
“Oke… 3, 2, 1.. Action.”, seru Gamdong-nim dengan nada lantang menggunakan toak.
Saat itu juga semua kru langsung fokus dan syuting adegan yang ke sekian langsung dimulai.
Adegan dimulai dengan Lee Dohyun, karakter yang diperankan oleh Kang Daehyun, dikepung oleh segerombolan anak berandalan. Mereka rupanya dipimpin oleh seorang pria tidak dikenal yang diperankan oleh Min Hyukjae.
Pertarungan sengit tak dapat dielakkan. Dohyun terkejut namun dia tak bisa berlama - lama dengan keterkejutannya. Karakter yang diperankan oleh Min hyukjae setidaknya membawa 10 orang dan semua mengelilingi Dohyun.
Sesuai dengan dugaan, Dohyun tak bisa menghadapi mereka semua. Adegan selanjutnya menunjukkan Dohyun berlari ke arah jalan untuk melarikan diri. Dalam cerita, daripada melawan mereka semua, karakter Dohyun lebih baik mencari jalan untuk segera kabur dari sana.
Dia adalah atlet nasional. Jika dia cedera, maka habislah semua.
Ya, adegan yang diambil kali ini adalah adegan yang menunjukkan kejadian sebelum Lee Dohyun, sang siswa SMA yang juga atlet nasional cedera.
Setelah berlari sangat jauh, Dohyun bisa bernafas lega karena dia tak melihat lagi orang mengejarnya di belakang. Namun, kesimpulannya salah karena pria tak dikenal yang diperankan oleh Min Hyukjae tiba - tiba datang menghadangnya dari depan.
Dohyun terkejut dan tak bisa mengelak dari pukulan yang dilayangkan oleh Hyukjae. Ekspresi Daehyun yang memerankan karakter Dohyun mengeluarkan ekspresi yang natural.
Setidaknya pertarungan antara mereka berlangsung selama beberapa menit sebelum akhirnya Dohyun ditumbangkan oleh pria itu. Dohyun jatuh pingsan tak sadarkan diri.
“CUT!”, teriak Gamdong-nim segera setelah adegan saat itu berakhir.
Beberapa kru nampak segera berlari ke arah Daehyun termasuk dengan Daeun. Beberapa orang yang tidak menyadari langsung terkejut. Min Hyukjae terlihat mendekat ke arah Daehyun dan berusaha meminta maaf.
“Gamdong-nim. Aku benar - benar tidak sengaja.”, ucap Min Hyukjae.
Ternyata beberapa menit lalu saat adegan karakter yang diperankan oleh Min Hyuk Jae melayangkan pukulan pertamanya pada Dohyun, Hyukjae melakukannya sungguhan. Itu kenapa Daehyun benar - benar mengeluarkan ekspresi kesakitan sekaligus terkejut yang natural.
Bibir Daehyun benar - benar terluka sungguhan. Padahal, sebelum adegan selanjutnya, make-up artist berencana akan menambahkan make-up yang menyerupai bekas luka di bibir Daehyun.
Beberapa kru yang segera menyadari hal itu langsung mendekat ke arah Daehyun dan memastikan keadaannya. Meskipun dia aktor baru, tetapi dia adalah pemeran utama. Karena itu semua perhatian langsung mengarah padanya.
“Daehyun-shi, kau tidak apa - apa?”, tanya Gamdong-nim.
Ya, bahkan termasuk Gamdong-nim sekalipun. Dia tidak meng-cut adegan tadi karena Daehyun juga tidak memberikan aba - aba untuk menghentikannya. Gamdong-nim mengerti maksud Daehyun. Pria itu pasti tetap ingin melanjutkan syuting meskipun hal seperti ini terjadi.
“Daehyun-hyung!”, teriakan Daeun juga tak kalah keras dibandingkan yang lain.
“Tidak apa - apa.. Aku baik - baik saja.”, ucap Daehyun sambil meringis memegang bibirnya.
__ADS_1
Dia pernah merasakan pukulan seperti ini beberapa kali saat SMA. Meskipun sekarang dia mengatakan tidak apa - apa, tetapi ekspresinya tidak bisa bohong.
“Daehyun-shi. Gamdong-nim. Aku benar - benar minta maaf..”, ujar Min Hyukjae sambil membungkuk sopan.
“Hm..baik - baik. Tidak apa - apa. Melihat kau juga tidak terkejut dan melanjutkan syuting membuktikan kau ada bakat. Kerja yang bagus. Daehyun-shi, aku juga minta maaf.”, ujar Gamdong-nim.
“Tidak.. Aku setuju denganmu. Hal seperti ini mungkin bisa terjadi saat syuting. Lain kali hati - hati. Aku juga tidak ingin mendapatkan pukulan yang sesungguhnya.”, ujar Daehyun sambil bercanda.
“Baiklah. Kita istirahat 20 menit.”, lanjut Gamdong-nim memberikan waktu untuk Daehyun istirahat dan mengobati lukanya.
Gamdong-nim segera berdiri dan memanggil beberapa kru untuk berdiskusi mengenai adegan selanjutnya. Min Hyukjae terlihat berjalan keluar area syuting setelah Daehyun mengatakan beberapa kali kalau dia tidak apa - apa.
Beberapa kru menawarkan untuk mengobati luka Daehyun, namun Daehyun menolak dan mengatakan managernya saja sudah cukup untuk mengobati luka kecil seperti ini.
Daehyun berjalan menuju van-nya dibantu oleh Daeun.
“Kau berlagak seolah pukulan itu bukan apa - apa dan sekarang kau meringis kesakitan. Kenapa kau tidak bilang saja dan minta dibawa ke rumah sakit?”, ujar Daeun yang dengan kesal mengambil kotak P3K di dalam mobil.
Jangan salah paham. Daeun tidak kesal pada Daehyun, tetapi pada Min Hyukjae.
‘Kenapa perasaanku mengatakan kalau dia melakukannya dengan sengaja?’, pikir Daeun saat mengoleskan salep di bibir Daehyun.
“Lee Daeun! Kau mau mengobatiku atau memberiku makan salap?”, tanya Daehyun mengejutkan Daeun.
“Oh? Ah.. maaf - maaf. Aku tidak sengaja.”, ucap Daeun segera kembali fokus mengobati luka Daehyun.
“Kalau kau sengaja, itu akan menjadi masalah.”, komentar Daehyun.
“Kau yakin tidak perlu ke rumah sakit?”, tanya Daeun menempelkan plester bening di sudut bibir Daehyun.
“Kau mau aku jadi bahan tertawaan. Hanya pukulan seperti ini saja harus ke rumah sakit?”, ujar Daehyun.
“Aaaaaa..pelan - pelan.”, respon Daehyun setelah meringis kesakitan.
“Kau bersikap seolah semua baik - baik saja, tapi tetap merengek.”, sahut Daeun.
“Tidak ke rumah sakit, bukan berarti ini tidak sakit. Ah.. berbicara hanya membuatnya jadi tambah sakit.”, kata Daehyun memegang sudut bibirnya.
“Ooooh…”, Daeun tiba - tiba berteriak.
__ADS_1
“Kenapa?”, tanya Daehyun terkejut.
“Besok bukannya kau harus menghadiri acara penghargaan? Bagaimana ini, wajahmu seperti ini.”, kata Daeun khawatir.
“Itu masih minggu depan, Lee Daeun. Luka seperti ini akan segera sembuh. Aku justru lebih mengkhawatirkan bagaimana aku bisa syuting adegan besok.”, ucap Daehyun.
“Ah.. ternyata masih minggu depan. Mengagetkanku saja.”, kata Daeun.
“Justru kau yang mengagetkanku.”, balas Daehyun.
“Memangnya besok ada adegan apa?”, tanya Daeun.
“Kiss.”, Daehyun mengatakannya sambil sedikit tersipu malu.
“Eeeh? Secepat itu?”, tanya Daeun.
“Kau kira kita syuting adegan demi adegan per episodenya secara berurutan. Semua tergantung kesiapan tempat dan waktu. Bahkan ada yang syuting adegan ending di awal.”, balas Daehyun.
“Benarkah?”
“Hn.”
“Tapi, bukankah ini terlalu cepat?”, tanya Daeun.
Daehyun mengerutkan keningnya. Dia agak heran dengan respon Daeun. Entah gadis itu terlalu polos atau Daehyun yang terlalu percaya diri.
“Kenapa? Kau tidak rela?”, tanya Daehyun to the point.
“Bukan begitu.”, ucap Daeun.
“Lagipula, aku sudah melakukannya beberapa waktu lalu.”, ucap Daehyun yang langsung mendapatkan ekspresi terkejut luar biasa dari Daeun.
“Eh??”, Daeun berteriak kaget.
“Bocah sepertimu tidak akan mengerti.”, kata Daehyun menepuk rambut Daeun lembut dan berdiri kemudian segera berjalan mendekati lokasi syuting.
Tanpa terasa 20 menit sudah lewat. Dia harus segera melanjutkan proses syuting.
‘Hah… dia benar - benar berpacaran dengan Hyun Joo. Ah.. apa yang kau pikirkan Daeun. Sadarlah.. Sadar..’, kata Daeun menepuk - nepuk pipinya.
__ADS_1
Dia bahkan mengaduh sendirian karena salah satu tepukannya lebih terasa seperti sebuah tamparan.