Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 54


__ADS_3

‘Aaaaa…. Apa - apaan dia itu? Apa dia tidak menganggapku wanita sama sekali? Kalaupun dia tidak menganggapku sebagai wanita, setidaknya dia menganggapku sebagai perempuan.’, Daeun berteriak malu di dalam hati.


‘Oh… apa aku terlalu nyaman dengannya? Sampai - sampai aku tidak menyadari.’, Daehyun pun tak kalah terkejutnya di dalam ruang ganti.


Walaupun Daehyun dikenal sebagai mode yang santai, tetapi untuk urusan begini, jantungnya juga bisa deg - deg-an luar biasa.


Tok tok tok tok


Seorang staff pemotretan mengetuk pintu. Hal tersebut sukses membangunkan Daeun dari lamunannya.


“Oh iya.. “, respon Daeun segera setelah dia mendengar ketukan pintu tersebut.


“Apakah Daehyun-shi sudah siap? Pemotretan akan segera di mulai.”, ujar staff yang hanya memberikan instruksi dari depan pintu saja.


“Hn. Aku sudah siap.”, belum sempat Daeun menjawab, Daehyun sudah keluar dari ruang ganti dan menjawabnya.


“Baiklah. Silahkan menyusul kami segera di set. 10 menit lagi, pemotretan akan kita mulai.”, ujarnya.


Daehyun mengangguk mantap.


“Sepatuku?”, tanyanya pada Daeun.


“Oh..iya.. Ini.”, Daeun langsung sigap mengambilkan sepatu yang sudah dipilihkan untuknya. Mereka berdua langsung masuk ke dunia nyata dimana profesionalitas langsung mendominasi hubungan mereka.


Tak butuh waktu lama, Daehyun langsung keluar dari ruang tunggu diikuti oleh Daeun dari belakang. Daeun membawa beberapa set outer yang sudah digantung sempurna untuk keperluan pemotretan.


Pemotretan kali ini memang sangat unik. Biasanya Designer yang akan standby untuk mempersiapkan outfit. Tetapi, waktu tidak memungkinkan dan pemotretan juga tidak terlalu kompleks. Sehingga, hal seperti itu bisa langsung dipercayakan pada manager mereka.


“Oh?”, tanpa sengaja Daehyun bertemu dengan Kang Byeol (강별), teman masa kecilnya yang kini sudah menjadi Idol. Beberapa waktu lalu, saat Daehyun sedang mencari - cari tahu tentang penguntit yang mencurigakan, dia juga sudah sempat bertemu dengan Kang Byeol secara kebetulan.


“Oppa juga?”, tanya-nya pada Daehyun.


“Hn.”, jawabnya tanpa terlalu yakin sebenarnya kemana arah dari pembicaraan Kang Byeol sebenarnya.

__ADS_1


“Ahh… ternyata anggota band yang dikatakan oleh producer itu adalah Oppa. Ahh… tidak.”, wajah Kang Byeol langsung berubah.


Namun, dia tidak menjelaskan secara detail dan langsung pergi meninggalkan Daeun dan Daehyun dengan wajah kebingungan.


“Dia kenapa? Aneh sekali.”, Daehyun tak terlalu memikirkannya dan lanjut berjalan menuju lokasi pemotretan.


“Okeee…. Daehyun.. Sesuai dengan dugaan kami, outfit dan setting ini sangat cocok dengan aura yang kau pancarkan. Okee… tema kali ini lebih banyak mengarah pada outfit musim gugur. Aku yakin kau sudah menyadarinya dengan banyaknya outer yang ada di sana. Konsep pemotretan kali ini sangat mudah. Kami perlu mengambil yang bagus untuk masing - masing outer. Aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik.”, penanggung jawab pemotretan langsung memberikan penjelasan singkat sebelum mengarahkan stafnya untuk mengatur posisi Daehyun.


“Oh ya.. Nanti setelah semua outfit ini selesai, kami juga perlu memadu padankan beberapa outfit dengan pasangan. Oleh karena itu, kami juga memanggil anggota girlband untuk bisa membantu kami di pemotretan kali ini. Maaf, kami tidak memberitahukannya di awal.”, ucap pria itu pada Daehyun yang sedang sibuk ditata kembali rambutnya.


Daeun juga nampak mengangguk namun, dalam hati dia juga mengeluh.


‘Mengapa dari tadi banyak sekali hal - hal yang baru? Apa mereka tidak merencanakan pemotretan ini dengan baik?’, ujar Daeun mengomel dalam hati.


“Kemana Seongmin-oppa?”, tanya seorang wanita pada Daeun.


“Ng?”, Daeun terkejut dan bingung.


Wanita itu langsung mengambil posisi di sampingnya dan sedikit menyenggol bahunya. Mungkin wanita itu bermaksud untuk memberikan kode bahwa dia sedang berbicara dengannya.


“Dia memiliki jadwal yang lain sehingga tidak bisa mendampingi Daehyun untuk sesi pemotretan hari ini.”, kata Daeun menjawab.


“Oh.. aku kira dia jadi pindah.”, kata wanita itu pada Daeun.


“Hah? Pindah?”, tentu saja Daeun terkejut.


‘Apa maksudnya dengan pindah? Mengapa wanita ini justru lebih tahu darinya?’, pikir Daeun dalam hati.


“Aku Hae-Shin. Kang Hae Shin. Aku sudah lama bekerja sama dengan Seongmin-oppa sebelumnya. Dan baru - baru ini sering bertemu untuk project - project grup ataupun member Triple Kill.”, jelasnya melihat ke arah Daeun dan menjulurkan tangannya.


“Aaah.. perkenalkan, aku Lee Daeun. Aku salah satu staff di agensi Xscape Entertainment. Terkadang aku menggantikan Seongmin-oppa untuk mendampingi Daehyun di jadwal pemotretannya.”, Daeun lagi - lagi memberikan penjelasan singkat.


“Aaah… bagaimana menurutmu bekerja sama dengan Daehyun-shi?”, tanya wanita itu.

__ADS_1


“Oh? Ha-ha.. Aku tidak terlalu sering terlibat pekerjaan dengannya. Tapi menurutku dia bukan tipikal selebriti yang akan mempersulit stafnya.”, Daeun memberikan alasan yang jujur.


“Hm.. ya. Kau benar. Aku sudah tahu kok kalau member Triple Kill kebanyakan easy-going sekali. Hanya saja, mereka sangat privat. Sulit mendapatkan informasi tentang mereka.”, ujarnya tergelak tipis.


Daeun juga membalasnya dengan senyuman tipis.


“Tapi, aku tahu sejak pertama kali bertemu dengannya. Dia pasti akan jadi artis besar nanti. Lihat saja, baru setahun debut, dia sudah mendapatkan banyak permintaan iklan dan pemotretan. Padahal ini bukan masa promo album atau single mereka, kan?”, ucap Kang Hae Shin.


“Ya.. benar sekali. Aku juga takjub dengan popularitas mereka. Padahal, mereka tidak banyak tampil di televisi, tetapi iklan, drama, DJ, mereka banyak sekali diundang.”, ujar Daeun bersemangat menceritakan tentang pencapaian Daehyun.


“Drama? Siapa yang sedang main drama?”, tanya Hae Shin dengan cepat.


“Oh?”, Daeun langsung terkejut.


Seharusnya, belum saatnya untuk memberitahukan tentang keterlibatan Daehyun dalam drama. Ini adalah metode marketing mereka. Namun, Daeun baru saja mengeluarkan statement yang berbahaya.


“Apakah mereka sedang mempertimbangkan drama?”, tanya wanita itu mulai agresif.


“Eh?”, Daeun masih belum bisa menjawab.


“Benarkah? Atau bahkan sudah dikonfirmasi untuk memainkan drama tertentu?”. Dia malah bertanya lagi lebih intens.


Disini, Daeun mulai menaruh curiga. Dia seperti ditanyai. Berada di lokasi pemotretan sebagai manager Daehyun membuat dirinya melonggarkan pengawasannya.


“Ya… kau.. Bukankah kau reporter Kang Hae Shin? Wah… kau masih kesini lagi?”, Daehyun langsung berteriak dari tempatnya berdiri.


Beberapa take sudah diambil. Daehyun sedang melihat - lihat foto bersama sang fotografer. Saat dia akan kembali ke tempat pemotretan, Daehyun melihat sosok yang dia kenali. Meski dalam setelah yang berbeda.


“Heh… wah.. Kau bahkan membuat semua orang disini sampai tidak mengenalimu.”, kata Daehyun.


“Ada apa Daehyun-shi?”, tanya staff pemotretan yang stand-by di area ini.


“Bagaimana kalian bisa kecolongan. Dia dari media. Bukankah seharusnya tidak boleh berada disini?”, tanya Daehyun sambil menatap tajam ke arah wanita itu.

__ADS_1


Kang Hae Shin langsung pucat. Dia tidak menyangka, penyamarannya langsung diketahui mentah - mentah oleh Daehyun. Pria itu bahkan meneriakinya dari jauh. Dia langsung membeku. Jika pihak brand atau majalah memperpanjang hal ini, dia bisa terkena masalah.


Dia tidak menyangka kenekatannya untuk mendapatkan headline malah menggiringnya pada masalah yang lebih besar.


__ADS_2