenang saja.”, kali ini Ji Woo yang akan bicara.


“Hyung, benarkah? Kalau tidak, kau yang traktir ya, hyung? Di rumahmu, dengan koki profesional.”, balas Jisu lagi.


“Bukankah itu memang keinginan pribadimu.”, kata Ji Won.


“O-oh.. kau tidak memanggilku hyung? Kau itu lebih muda dariku.”, Jisu sekarang mulai mempermasalahkan usia disaat dia terjepit.


“Aku yakin drama mu akan memperoleh rating lebih dari 20%. Aku menontonnya dan ceritanya benar - benar sangat fresh. Daehyun-ah.. Aku tidak tahu kalau kau bisa akting.”, kata Ji Woo antara memuji atau meledek.


“Heol… Yoon Ji Woo menonton drama?”, tidak hanya Jisu, Ji Won, dan Hyun Woo juga kaget mendengarnya.


Fakta yang mereka tahu adalah menonton drama merupakan hal yang tidak akan pernah mereka lihat dari seorang Yoon Ji Woo.


“Yaaaa… teman satu tim kalian sedang merintis karir barunya, apakah kalian tidak mendukungnya? Jangan bilang kalian belum menonton sama sekali?”, tanya Ji Woo dengan wajah serius.


“Oh?”, Hyun Woo langsung menghindari tatapan wajah Daehyun dan juga Ji Woo.


Meski tidak berekspektasi tinggi terhadap drama ini, tetapi setidaknya Daehyun berharap teman - teman bandnya melihat penampilan aktingnya.


“Hyung, aku lihat trailernya.”, kata Ji Won kemudian memecah keheningan.

__ADS_1


“Kau yakin?”, tanya Daehyun kemudian.


“Hn..aku melihat trailernya. Aku sudah memasukkan dramamu ke dalam favoritku. Aku akan menontonnya setelah taman. Hyung kan tahu kalau aku paling tidak suka di buat penasaran. Jadi, aku akan menonton dramanya setelah selesai.”, ucap Ji Won yang akhirnya berhasil kabur dari tatapan Daehyun.


“Aku akan menontonnya. Yaa.. aku kan sibuk menulis lagu, jadi aku belum sempat menontonnya. Malam ini akan aku tonton. Aku penasaran seberapa cantik Jang Hyun Joo di drama ini.”, ujar Hyun Woo.


Uhuk Uhuk.. Tiba - tiba Ji Woo terbatuk - batuk dan mengarahkan pandangannya pada Daehyun.


Ia teringat pada pembicaraan tempo hari, Ji Woo sudah tahu tentang hubungan antara Daehyun dan Jang Hyun Joo, tetapi rekan - rekannya sama sekali belum tahu. Tatapan itu adalah tatapan untuk mencoba merayu Daehyun agar segera mengatakannya sekarang.


‘Yaa.. mereka pasti akan terluka kalau tiba - tiba mereka mendengar hubunganmu dari orang lain. Percayalah padaku. Kau harus mengatakannya secepatnya.”, kata Ji Woo tempo hari memberikan nasehat pada Daehyun. 


“Tapi aku masih bingung bagaimana mengatakannya pada mereka. Aku juga belum diskusi dengan Hyun Joo. Sebelum mengatakan pada yang lainnya, aku juga perlu meminta pendapat Hyun Joo.”, kata Daehyun. 


“Secepatnya lebih baik. Aku ragu kalian bisa menyimpan ini lebih lama lagi. Bagaimana kalau ketahuan media. Apalagi belakangan kalian sering bertemu.”, kata Ji Woo lagi. 


“Tidak sesering itu. Kau membuatnya seolah - olah aku bertemu dengannya setiap malam.”, kata Daehyun. 


“Bukankah begitu? Apartemen kalian saja berseberangan. Siapapun yang mengetahuinya pasti akan mengatakan hal yang sama denganku.”, kata Ji Woo. 


“Pokoknya, kau harus mengatakan ini pada yang lain. Ingat, mengetahuinya dari orang lain apalagi dari media akan melukai mereka.”, lanjut Ji Woo. 


“Tapi, mengatakan pada orang seperti Jisu dan Ji Won bisa saja membuat hubunganku ketahuan oleh media lebih cepat dari perkiraan.”, kata Daehyun dengan nada bercanda tetapi serius. 


“Hahaha.. Benar juga.”, kata Ji Woo ikut menyetujuinya. 


Kilas balik selesai. 


“Hyung, apa kita boleh mengunjungimu di lokasi syuting?”, tanya Jisu.


“Tentu sajaa… aku justru menantikan kehadiran kalian di lokasi syuting. Tapi tidak ada yang datang. Aku pikir karena kalian sibuk.”, ucap Daehyun.


“Hm.. aku dan Hyun Woo memang sibuk. Yaa… Jisu, kau bukannya sedang ditawari pemotretan oleh Bokman-hyung.”, tanya Ji Woo.

__ADS_1


“Oh.. tapi aku tidak tertarik. Aku tidak begitu suka brandnya. Untuk apa melakukan pemotretan untuk brand yang tidak aku suka.”, balas Jisu.


“Hah… kau ini, selalu saja melakukan hal sesukamu. Kau kira aku ikut reality show karena aku menyukainya. Belum lagi mereka bertanya ini itu, aku hampir kebingungan. Kalau kakekku melihatnya, dia akan memintaku untuk berhenti menjadi selebriti.”, balas Ji Woo.


__ADS_2