
‘Daehyun? kenapa harus aku yang bertugas untuk menghindari semua skandalnya?’, tanya Daeun bingung di dalam hati.
Dia terlihat berjalan di sepanjang koridor agensi tanpa tujuan yang jelas. Pertemuan tadi sudah berakhir sekitar 30 menit yang lalu. Mereka berdiskusi sebentar dan kembali ke posisi masing - masing. Posisi dimana selebriti yang ditugaskan pada mereka berada.
Berhubung para anggota Triple Kill sedang tidak mengadakan pertemuan, Daeun juga hanya bisa berjalan sendiri mencari keberadaan Daehyun. Bok Man Ahjussi mengatakan dia juga tidak mengetahui dimana keberadaan Daehyun.
Pria itu seharusnya memiliki jadwal pemotretan untuk sebuah majalah hari ini. Daripada Daeun mencari - cari dan menunggu Daehyun tidak jelas, lebih baik dia langsung menuju lokasi pemotretan. Toh, pria itu juga pasti disana.
Kring kring kring
Seketika ponsel Daeun berbunyi.
‘Seongmin oppa? Tumben, kenapa dia menghubungiku?’, Daeun hanya bisa terheran - heran dan memutuskan mengangkat ponselnya.
“Halo.”, sapanya dengan nada pelan. Daeun sedikit menepi agar tidak menghambat jalan orang yang juga sedang berlalu lalang di tempat itu.
__ADS_1
“Oh.. Daeun-shi?”, tanyanya seolah ingin memastikan terlebih dahulu.
“Nae… Ada apa Seongmin oppa?”, tanya nya.
Mereka sudah beberapa kali bertemu sehingga Daeun sudah tidak terlalu canggung lagi untuk memanggilnya oppa. Lagipula, benar dia memang lebih tua darinya. Jadi itu sudah menjadi panggilan yang wajar.
“Ah… aku minta maaf. Apa kau bisa menggantikanku untuk mendampingi Daehyun di lokasi pemotretan? Tiba - tiba ada masalah dengan member Triple Kill Hyun Woo yang harus aku selesaikan.”, paparnya terdengar terburu - buru.
“Nae?”, Daeun masih tidak percaya pada apa yang didengarnya.
“Maaf, kami sedang kekurangan Manager karena member Triple Kill sedang memiliki jadwal mereka sendiri. Aku sudah mengatakan pada Pilsung Daepyo-nim.”, ujarnya lagi.
“Aaah…”, Daeun masih berpikir.
Memangnya dia tahu apa dengan dunia per-manageran. Daeun hanya pernah menggantikan Seongmin satu kali. Itu pun bukan untuk hal yang bersifat pekerjaan. Apa yang harus dia lakukan saat pemotretan. Dia tidak tahu apa - apa.
__ADS_1
“Tenang saja, aku akan membayarmu. Kau tidak usah khawatir. Aku akan memberikan penawaran terbaik padamu. Satu lagi, aku juga akan mentraktirmu makan steak enak.”, katanya terdengar putus asa.
Daeun tergerak begitu mendengar kata yang berhubungan dengan ‘uang’. Dia harus segera pindah dari flat yang dia tempati sekarang agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih normal. Untuk hal tersebut, dia tentu saja memerlukan uang.
Kata selanjutnya yang membuat dirinya tertarik tentu saja adalah ‘Steak’. Daeun nampak menelan ludahnya. Seumur hidupnya, dia tidak pernah makan steak.
‘Ah.. kenapa aku jadi terdengar murahan begini. Steak? Aku juga sering makan daging walaupun bukan steak. Tapi penawaran ini juga sangat sayang untuk dilewatkan.’, ujar Daeun dalam hati.
“Hn. Baiklah. Aku menyetujuinya. Tapi, ingat, kau benar - benar harus membayarku dan juga mentraktirku makan steak. Jangan berbohong, ya.”, Daeun harus mengunci janji pria satu ini.
Beberapa rekannya juga sering meminta bantuan Daeun perkara selebriti yang menjadi tanggung jawab mereka. Berkali - kali mereka menjanjikan traktiran tetapi hal itu tidak pernah terjadi.
“Tentu saja. Kau kita aku ini siapa? Aku manager Triple Kill. Jangankan steak, yang lebih mahal lagi, aku juga bisa mentraktirmu.”, katanya dengan nada percaya diri. Rasa putus asanya sulit menemukan manager pengganti tadi seolah sudah hilang.
“Hn, aku memegang kata - katamu. Sekarang, aku harus kemana? Apa Daehyun sudah pergi ke lokasi pemotretan?”, tanyanya.
__ADS_1
“Nah itu dia. Aku tak bisa menghubunginya. Kau coba saja datangi apartemennya. Ingat dua jam lagi dia harus sudah berada di lokasi pemotretan.”, setelah itu Seongmin langsung menutup ponselnya.