
“Ooh.. Jang Hyun Joo. Welcome… welcome!”, sapa pria itu pada Hyun Joo begitu Hyun Joo tiba di lobby hotel.
Pria itu adalah model yang akan menjadi pasangan Jang Hyun Joo pada pemotretan kali ini. Min Hyuk Jae, dia adalah pria yang paling ingin dilupakan oleh Hyun Joo. Pria itu menjadi mimpi buruk baginya.
Setelah lulus SMA, Hyun Joo sangat senang akhirnya bisa terlepas dari pria seperti Min Hyuk Jae. Masa - masa kuliahnya juga dia habiskan dengan tenang hingga sekarang, meski dia sudah menjadi aktris yang sedang naik daun.
Namun, pria itu ternyata juga terkenal di dunia modeling setahun belakangan. Hyun Joo baru mengetahuinya setelah agensinya mengajaknya untuk ikut turun di dunia modelling.
Min Hyuk Jae adalah pria yang paling dia hindari dan dia berharap tidak pernah satu project dengannya.
Saat model pria yang seharusnya menjadi pasangannya untuk pemotretan outfit hiking terjerat kasus, Hyun Joo tidak tahu betapa kahawatirnya dia kalau - kalau dirinya harus dipasangkan dengan Hyuk Jae.
Saking khawatirnya, dia sampai - sampai menghubungi manager dan agensinya untuk memberikan update terbaru mengenai model pria yang akan menggantikannya.
Saat mendengar nama ‘Kang Dae Hyun’, Hyun Joo langsung tenang. Meski dia belum mengenal pria itu, tetapi setidaknya dia bukan Hyuk Jae.
__ADS_1
Entah kebetulan atau memang sudah direncanakan sebelumnya, Hyuk Jae baru melakukan check-in hotel di waktu yang hampir bersamaan dengan Hyun Joo.
Padahal dia seharusnya menghadiri opening party yang diselenggarakan oleh brand dan designer dari produk yang akan melakukan pemotretan.
“Unni, jika dia disini, lalu siapa yang menjadi bintang tamu opening party malam ini?”, tanya Hyun Joo sambil berbisik - bisik.
“Menurutmu?”, ujar Manager Hyun Joo yang kesal dengan kelakuannya.
Berkat ulah Hyun Joo, Managernya harus mendengarkan luapan amarah dari banyak orang mulai dari agensi, tim pemotretan, tim branding, bahkan agensi Hyuk Jae. Dia masih tidak tahu kenapa orang - orang malah menyalahkannya.
“Jangan bilang acaranya diundur?”, kata Hyun Joo. Kekhawatirannya sampai - sampai membuat ada kerutan di jidatnya sambil menunggu respon dari managernya.
“Ya.. acara opening partynya diundur karena begitu kamu menunda tiket penerbangan kesini, Hyuk Jae juga sepertinya melakukan hal yang sama. Aku belum menanyakannya, tapi dilihat dari gelagat managernya, sepertinya begitu.”, ujar manager Hyun Joo.
“Memangnya bagaimana gelagatnya. Dari mana kau bisa mengetahuinya?”, tanya Hyun Joo.
__ADS_1
Mereka sudah saling berbisik di depan meja resepsionis yang masih mengatur kamar mereka.
“Kau lihat wajah manager Hyuk Jae?”, kata Manager Hyun Joo nampak sangat serius.
“Wajahnya sama denganku. STRESSSS.”, jawab Manager Hyun Joo yang bahkan memberikan penekanan pada kata terakhir.
“Hah… aku kira kau bisa mengetahuinya dari sisi yang lain. Unni, kau sedang menyindirku?”, tanya Hyun Joo.
“Tidak. Tapi baguslah kalau kau merasa tersindir.”, ujar Managernya.
“Ini kartu aksesnya. Silahkan di kamar —------”, ujar petugas check-in memberikan panduan.
Tanpa ba- bi-bu, Hyun Joo langsung melesat ke kamar yang ditunjukkan oleh petugas. Dia bahkan menutup kartu dan meminta petugas itu merahasiakan nomor ini dari siapapun.
‘Bahkan orang yang disamping itu.’, ujar Hyun Joo spesifik menunjuk ke arah Hyuk Jae.
__ADS_1
Petugas kemudian mengangguk mengiyakan permintaan Hyun Joo.
Sepertinya Hyuk Jae belum selesai dengan proses check-in -nya. Melihat kesempatan ini, Hyun Joo tidak menyia - nyiakannya dan langsung menarik managernya untuk segera pergi dari sana.