
Tanpa terasa sebulan sudah para kru dan juga pemain drama yang sedang diperankan oleh Kang Daehyun dan Jang Hyun Joo melakukan proses syuting. Drama mereka akan segera tayang pekan kedua bulan depan.
Jang Hyun Joo benar - benar tidak sabar untuk melihat bagaimana reaksi para penonton juga penggemarnya terhadap drama ini. Akhir minggu ini mereka akan memulai presscon penayangan.
Lee Daeun sangat sibuk mempersiapkan outfit untuk Daehyun sembari juga sedang mengusut tuntas potensi skandal salah seorang gagman di agensinya. Tugas ini bersifat rahasia. Hanya dirinya dan Bokman Ahjussi yang mengetahuinya. Bahkan, Daehyun pun tidak mengetahui kalau manager sementaranya juga memiliki tugas tambahan.
“Yaa… Daeun.. Belakangan aku lihat kau terlihat sangat capek sekali. Padahal, kau kan bisa tidur saat aku tidak sedang syuting adegan. Kau bisa mengikuti jadwalku untuk beristirahat.”, tegur Daehyun yang hari ini sudah beberapa kali memergoki Daeun menguap sepanjang hari.
Daeun mengangkat wajahnya yang lelah dan menjawab Daehyun.
“Bagaimana aku bisa melakukannya.”, jawab Daeun singkat.
“Bagaimana tidak? Kau kan bisa ikut tidur?”, ujar Daehyun memasang kembali sepatunya.
Adegan yang baru saja dia ambil adalah adegan di rumah sakit. Jadi, dia tidak mengenakan sepatu.
“Dimana?”, tanya Daeun singkat.
Pertanyaan yang lugas dan membuat Daehyun berpikir sejenak.
“Di mobil.”, setelah berpikir beberapa detik, hanya itu jawaban yang bisa dikeluarkan Daehyun.
“Bersamamu?”, ujar Daeun.
“Hn.. memangnya kenapa? Kau bisa tidur di bagian belakang. Aku tidur di tempat biasa.”, jawab Daehyun santai.
“Tunggu. Kenapa kau gemar sekali mengalihkan pembicaraan. Aku bertanya kenapa kau terlihat sangat lelah? Kau tidak tidur karena tidak mau tidur di dalam mobil bersamaku?”, tanya Daehyun mendekati Daeun ke sebuah meja dan kursi yang biasanya digunakan untuk menikmati makan siang.
“Kau kira tidak capek menjadi managermu. Daeun, ambilkan ini. Daeun, aku mau ini. Daeun, bajuku dimana? Dan seterusnya dan seterusnya.”, bantah Daeun memberikan alasan.
“Ya sudah, kalau begitu kita istirahat. Masuk ke van. Vannya sangat luas. Kau bisa tidur dengan nyenyak sampai syuting adegan selanjutnya dimulai. Masih ada 4 jam lagi, kan?”, kata Daehyun menarik lengan Daeun dan berjalan ke arah van.
“Daehyun, tunggu.”, terdengar suara Hyun Joo tak jauh dari mereka berada.
Dia sedang memakai jaket dan rambutnya basah. Sepertinya karena efek syuting adegan sebelumnya di kolam renang.
“Oh Hyun Joo-ah.. Aku mau istirahat. Masih ada sekitar 4 jam-an sampai adegan kita selanjutnya.”, ucap Daehyun.
“Ah.. “, Hyun Joo ingin sekali mengucapkan kata - kata untuk menahan Daehyun lebih lama lagi. Tetapi dia tak kunjung menemukan kata - kata yang tepat.
Sampai kemudian managernya memanggilnya karena harus persiapan adegan selanjutnya.
__ADS_1
“Kau dipanggil.”, ucap Daehyun mengingatkan.
“Ah.. Daehyun-shi. Apa kau nanti punya waktu setelah syuting selesai?”, tanya -nya.
Saat itu Daehyun sudah akan pergi menuju van-nya.
“Boleh. Kenapa harus menunggu sore? Tidak sekarang saja?”, tanya Daehyun heran.
Jang Hyun Joo melihat ke arah Daeun sejenak.
“Daeun, kau duluan.”, ucap Daehyun melepaskan tangan Daeun dan memerintahkannya untuk ke van lebih dulu.
Setelah itu, Daehyun menatap Hyun Joo kembali seolah menunggu jawaban atas pertanyaannya yang tadi.
“Kenapa dia ikut ke van bersama-mu?”, alih - alih menjawab, Hyun Joo malah melontarkan pertanyaan lain.
“Ah.. kami mau istirahat di mobil. Syuting masih 4 jam lagi. Aku merasa dia juga butuh istirahat.”, jawab Daehyun santai.
Dia kembali menunggu jawaban Hyun Joo.
“Hanya berdua?”, tanya Hyun Joo hati - hati.
“Oh? Memangnya kenapa?”, tanya Daehyun heran.
‘Apa aku berpikir terlalu berlebihan? Apa Daehyun malah menganggapku aneh karena kerap bertanya tentang Daeun?’, pikir Hyun Joo dalam hati.
“Ya.. Daeun adalah managerku. Bukankah kau juga terbiasa bersama managermu di dalam van. Lagipula tidak ada tempat lain untuk beristirahat selain di dalam van, kan?”, tutur Daehyun.
“Tapi managerku kan seorang perempuan. Jadi…”, jawab Hyun Joo ragu.
Sebaliknya, Daehyun sudah tahu kemana arah pembicaraan Hyun Joo.
“Yaa.. Daeun adalah managerku sekarang. Bukankah make up artist, stylist, dan kru lainnya juga seorang wanita. Sudahlah.. Apa yang ingin kau bicarakan? Kenapa harus menunggu nanti setelah syuting selesai?”, tanya Daehyun.
“Oh.. Hn.. nanti saja. Aku ingin mengatakan hal yang serius.”, ucap Hyun Joo kemudian berlari kembali ke area syuting karena sutradara sudah memanggilnya.
Hyun Joo hanya membisikkan, ‘Telepon aku.’, pada Daehyun.
Daehyun hanya tersenyum dan mengangguk kemudian kembali berjalan ke arah Van. Dia membuka pintu van dan mencari keberadaan Daeun.
“Yaa. Lee Daeun, dimana kau?”, tanya Daehyun.
__ADS_1
“Aku disini.”, ucap Daeun muncul dari balik baju - baju yang ada di belakang.
“Hah.. kau kecil sekali sampai aku tak bisa melihatmu.”, ucap Daehyun sarkas.
“Hyun Joo mengatakan apa padamu?”, setelah terdiam sesaat, Daeun bertanya pada Daehyun yang sedang mengatur kursi van menjadi tempat tidur yang nyaman.
“Mau tahu saja.”, jawab Daehyun asal.
“Baiklah, aku tidak akan bertanya. Aku menyesal sudah bertanya.”, ucap Daeun kembali menimbun tubuhnya diantara baju - baju yang ada disana.
“Hm.. apa mungkin dia akan menyatakan perasaannya padaku dan mengajakku berkencan? Yaaa.. apa itu tidak terlalu cepat?”, ucap Daehyun bergumam, namun karena hanya mereka di dalam van, ucapan itu terdengar jelas sekali.
“Cih.. pede sekali kau.”, kata Daeun tertawa kecil.
“Yaa.. apa lagi kalau bukan itu.”, ucap Daehyun merebahkan tubuhnya.
Tidak seperti Daeun yang tidur ditumpukan barang dan baju - baju di bagian belakang, Daehyun tidur dengan nyaman di sebuah kursi yang dia miringkan ke belakang. Lumayanm menyerupai tempat tidur.
“Lalu, bagaimana perasaanmu?”, tanya Daeun serius.
“Kenapa? Kau akan memberitahu Bokman Ahjussi?”, tanya Daehyun to the point.
“Hm.. PR juga harus tahu apa yang akan mereka tulis saat media mencium kabar kencan kalian.”, ucap Daeun datar.
“A-ah.. tentu saja. Kalau begitu, kau akan menguping pertemuanmu dengan Hyun Joo, nanti?”, tanya Daehyun melemparkan selimut pada Daeun.
‘Kenapa dia tidak bisa memberikannya pelan - pelan.’, gerutu Daeun saat menerima selimut itu tepat di wajahnya.
“Untuk apa aku menguping.”, jawab Daeun.
“Yaaa.. bukannya itu yang kau lakukan untuk bisa mendapatkan skandal untuk dilaporkan pada Bokman hyung.”, komentar Daehyun.
“Kau tidak perlu tahu bagaimana kami bisa mendapatkan informasi itu.”, ucap Daeun.
“Tunggu.”, lanjut Daeun kemudian bangun dari tidurnya.
“Kenapa? Kau mengagetkanku saja.”, ujar Daehyun menolehkan pandangannya ke belakang.
“Sudah.. Kau tidur saja. Jangan hiraukan aku.”, jawab Daeun saat bersitatap dengan Daehyun.
Daehyun menurut dan memejamkan matanya. Dia sudah capek harus syuting adegan drama hari ini.
__ADS_1
‘Ah.. ternyata begitu cara Pisbol Ahjussi menghilangkan jejaknya dengan cepat malam itu. Padahal sebentar lagi aku sudah bisa mengungkap rahasia yang dia sembunyikan. Tunggu, apa itu berarti dia sudah tahu kalau aku ini menggali informasi tentang urusan ilegalnya?’, pikir Daeun dalam hati.