
“Kita coba yang ini. Sepertinya tidak penuh.”, ucap Daehyun menunjuk salah satu PC bang yang buka hingga 24 jam.
“Kau bilang akan mentraktirku daging. Kenapa malah langsung ke PC bang. Kau kira aku ini robot yang tidak butuh makan?”, ucap Daeun kesal ketika Daehyun menghentikan mobilnya di depan sebuah PC bang.
Di depannya berjejer beberapa restoran 24 jam termasuk mini market. Benar - benar tempat yang cocok untuk PC bang.
“Aku bilang akan mentraktirmu daging kalau dramaku sukses. Aku memang akan mentraktirmu makan malam. Tetapi, kalau sekarang kita ke restoran dulu untuk makan, kapan kita bisa main? Kita langsung makan di PC bang saja, sambil main. Kau biasa main apa?”, tanya Daehyun sambil menoleh ke samping.
Dia langsung mengambil topi dan masker yang keduanya berwarna hitam. Daehyun baru saja akan mengambil kacamatanya namun Daeun sudah terlanjur memegang tangannya.
“Kau yakin akan masuk ke PC bang? Bukankah justru dirimu akan membuat skandal nantinya?”, ucap Daeun.
Saking sudah akrabnya dirinya dengan Daehyun, ada saat - saat dimana dia lupa kalau Daehyun adalah selebriti.
“Tidak masalah. Aku sering kesini dengan para member Triple Kill. Kami sudah punya spot yang tidak banyak diketahui orang lain. Tenang saja.”, ucap Daehyun dengan penuh percaya diri.
“Kalian punya spot yang sudah tersembunyi, tetapi tetap perlu menggunakan topi, masker, dan kacamata hitam? Kau hanya membual saja, kan?”, ucap Daeun.
“Huh… Baiklah, aku akan jujur. Aku belum pernah ke PC bang sejak debut sebagai selebriti. Ini pertama kali aku mencobanya.”, balas Daehyun akhirnya mengaku.
“Kau sudah gila. Kau mencoba hal seperti ini denganku yang jelas - jelas adalah secret agent? Kau mau menamatkan karirku hari ini juga?”, kata Daeun dengan penuh ekspresi. Dia bahkan mengangkat tangannya.
__ADS_1
Hari ini mereka banyak sekali berdebat. Bahkan saat ini mereka belum lagi turun dari mobil.
“Tenang saja. Tidak akan ada yang mengetahuinya. Aku berani jamin. Kau tidak perlu khawatir. Aku sudah lama tidak main ke PC bang. Ayolaah.”, ucap Daehyun merengek.
Terang saja Daeun langsung terkejut.
‘Ada apa dengan pria ini. Dia sedang mabuk, sudah gila, atau apa? Kenapa dia bersikap seperti ini?’, pikir Daeun dalam hati.
Perasaannya, dirinya selalu berada di samping Daehyun hari ini. Pria itu tidak minum sama sekali. Dia bahkan menyetir dengan normal sampai sekarang. Apa kepalanya terbentur sesuatu? Pertanyaan - pertanyaan seperti ini mengitari kepala Daeun.
“Kau sudah gila rupanya. Kau kan bisa main di rumahmu. Maksudku apartemenmu. Kau bilang kau juga punya satu set PC gaming bagus. Bukannya lebih nyaman.”, Daeun hanya bisa mengatakan kalimat itu.
“Tidak seru. Lebih seru di PC bang, ramai. Kalau kau tidak memperbolehkannya, aku akan memotret diriku di PC ini dan memberikannya pada Bokman hyung. Dia kan tahu kau sedang menjadi manager sementaraku hari ini.”, ucap Daehyun memberikan ancaman namun dengan ekspresi yang jenaka.
Segera setelahnya, Daehyun langsung tersenyum menang dan mengenakan masker, topi, dan kacamata hitam miliknya. Saat dia keluar dari mobil, dia langsung menatap Daeun dengan ekspresi menang.
“Taruh kembali kacamatamu. Kau ingin semuanya tahu kau selebriti? Sesuatu yang berlebihan justru akan menjadi pertanyaan.”, kata Daeun sambil berteriak.
Bahkan teriakannya membuat orang - orang disekitar mereka langsung melirik.
“Sepertinya teriakanmu yang malah mengundang orang - orang untuk melihat kita.”, ucap Daehyun.
__ADS_1
“Baiklah - baiklah, aku tidak akan mengenakan kacamata hitam. Lihat, tidak ada yang menyadari kalau aku adalah Daehyun, vokalis Triple Kill. Semua orang lebih sibuk dengan dirinya sendiri.”, ucap lanjut Daehyun lagi. Dia mengatakannya dengan penuh percaya diri.
“Ayo…”, Daehyun memberikan kode pada Daeun untuk mengikutinya masuk.
“Hah… harus ku apakan orang ini. Dia benar - benar memiliki kepribadian yang banyak. Ah.. lupakan. Sekarang aku ikuti saja. Itung - itung bisa main di PC bang dan makan gratis.”, ucap Daeun akhirnya mengikuti Daehyun.
Mereka mengambil posisi yang strategis untuk para selebriti. Daehyun sepertinya berkata benar tentang bisa mencari tempat yang tersembunyi. Di bagian paling sudut lantai atas, terdapat satu area yang tertutup dengan tiang pondasi atau penyangga. Siapapun yang duduk disana tidak akan terlihat.
Menyadari hal ini, Daeun langsung memberikan tatapan salut pada Daehyun. Seolah dia mengakui kehebatannya.
“Eh-eh.. Kau mau apa?”, tanya Daehyun yang sudah duduk rapi di kursinya sambil menggoyangkannya ke kiri dan kekanan.
Saat bertanya, Daehyun menyilangkan kakinya dengan tatapan cool dan angkuh (seolah - olah).
“Duduk.”, ucap Daeun polos.
“Pesan makanan. Setelah itu baru duduk. Memangnya kita tidak mau makan?”, ucap Daehyun dengan santai.
Dia kembali menoleh ke PC dan menghidupkannya. Dia juga memasang penutup telinga. Semuanya dia lakukan dengan santai.
“Aku pesan salad, burger, chicken, soda, coffee, dan kentang.”, ucapnya dengan santai pada Daeun.
__ADS_1
“Hah… sekalian saja kau pesan semuanyaa.”, ucap Daeun kesal.